Author Archives: admin

  • 0
top4

SRAGEN RAIH TOP DIGITAL AWARDS 2019

Category : Berita

Jakarta – Acara puncak kegiatan TOP DIGITAL Awards 2019 berlangsung di Golden Ballroom, The Sultan Hotel Jakarta pada tanggal 27 November 2019 dengan dihadiri oleh 700 audience. Beberapa Pimpinan Kementerian & Lembaga, Gubernur, Walikota, Bupati, CEO serta IT Manager hadir dalam acara ini, untuk menerima penghargaan.

Pesatnya perkembangan IT dan TELCO yang bertransformasi menjadi teknologi digital saat ini, mendorong PT Madani Solusi Internasional (MSI), sebagai penerbit Majalah It Works dan pengelola portal berita itworkd.id, untuk melakukan penyempurnaan kegiatan award TI TELCO sebelumnya, yang sudah diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2014-2018, menjadi TOP DIGITAL Awards mulai tahun 2019 ini.

TOP DIGITAL Awards 2019 diselenggarakan bekerjasama dengan sejumlah asosiasi di bidang teknologi-informatika dan konsultan TI independen. Tema yang diangkat adalah Digital Tranformation for National Economic Competitiveness. Artinya, dengan terus menerapkan transformasi digital dan optimalisasi teknologi informatika, maka kita akan dapat meningkatkan daya saing (competitiveness) ekonomi nasional.

Tak Sekedar Penghargaan, Ada sesi “Nilai Tambah”.

Lutfi Handayani, MM., MBA, Ketua Penyelenggara TOP DIGITAL Awards 2019 sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah It Works dan portal berita itworks.id menjelaskan, bahwa kegiatan ini bukan sekedar ajang penghargaan semata, namun ada aspek pembelajarannya bagi peserta.

“Saat mengikuti tahapan Wawancara Penjurian, dimana peserta melakukan presentasi dan tanya jawab di hadapan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019, ada sesi Nilai Tambah. Dalam sesi ini, Dewan Juri memberikan masukan dan saran/rekomendasi kepada para peserta, tentang pengembangan solusi TI dan transformasi digital yang perlu mereka lakukan ke depan,” tambah M. Lutfi Handayani.

“Saran dan masukan yang diberikan meliputi tata kelola TI, infrastruktur TI untuk mendukung teknologi digital, dan implementasi TI dan teknologi digital dalam bentuk solusi atau aplikasi,” jelasnya.

Award TI TELCO/Teknologi Digital Terbesar di Indonesia

TOP DIGITAL Awards merupakan penghargaan bidang TI TELCO/ Teknologi Digital yang terbesar di Indonesia. Kegiatan penilaian melibatkan lebih dari 500 perusahaan dan instansi pemerintahan. Kemudian, berdasarkan rekomendasi para pakar, konsultan, dan asosiasi TI TELCO ditetapkan 200 Finalis/Kandidat Pemenang. Kemudian, para finalis diminta untuk mengisi kuesioner tentang keberhasilan implementasi dan pemanfaatan teknologi digitalnya, dan diundang untuk mengikuti Wawancara Penjurian. Dari 200 Finalis, sebanyak 129 Finalis yang mengikuti tahapan penilaian secara lengkap, termasuk mengikuti Wawancara Penjurian, dan 21 instansi yang menjadi pemenang berdasar kuesioner rekomendasi dan market research. Sehingga, total kegiatan ini dihadiri sekitar 150 Finalis, termasuk Kementerian, Lembaga dan perusahaan.

Rekomendasi TOP DIGITAL Awards 2019 kepada Presiden RI dan Stakeholders

Selama proses penilaian dan penjurian, Dewan Juri mengidentifikasi beberapa temuan penting dan merumuskan solusi strategisnya. Sebagai bagian dari upaya untuk membangun bangsa menuju Indonesia Maju, maka majalah It Works dan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards, akan menyampaikan dokumen “Rekomendasi TOP DIGITAL” kepada Presiden & Wakil Presiden RI, Kabinet Indonesia Maju, dan beberapa stakeholders lainnya.

