Category Archives: Berita

  • 0
stunting

KOLABORASI BERSAMA SEMUA PERANGKAT DAERAH UNTUK MENEKAN STUNTING

Category : Berita

Sragen – Dalam  rangka pencegahan dan penurunan kasus Stunting  di Kabupaten Sragen diadakan Rapat Koordinasi Stunting, di Ruang Sambiloto (lt. 3) Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen (14/11/2019) menjadi lokus pada Tahun 2020. Rapat koordinasi dihadiri 26 peserta dari beberapa unsur, antara lain dari Kepala Badan, Kepala Dinas, Camat, Kepala Puskesmas,  Ketua TP-PKK Kab.Sragen, Ketua TPP- PKK Kecamatan Se- Kabupaten Sragen, Ketua IDI Cabang Sragen, Ketua IBI Cabang Sragen, Ketua Persagi Kab. Sragen, Ketua Hakli Kab. Sragen, Ketua HIMPAUDI Kab. Sragen, Ketua Muslimat NU Kab. Sragen, dan Ketua Aisyiyah Kab. Sragen.

Rapat koordinasi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, dr. Hargiyanto, M. Kes. “Tujuan rapat koordinasi atau rembug stunting adalah mengendalikan dan memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi pencegahan stunting”, ujarnya. “Diharapkan kolaborasi bersama semua Perangkat Daerah untuk menekan stunting”, lanjutnya.

Disampaikan oleh salah satu narasumber, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sragen, Drs. Joko Suratno bahwa penggunaan dana desa bukan untuk infrastruktur melainkan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, untuk pelaksanaannya dilakukan secara bertahap menuju desa mandiri. Konvergensi penanganan stunting tahun 2019 di desa-desa mutlak membentuk Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) terdiri 5 orang dan 2 orang harus dari bidang kesehatan misal bidan dan guru paud yang memiliki akses ke orang tua anak sejak dini. “Untuk memastikan syarat pencairan tahap dua dan tiga Dana Desa harus menganggarkan untuk pencegahan stunting”, ujar Drs. Joko Suratno.

Dengan model kolaborasi pengarusutamaan pembangunan gizi pada lintas sektor (guyub rukun dalam pencegahan dan penurunan Stunting) bisa memberikan dampak intervensi gizi sensitif 70-80 persen sehingga indek pembangunan manusia meningkat. Indonesia termasuk  peringkat 64 kecerdasan dari 65 negara. Tingkat kecerdasan anak indonesia ada diperingkat 64 dunia.


  • 0
WhatsApp Image 2019-11-08 at 08.08.00

SEMARAKKAN HARI WAYANG INTERNASIONAL DENGAN MENAMPILKAN 24 DALANG 24 JAM 24 LAKON

Category : Berita

Sragen – Sebanyak 22 kabupaten/kota di Jawa Tengah menggelar pertunjukan wayang secara serentak. Kegiatan ini untuk memperingati Hari Wayang Nasional 2019 yang jatuh pada tanggal 7 November setiap tahunnya. Di Sragen setidaknya 24 dalang berkolaborasi pagelaran wayang kulit 24 jam di Alun-alun Sasana Langen Putro, Sragen, Kamis (7/11/2019).

Dalam rangka Peringatan Hari Wayang Internasional, Pepadi Sragen menampilkan 24 dalang dari Sragen, selama 24 jam non stop dan 24 lakon yang berbeda. Pagelaran wayang dimulai pukul 09.00 WIB, dijadwalkan berakhir hari berikutnya, Jumat (8/11/2019) pada pukul 09.00.