Di acara puncak TOP DIGITAL Awards 2019 hari ini di Jakarta, Prof. Dr-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng., atau yang akrab dipanggil Prof. Muli, Ketua Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 menyampaikan sejumlah temuan penting terkait implementasi TI dan transformasi digital yang diperoleh dewan juri dari para peserta ajang ini:

  1. IT Security

IT Security, masih belum menjadi prioritas sebagian peserta. Serangan terhadap keamanan sistem IT harus diwaspadai. Aktivitas operasional jangan sampai terganggu atau bahkan berhenti, hanya karena sistem keamanan IT yang masih lemah.

  1. Data Center

Sebagian Peserta, masih fokus pada pengembangan aplikasi dan hanya menyediakan Server Room. Belum semuanya didukung Data Center. Padahal, di era digital ini, kebutuhan Data Center, mutlak diperlukan. Apalagi jika sudah masuk ke sistem industry 4.0, tentu Big Data dan Data Analytic, akan memerlukan Data Center yang handal.

  1. Sinkronisasi dan Integrasi

Pentingnya singkronisasi dan integrasi aplikasi yang digunakan oleh Pemerintahan Pusat (Kementerian dan Lembaga), dengan aplikasi yang digunakan oleh Dinas-dinas di Pemerintahan Daerah. Kebijakan “Satu Data”, memang sudah tepat, namun implementasinya masih terkendala banyak hal. Perlu ada kebijakan yang “memaksa” berjalannya kebijakan “Satu Data”. Begitu juga dengan integrasi IT di perusahaan induk dengan anak perusahaan di perusahaan holding, belum semuanya terintegrasi dengan baik, walaupun proses integrasi terus dilakukan.

  1. Sinergi dan Kolaborasi

Masing-masing instansi, cenderung mengembangkan sendiri aplikasi dan solusi digitalnya. Oleh karenanya, sering terjadi permasalahan ketika dilakukan integrasi dari banyak solusi. Sebenarnya, keunggulan solusi digital di salah satu instansi, dapat diduplikasi diinstansi lainnya, sehingga meminimalkan biaya investasi pengembangan solusi digitalnya.

  1. Rating Kepuasan Pengguna Solusi

Sebagian peserta, masih belum memberikan fasilitas penilaian atas solusi/aplikasi yang digunakan. Jika masing-masing pengguna solusi/layanan, selalu diberikan opsi pemberian rating nilai atas sebuah layanan, seperti kepuasan Bintang 5 atau 1, maka unit terkait akan terpacu untuk terus meningkatkan layanannya. Jadi, penggunaan Aplikasi/Solusi Digital akan meningkatkan budaya layanan yang lebih baik.

Berdasarkan hasil rekomendasi dan hasil penjurian, Majalah It Works dan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards menganugerahi Kabupaten Sragen sebagai THE WINNER OF DIGITAL AWARDS 2019. Pemerintah Kabupaten Sragen menjuarai sebagai Top Digital Implementation 2019 on District Government #Level Star 4 dan Top Leader on Digital Implementation 2019 Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen). R. Purwadi, SH, MM Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sragen yang berkesempatan mewakili Kabupaten Sragen menerima penghargaan tersebut. “Kami sangat bangga bisa mengikuti Top Digital Awards 2019 ini. Dengan mengikuti ajang ini para peserta banyak mendapat manfaat”, ungkapnya. Purwadi menambahkan, manfaat yang didapat yaitu dapat mengukur penerapan teknologi informasi yang telah diterapkan di Kabupaten Sragen dalam rangka pelayanan publik dari instansi pemerintah daerah. Sebagai sarana sosialisasi keberhasilan implementasi teknologi informasi atau teknologi digital dalam meningkatkan kinerja dalam rangka memberikan pelayanan kepada publik. Mendapatkan saran atau masukan dari para pakar atau dewan juri yang profesional, praktisi dibidang teknologi informasi dan solusi teknologi digital. Harapan kedepan Kabupaten Sragen terus berbenah dan memperbaiki kinerja guna mewujudkan pelayanan paripurna.

Sumber : http://www.itworks.id dan dirangkum dari berbagai sumber

Foto : Sri Sunarwati


  • 0
dak

PEMKAB SRAGEN TERBAIK KEDUA SE JAWA TENGAH DALAM PENYALURAN DAK FISIK TA 2019

Category : Berita

SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen terima penghargaan sebagai Pemerintahan Daerah terbaik kedua se – provinsi Jawa Tengah dalam kinerja penyaluran DAK Fisik tahun anggaran 2019.

Penghargaan diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah, Sulaiman Sah kepada Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno pada acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), di Gedung Gradhika Bhakti Praja komplek Gubernuran Jawa Tengah, Senin (25/11/2019).

Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno mengatakan Kabupaten Sragen terbaik kedua setelah Kabupaten Wonogiri. Atas capaian itu, Kab. Sragen berhak menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebesar Rp. 1,7 triliun

Lebih lanjut Wabup menuturkan, penghargaan ini merupakan kado untuk semua stakeholder yang telah bersama-sama berkontribusi dan bekerja keras hingga Kabupaten Sragen mampu memperoleh penghargaan tersebut.

“Jadikan ini sebagai penyemangat kita, agar di tahun berikutnya bisa menjadi yang terbaik pertama,”tuturnya.

Wabup menambahkan hal-hal yang perlu di evaluasi saat ini ialah pengawasan lebih ketat lagi terkait dana desa. Pihaknya sepakat dana desa agar bisa ditambah, dengan alasan desa sebagai basis pertumbuhan pembangunan.

“Tentu harus diiringi dengan ketatnya pengawasan pelaksanaan dari dana desa itu sendiri, sehingga tepat sasaran, tepat waktu, tepat management sehingga dana desa betul-betul bisa dilaksanakan ke masyarakat,” lanjut dia.

Tidak harus pembangunan berupa fisik, Wabup Dedy juga menginginkan pembangunan non fisik seperti pemberdayaan.

Agar itu semua menstimulasi pelaksanaan dana desa berjalan dengan optimal, Wabup Dedy mengatakan pemkab akan melaksanakan lomba di tingkat desa dan kelurahan.

“Termasuk di dalam penilaiannya pelaksanaan administrasi seskeudes dana desa, menurunkan angka kemiskinan, angka stunting, masing-masing desa kita targetkan. Siapa yang bisa memberikan  lompatan angka yang paling tinggi itulah yang menang,” lanjutnya.

Lomba sendiri akan diselenggarakan tahun 2020 dengan hadiah Rp 1 miliar bagi juara pertama, Rp 750 juta bagi juara kedua, dan Rp 500 juta juara ketiga.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengucapkan terima kasih kepada bupati/walikota yang sudah berkerja luar biasa, karena Provinsi Jawa Tengah di kabupaten/kota, paling menarik untuk investasi seluruh dunia.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ganjar Pranowo menitipkan beberapa hal kepada para pemimpin daerah, pertama, perhatikan tata ruang. “Karena berkaitan dengan daya dukung lingkungan,” kata Ganjar

Kedua, bagaimana mengelola Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk meninjau ulang regulasi-regulasi yang mengekang.

“Agar masyarakat yang ingin mengurus persoalan didentitas bisa dilayani dengan baik dan termasuk investasi. Kalau ini bisa dilakukan, maka problem-problem yang ada di daerah ini kita lah yang menyelesaikan dan itu secara agregat akan baik untuk performanca pemerintahan di Indonesia,” tutur Gubernur Ganjar.

Kemudian, Gubernur menitipkan agar menjaga integritas, memberikan pelayanan baik dengan memotong pelayanan yang bertele-tele dan memainkan aplikasi.

Titipan lainnya yang juga merupakan amanat Presiden Jokowi disampaikan dalam kesempatan itu kepada para penerima DIPA Tahun Anggaran 2020.

Sumber: www.sragenkab.go.id


  • 0
IMG20191120111948

40 SEKRETARIS DESA/KELURAHAN HADIRI RAPAT KOORDINASI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK UNTUK KESEJAHTERAAN DESA

Category : Berita

Sragen – Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik maka Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sragen menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Desa/Kelurahan Tahun 2019 “Keterbukaan Informasi Publik untuk Kesejahteraan Desa” yang diselenggarakan pada hari Rabu, 20 November 2019, di ruang Opsroom Sekretariat Daerah Kabupaten Sragen. Rapat Koordinasi ini mengundang 40 Sekretaris Desa /Kelurahan se-Kabupaten Sragen.

Acara dibuka oleh Dra. Yuniarti, M.H., Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sragen. “Kita bekerja sesuai dengan aturan yang ada, disitu semua sudah diatur mengenai peraturan-peraturan yang harus kita laksanakan, supaya tenang dalam bekerja dan tenang menjalani hidup”, begitu ujarnya.