“Pagelaran wayang kolaborasi 24 jam kali pertama diadakan”, ungkap Ketua Panitia Pagelaran, Ki Bambang Sarjito. 24 dalang yang tampil tersebut antara lain, Ki Sukiman, Juyadi Sabar Sadono (Arimbi Tundung), Ki Raffi (Anoman Duto), Ki Pandu GS (Bargowo), Ki Bamar Dandun (Pedhut Sumilak), Ki Gading P (Gatotkoco Jedi), Ki Sumanto BP (Gatotkoco Rante), Ki Guntur GP (Gondomono Luweng), Ki Dwi Samekto (Dewaruci). Kemudian Ki Aji Mulyanto (Rajamala), Ki Totok Sugiyarto (Romo Parasu), Ki Agung Mulyanto (Bedhahe Maespati), Ki Singgih Windarto (Bedhahe Prambanan), Ki Bambang Sarjito ( Sesaji Rajasuya), Nyi Tutik Cempluk (Sawitri), Ki Gepeng (Nagatatmala), Ki Eko Sosro (Gatotkoco Wisudo), Ki Anom Sunarto (Nugroho Sejati Suci), Ki Hartono (Petruk Lali), Ki Suwagi Gondo Asmoro (Mbangun Maerokoco), Ki Sumadi (Bedhahe Bungkus), Ki Jarot Suwarno (Batlowo), Ki Kemi Jegol (Laire Antigo), Ki Deki (Abimanyu Tundung), dan Ki Suparno (Murwokala). Menurutnya tujuan digelarnya pentas spektakuler 24 dalang itu selain memeriahkan Hari Wayang Internasional, juga untuk menguatkan persatuan dalang yang ada di Sragen.

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Tengah Untung Wiyono mengapresiasi pagelaran wayang itu. Untung Wiyono juga tampil di pagelaran tersebut, pada pukul 21.00 WIB dengan lakon Dewa Amral. “Ini baru pertama kali dan menyerempakkan itu yang sulit. Karenanya kami sangat mengapresiasi para seniman seniwati yang ikut berpartisipasi dalam peringatan Hari Wayang Internasional ini. Karena wayang adalah warisan budaya leluhur yang adi luhung, dengan cara seperti ini bisa melestarikannya,” papar beliau seusai membuka acara.

Sumber : dirangkum dari berbagai sumber.


  • 0
sc

KABUPATEN SRAGEN RAIH PENGHARGAAN SMART CITY 2019

Category : Berita

SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen masuk 25 besar Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia Tahun 2019. Atas pencapaian itu, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada Kabupaten Sragen dan 24 Kabupaten / Kota lainnya.

Penghargaan diberikan Menkominfo Johny G Plate kepada Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno pada acara Exhibition, Evaluation dan Presidential Lecture Gerakan Menuju 100 Smart City 2019, di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Sebelumnya, Pemaparan master plan smart city disampaikan Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati di hadapan tim panelis dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Kementrian PAN dan RB, Kementrian OPN/Bappenas, Kementrian PUPR  dan Staf Keprsidenan RI pada Selasa (5/11).

Materi pemaparan yang disampaikan Bupati Sragen Yuni diantaranya Master Plan Sragen Smart City jangka pendek, menengah dan panjang serta 3 Quick Wins terdiri dari yang pertama Aplikasi Sragen Pintar yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang Sragen secara cepat, kedua sistem Termanis (SPPD Online) guna mewujudkan tertib administrasi perjalanan dinas baik di dalam maupun keluar daerah, dan ketiga program MATRA bertujuan untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam pengentasan kemiskinan.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kominfo mengakui 3 quick wins dalam masterplan smart city yang disampaikan Bupati Yuni dinilai sangat menarik dan tepat, meski dikemas sederhana.

Wakil Bupati Dedy Endriyatno menyampaikan bahwa  penghargaan yang diberikan kepada 25 Kabupaten/Kota kemarin itu, salah satunya Kabupaten Sragen adalah bukti keseriusan daerah untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

“Jadi penghargaan tersebut diperoleh Kabupaten/Kota yang sudah membuat Master Plan dan Quick Win untuk mewujudkan kabupaten yang smart ” terang Wabup Dedy.

Harapannya setelah mendapat penghargaan tersebut nantinya secara bertahap pelayanan masyarakat bisa optimal berbasis digital.

“Karena smart city tidak hanya mengutamakan teknologinya saja namun yang paling penting juga pelayanan kepada masyarakat juga harus maksimal dan efektif,” terang Wabup.

“Semoga ini menjadi acuan untuk berpacu agar lebih kerja keras dengan cerdas, inovasi dan kreatif untuk membangun Kabupaten Sragen yang kita cintai ini,” harapnya.

Kepala Dinas Kominfo Dra. Yuniarti, MH, menyampaikan bahwa tersusunnya master plan Sragen Smart City ini merupakan hasil kerja tim dari semua OPD, demikian juga implementasinya nanti melibatkan semua OPD.