Materi yang pertama dengan tema “Strategi Mempercepat Keterbukaan Informasi” oleh Bapak Juliwantoro, S.H., M. Hum. dari Inspektorat Kabupaten Sragen. Beliau menjelaskan bagaimana alur permohonan informasi dan bagaimana menyikapi permohonan informasi dari masyarakat, serta bagaimana supaya masyarakat teredukasi dengan keterbukaan informasi publik terutama di Kabupaten Sragen.

Sesi kedua tentang “Optimalisasi Peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Desa/Kelurahan” oleh Bapak Muh. Yulianto, S.H., M. Si. Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sragen. Dalam sesi ini banyak tanya jawab seputar cara menanggapi para pemohon informasi dan optimalisasi peran Pejabat Pengelola Informasi Dan Dokumentasi (PPID) di Desa/Kelurahan.

Di mulai dengan menyiapkan keterbukaan anggaran desa, Bapak Fajar Adhi Nugroho, S.T. Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Dinas Kominfo Kabupaten Sragen memulai sesi ketiga dengan tema “Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan dan Keterbukaan Anggaran Desa”.

“Mudah-mudahan dengan bimtek ini para pejabat di tingkat Desa/Kelurahan memahami secara global tentang PPID serta Undang Undang nomor 14 tahun 2008 tentang Informasi Publik,” ucap Yudi Tamtomo Kepala Seksi Pelayanan Informasi Publik.


  • 0
bawaslu

GELAR PENTAS BUDAYA KETOPRAK, BAWASLU: INI WUJUD AJAKAN PENGAWASAN PARTISIPATIF KEPADA MASYARAKAT

Category : Berita

Sragen – Sabtu malam (16/11/2019) dengan tema Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kabupaten Sragen mengadakan Kegiatan Pentas Budaya Sragen di Lapangan Kecamatan Sambirejo. Kegiatan ini digelar dalam rangka mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan secara partisipatif. Terlebih Kabupaten Sragen sendiri akan melaksanakan Pemilu Kada 2020 nantinya. Hadir dalam kegiatan ini Forkompimda Kabupaten Sragen, Bawaslu provinsi Jawa Tengah, Bawaslu Kabupaten Karanganyar dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sragen

Dalam sambutanya Dwi Budhi Prasetya selaku Ketua Bawaslu Kabupaten Sragen didampingi Anggota Komisioner lainnya memperkenalan apa itu Bawaslu dan fungsi Bawaslu, serta menyampaikan tujuan Pentas Budaya Sragen ini merupakan wujud langkah preventif kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan Pemilu.

“Badan Pengawas Pemilu atau yang sering disebut dengan Bawaslu merupakan lembaga penyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, salah satu tugas Bawaslu ialah melakukan penindakan ketika terjadi pelanggaran pemilu. Kemudian tujuan diadakannya Pentas Budaya Sragen ini merupakan wujud Kami mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi setiap Tahapan Pemilu Kepala Daerah 2020 nantinya” ujar Budhi.

Sementara itu Cosmas Edwi Yunanto selaku Kepala Kesbangpol Sragen yang mewakili Bupati Sragen yang berhalangan hadir menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Sragen terkait dengan Pelaksanaan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif tersebut. Menyambut Pemilu Kada Kabupaten Sragen Tahun 2020, Ia berharap masyarakat dapat berpartisipasi dan aktif dalam pengawasan pelaksanaannya.

“Tahun kemarin Pemilu serentak Tahun 2019, partisipasi masyarakat di Kabupaten Sragen sebesar 78%, kedepannya semoga di pelaksanaan Pilkada Tahun 2020 nantinya partisipasi masyarakat dapat meningkat dari jumlah itu” ucap Cosmas.

Pada sambutan terakhir, Anggota Bawaslu Provisi Heru Cahyono yang mewakili Ketua Bawaslu Provinsi menyampaikan harapannya kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan pemilu secara partisiatif. Ia juga mengatakan sudah menjadi tugas Bawaslu untuk aktif mengajak masyarakat mengawasi Pemilu dan aktif bersama masyarakat untuk mengawasi Pemilu.

“Bawaslu Provinsi Jawa Tengah akan berupaya untuk membuat program yang intinya mendekatkan diri pada masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan Pemilihan. Bagaimana proses pelaksanaan Pemilu itu bisa berkualitas. Kualitas itu akan kita dapatkan bila dilaksanakan bersama masyarakat” ujarnya mengakhiri sambutannya.

Dalam penampilan seni Ketoprak yang berkerja sama dengan Ketoprak Balekambang, Anggota Bawaslu Kabupaten Sragen yang juga ikut serta dalam pementasannya mengajak masyarakat untuk ikut serta mensukseskan Pemilu yang demokrasi. Dengan mengusung tema Pencalonan Pemimpin, pementasan Ketoprak memaparkan cerita pencalonan Kepala Desa yang tidak jujur dan menggunakan cara yang curang sehingga menjadi boomerang bagi dirinya sendiri.

Selain Ketoprak kegiatan tersebut juga menampilkan Organ Tunggal, dan Kethek Ogleng yang cukup menjadi perhatian masyarakat yang menyaksikan. Selain itu juga dimeriahkan oleh Lek Dul “Pecas nDahe, Juleno, Bowo dan Bogang, dan Sri Damen “Sedap Malam Sragen”. (Indi)

Editor : Humas Bawaslu Kabupaten Sragen

sumber : http://sragen.bawaslu.go.id


  • 0
stunting

KOLABORASI BERSAMA SEMUA PERANGKAT DAERAH UNTUK MENEKAN STUNTING

Category : Berita

Sragen – Dalam  rangka pencegahan dan penurunan kasus Stunting  di Kabupaten Sragen diadakan Rapat Koordinasi Stunting, di Ruang Sambiloto (lt. 3) Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen (14/11/2019) menjadi lokus pada Tahun 2020. Rapat koordinasi dihadiri 26 peserta dari beberapa unsur, antara lain dari Kepala Badan, Kepala Dinas, Camat, Kepala Puskesmas,  Ketua TP-PKK Kab.Sragen, Ketua TPP- PKK Kecamatan Se- Kabupaten Sragen, Ketua IDI Cabang Sragen, Ketua IBI Cabang Sragen, Ketua Persagi Kab. Sragen, Ketua Hakli Kab. Sragen, Ketua HIMPAUDI Kab. Sragen, Ketua Muslimat NU Kab. Sragen, dan Ketua Aisyiyah Kab. Sragen.

Rapat koordinasi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, dr. Hargiyanto, M. Kes. “Tujuan rapat koordinasi atau rembug stunting adalah mengendalikan dan memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi pencegahan stunting”, ujarnya. “Diharapkan kolaborasi bersama semua Perangkat Daerah untuk menekan stunting”, lanjutnya.

Disampaikan oleh salah satu narasumber, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sragen, Drs. Joko Suratno bahwa penggunaan dana desa bukan untuk infrastruktur melainkan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, untuk pelaksanaannya dilakukan secara bertahap menuju desa mandiri. Konvergensi penanganan stunting tahun 2019 di desa-desa mutlak membentuk Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) terdiri 5 orang dan 2 orang harus dari bidang kesehatan misal bidan dan guru paud yang memiliki akses ke orang tua anak sejak dini. “Untuk memastikan syarat pencairan tahap dua dan tiga Dana Desa harus menganggarkan untuk pencegahan stunting”, ujar Drs. Joko Suratno.

Dengan model kolaborasi pengarusutamaan pembangunan gizi pada lintas sektor (guyub rukun dalam pencegahan dan penurunan Stunting) bisa memberikan dampak intervensi gizi sensitif 70-80 persen sehingga indek pembangunan manusia meningkat. Indonesia termasuk  peringkat 64 kecerdasan dari 65 negara. Tingkat kecerdasan anak indonesia ada diperingkat 64 dunia.


  • 0
WhatsApp Image 2019-11-08 at 08.08.00

SEMARAKKAN HARI WAYANG INTERNASIONAL DENGAN MENAMPILKAN 24 DALANG 24 JAM 24 LAKON

Category : Berita

Sragen – Sebanyak 22 kabupaten/kota di Jawa Tengah menggelar pertunjukan wayang secara serentak. Kegiatan ini untuk memperingati Hari Wayang Nasional 2019 yang jatuh pada tanggal 7 November setiap tahunnya. Di Sragen setidaknya 24 dalang berkolaborasi pagelaran wayang kulit 24 jam di Alun-alun Sasana Langen Putro, Sragen, Kamis (7/11/2019).

Dalam rangka Peringatan Hari Wayang Internasional, Pepadi Sragen menampilkan 24 dalang dari Sragen, selama 24 jam non stop dan 24 lakon yang berbeda. Pagelaran wayang dimulai pukul 09.00 WIB, dijadwalkan berakhir hari berikutnya, Jumat (8/11/2019) pada pukul 09.00.

“Pagelaran wayang kolaborasi 24 jam kali pertama diadakan”, ungkap Ketua Panitia Pagelaran, Ki Bambang Sarjito. 24 dalang yang tampil tersebut antara lain, Ki Sukiman, Juyadi Sabar Sadono (Arimbi Tundung), Ki Raffi (Anoman Duto), Ki Pandu GS (Bargowo), Ki Bamar Dandun (Pedhut Sumilak), Ki Gading P (Gatotkoco Jedi), Ki Sumanto BP (Gatotkoco Rante), Ki Guntur GP (Gondomono Luweng), Ki Dwi Samekto (Dewaruci). Kemudian Ki Aji Mulyanto (Rajamala), Ki Totok Sugiyarto (Romo Parasu), Ki Agung Mulyanto (Bedhahe Maespati), Ki Singgih Windarto (Bedhahe Prambanan), Ki Bambang Sarjito ( Sesaji Rajasuya), Nyi Tutik Cempluk (Sawitri), Ki Gepeng (Nagatatmala), Ki Eko Sosro (Gatotkoco Wisudo), Ki Anom Sunarto (Nugroho Sejati Suci), Ki Hartono (Petruk Lali), Ki Suwagi Gondo Asmoro (Mbangun Maerokoco), Ki Sumadi (Bedhahe Bungkus), Ki Jarot Suwarno (Batlowo), Ki Kemi Jegol (Laire Antigo), Ki Deki (Abimanyu Tundung), dan Ki Suparno (Murwokala). Menurutnya tujuan digelarnya pentas spektakuler 24 dalang itu selain memeriahkan Hari Wayang Internasional, juga untuk menguatkan persatuan dalang yang ada di Sragen.

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Tengah Untung Wiyono mengapresiasi pagelaran wayang itu. Untung Wiyono juga tampil di pagelaran tersebut, pada pukul 21.00 WIB dengan lakon Dewa Amral. “Ini baru pertama kali dan menyerempakkan itu yang sulit. Karenanya kami sangat mengapresiasi para seniman seniwati yang ikut berpartisipasi dalam peringatan Hari Wayang Internasional ini. Karena wayang adalah warisan budaya leluhur yang adi luhung, dengan cara seperti ini bisa melestarikannya,” papar beliau seusai membuka acara.

Sumber : dirangkum dari berbagai sumber.


  • 0
sc

KABUPATEN SRAGEN RAIH PENGHARGAAN SMART CITY 2019

Category : Berita

SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen masuk 25 besar Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia Tahun 2019. Atas pencapaian itu, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada Kabupaten Sragen dan 24 Kabupaten / Kota lainnya.

Penghargaan diberikan Menkominfo Johny G Plate kepada Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno pada acara Exhibition, Evaluation dan Presidential Lecture Gerakan Menuju 100 Smart City 2019, di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Sebelumnya, Pemaparan master plan smart city disampaikan Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati di hadapan tim panelis dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Kementrian PAN dan RB, Kementrian OPN/Bappenas, Kementrian PUPR  dan Staf Keprsidenan RI pada Selasa (5/11).

Materi pemaparan yang disampaikan Bupati Sragen Yuni diantaranya Master Plan Sragen Smart City jangka pendek, menengah dan panjang serta 3 Quick Wins terdiri dari yang pertama Aplikasi Sragen Pintar yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang Sragen secara cepat, kedua sistem Termanis (SPPD Online) guna mewujudkan tertib administrasi perjalanan dinas baik di dalam maupun keluar daerah, dan ketiga program MATRA bertujuan untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam pengentasan kemiskinan.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kominfo mengakui 3 quick wins dalam masterplan smart city yang disampaikan Bupati Yuni dinilai sangat menarik dan tepat, meski dikemas sederhana.

Wakil Bupati Dedy Endriyatno menyampaikan bahwa  penghargaan yang diberikan kepada 25 Kabupaten/Kota kemarin itu, salah satunya Kabupaten Sragen adalah bukti keseriusan daerah untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

“Jadi penghargaan tersebut diperoleh Kabupaten/Kota yang sudah membuat Master Plan dan Quick Win untuk mewujudkan kabupaten yang smart ” terang Wabup Dedy.

Harapannya setelah mendapat penghargaan tersebut nantinya secara bertahap pelayanan masyarakat bisa optimal berbasis digital.

“Karena smart city tidak hanya mengutamakan teknologinya saja namun yang paling penting juga pelayanan kepada masyarakat juga harus maksimal dan efektif,” terang Wabup.

“Semoga ini menjadi acuan untuk berpacu agar lebih kerja keras dengan cerdas, inovasi dan kreatif untuk membangun Kabupaten Sragen yang kita cintai ini,” harapnya.

Kepala Dinas Kominfo Dra. Yuniarti, MH, menyampaikan bahwa tersusunnya master plan Sragen Smart City ini merupakan hasil kerja tim dari semua OPD, demikian juga implementasinya nanti melibatkan semua OPD.

Menurutnya, penghargaan ini menjadi tantangan dan dorongan bagi Bumi Sukowati ini untuk mewujudkan enam dimensi smart city yang sudah ditetapkan antara lain Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Society, Smart Living, dan Smart Environment, pungkasnya.

Sumber: www.sragenkab.go.id


  • 0
visitasi 2019

VISITASI BADAN PUBLIK PPID UTAMA KABUPATEN SRAGEN OLEH KOMISI INFORMASI JAWA TENGAH

Category : Berita

Sragen – PPID Utama Kabupaten Sragen dalam hal ini berada di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sragen mendapatkan kunjungan dalam rangka visitasi Pemeringkatan Badan Publik oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Selasa (29/10/2019) bertempat di Ruang Sekretariat PPID Utama Kabupaten Sragen, rombongan dari Komisi Informasi Jawa Tengah dipimpin oleh Bapak Drs. Sosiawan yang merupakan Koordinator Bidang Kelembagaan dan Pelayanan Publik Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah.

Visitasi tersebut merupakan tindak lanjut dari penilaian Self Assesment Questionairre (SAQ) yang telah dikirimkan sebelumnya oleh PPID Utama Kabupaten Sragen. Komisi Informasi melakukan pengecakan data fisik mengenai keterbukaan informasi publik melalui PPID Pembantu.

Komisi Informasi Publik Provinsi Jawa Tengah adalah lembaga yuridiksi yang dibentuk sebagai implementasi penerapan Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Lembaga ini berfungsi menjalankan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar Layanan Informasi Publik dan menyelesaikan Sengketa Informasi Publik melalui Mediasi dan/atau Ajudikasi nonlitigasi.

Sesuai dengan fungsi dan kewenangannya, Komisi Informasi Publik bertugas menerima, memeriksa, dan memutus permohonan penyelesaian sengketa informasi publik melalui mediasi dan atau ajudikasi nonlitigasi yang diajukan oleh setiap pemohon informasi publik yang merasa tidak puas dengan informasi publik yang dimintanya.

Keterbukaan terhadap informasi publik sudah menjadi keharusan dalam sebuah pemerintahan/instansi, terlebih saat ini masyarakat tengah berada dalam era digital, dimana untuk mengakses sebuah informasi dapat dilakukan dengan mudah. Keterbukaan informasi juga merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, PPID Utama Kabupaten Sragen berkomitmen untuk menjadi badan publik yang transparan.

Harapan kedepannya PPID Utama bersama PPID Pembantu bisa maksimal menjadi badan publik yang terbuka, transparan kepada masyarakat.


  • 0
23102019-ki-pusat1-hadiri-serahterima-menkominfo

Menkominfo Johnny: Gerak Langkah dan Capaian Negara Harus Diketahui Masyarakat

Category : Berita

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate yang baru saja menggantikan Rudiantara menyampaikan pesan keterbukaan informasi publik, yaitu setiap gerak langkah dan capaian negara harus dapat diketahui masyarakat. “Semua gerak langkah dan capaian negara harus diketahui oleh masyarakat, bahkan perlu partisipasi masyarakat dalam setiap kebijakannya,” kata Johnny saat penyerahan buku memori jabatan dari mantan Menkominfo Rudiantara di Ruang Anantakupa lt. 8 Gedung Kominfo Jakarta, Rabu (23/10) ,yang dihadiri Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Gede Narayana, Wakil Ketua Hendra J Kede, Ketua Bidang PSI (Penyelesaian Sengketa Informasi) KI Pusat Arif Adi Kuswardono, dan Ketua Bidang Kelembagaan KI Pusat Cecep Suryadi serta Plt. Sekretaris KI Pusat Bambang Sigit Nugroho.

Menkominfo Johnny memastikan akan mentransmisikan semua kebijakan dan capaian pemerintah kepada masyarakat sehingga paham apa yang dilakukan oleh pemerintah. “Saya mendapat pesan dari presiden agar semua ASN meningkatkan pelayanan, permudah yang sulit, jangan sampai membuat masyarakat bingung,” katanya di depan seluruh pegawai Kemenkominfo yang dihadiri Sekjen Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti dan pejabat eselon satu lainnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung soal Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Kemenkominfo yang mencapai Rp 21 Triliun agar dapat meningkat secara signifikan tanpa membuat mitra pelaku usaha dan masyarakat merasa dibebankan. Selain itu, disinggungnya pula mengenai perlunya hubungan yang lebih bersinergi dengan para wartawan sebagai mitra strategis Kemenkominfo.

Sumber: https://komisiinformasi.go.id/


  • 0
sangiran

WAPRES REPUBLIK RAKYAT TIONGKOK WANG QISHAN KUNJUNGI MUSEUM PURBAKALA SANGIRAN

Category : Berita

SRAGEN – Wakil Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Qishan mengunjungi Museum Purbakala Sangiran yang berada di Krikilan, Kalijambe, Sragen, pada Jumat (18/10/2019) sore.

Dalam kunjungan ini, Wapres RRT Wang Qishan beserta rombongan didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Muhammad Effendi dan Wakalpolda Jateng Brigjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi,SH.,S.St.M.K.

Kedatangan Wapres RRT Wang Qishan dan rombongan disambut oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wakil Bupati Dedy Endriyatno serta jajaran Forkopimda Sragen.

Kunjungan yang berlangsung selama 45 menit ini, Wapres RRT Wong Qishan mengelilingi sejumlah ruang display koleksi fosil aneka binatang purba, tumbuh-tumbuhan, manusia purba dan artefak peninggalan masa lalu.

Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Sragen, Muhammad Hidayat mengatakan Wapres RRT Wang Qishan basic-nya adalah seorang sejarawan, beliau tertarik berkunjung ke Museum Sangiran karena ingin tahu seperti apa koleksi benda purbakala dan jenis manusia/hewan purba yang ditemukan disini.

“Beliau tertarik berkunjung karena ada kesamaan manusia purba di Sangiran dengan manusia purba yang ada di Cina,” katanya.

Hidayat menambahkan akan ada rencana kerja sama pengembangan museum purbakala di dua negara.

“Dulu pernah dibicarakan mengenai bentuk kerja sama dalam hal penelitian, pameran bersama, penulisan ilmiah dan lain-lain. Setelah ini rencananya akan dibicarakan lagi bentuk kerja sama itu. Nanti akan ada koordinasi lebih lanjut untuk bahas itu,” jelas Hidayat.

Sementara Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan kunjungan Wapres RRT Wang Qishan ke situs purbakala Museum Sangiran untuk melihat kesamaan jenis manusia purba di Sangiran (Sragen, Indonesia) dengan yang ada di Cina.

“Ya tidak hanya piknik, Wapres Tiongkok mengunjungi Sangiran itu karena ada hal yang sama di Tiongkok dengan di Sangiran,” jelas Bupati Yuni.

Bupati Yuni berharap kunjungan Wapres ke Sangiran itu ada dampak positif terhadap ekonomi di Sragen.

“Saya berharap kunjungan Wapres Tiongkok itu ada peluang investasi untuk Sragen. Kami punya kawasan industri yang luas. Para pengusaha Tiongkok bisa berinvestasi di Sragen. Seperti pabrik mainan, itu bahannya juga dari Tiongkok. Kami terbuka asal jangan buat pabrik petasan di sini,” harap Bupati.