Menurutnya, penghargaan ini menjadi tantangan dan dorongan bagi Bumi Sukowati ini untuk mewujudkan enam dimensi smart city yang sudah ditetapkan antara lain Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Society, Smart Living, dan Smart Environment, pungkasnya.

Sumber: www.sragenkab.go.id


  • 0
visitasi 2019

VISITASI BADAN PUBLIK PPID UTAMA KABUPATEN SRAGEN OLEH KOMISI INFORMASI JAWA TENGAH

Category : Berita

Sragen – PPID Utama Kabupaten Sragen dalam hal ini berada di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sragen mendapatkan kunjungan dalam rangka visitasi Pemeringkatan Badan Publik oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Selasa (29/10/2019) bertempat di Ruang Sekretariat PPID Utama Kabupaten Sragen, rombongan dari Komisi Informasi Jawa Tengah dipimpin oleh Bapak Drs. Sosiawan yang merupakan Koordinator Bidang Kelembagaan dan Pelayanan Publik Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah.

Visitasi tersebut merupakan tindak lanjut dari penilaian Self Assesment Questionairre (SAQ) yang telah dikirimkan sebelumnya oleh PPID Utama Kabupaten Sragen. Komisi Informasi melakukan pengecakan data fisik mengenai keterbukaan informasi publik melalui PPID Pembantu.

Komisi Informasi Publik Provinsi Jawa Tengah adalah lembaga yuridiksi yang dibentuk sebagai implementasi penerapan Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Lembaga ini berfungsi menjalankan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar Layanan Informasi Publik dan menyelesaikan Sengketa Informasi Publik melalui Mediasi dan/atau Ajudikasi nonlitigasi.

Sesuai dengan fungsi dan kewenangannya, Komisi Informasi Publik bertugas menerima, memeriksa, dan memutus permohonan penyelesaian sengketa informasi publik melalui mediasi dan atau ajudikasi nonlitigasi yang diajukan oleh setiap pemohon informasi publik yang merasa tidak puas dengan informasi publik yang dimintanya.

Keterbukaan terhadap informasi publik sudah menjadi keharusan dalam sebuah pemerintahan/instansi, terlebih saat ini masyarakat tengah berada dalam era digital, dimana untuk mengakses sebuah informasi dapat dilakukan dengan mudah. Keterbukaan informasi juga merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, PPID Utama Kabupaten Sragen berkomitmen untuk menjadi badan publik yang transparan.

Harapan kedepannya PPID Utama bersama PPID Pembantu bisa maksimal menjadi badan publik yang terbuka, transparan kepada masyarakat.


  • 0
23102019-ki-pusat1-hadiri-serahterima-menkominfo

Menkominfo Johnny: Gerak Langkah dan Capaian Negara Harus Diketahui Masyarakat

Category : Berita

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate yang baru saja menggantikan Rudiantara menyampaikan pesan keterbukaan informasi publik, yaitu setiap gerak langkah dan capaian negara harus dapat diketahui masyarakat. “Semua gerak langkah dan capaian negara harus diketahui oleh masyarakat, bahkan perlu partisipasi masyarakat dalam setiap kebijakannya,” kata Johnny saat penyerahan buku memori jabatan dari mantan Menkominfo Rudiantara di Ruang Anantakupa lt. 8 Gedung Kominfo Jakarta, Rabu (23/10) ,yang dihadiri Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Gede Narayana, Wakil Ketua Hendra J Kede, Ketua Bidang PSI (Penyelesaian Sengketa Informasi) KI Pusat Arif Adi Kuswardono, dan Ketua Bidang Kelembagaan KI Pusat Cecep Suryadi serta Plt. Sekretaris KI Pusat Bambang Sigit Nugroho.

Menkominfo Johnny memastikan akan mentransmisikan semua kebijakan dan capaian pemerintah kepada masyarakat sehingga paham apa yang dilakukan oleh pemerintah. “Saya mendapat pesan dari presiden agar semua ASN meningkatkan pelayanan, permudah yang sulit, jangan sampai membuat masyarakat bingung,” katanya di depan seluruh pegawai Kemenkominfo yang dihadiri Sekjen Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti dan pejabat eselon satu lainnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung soal Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Kemenkominfo yang mencapai Rp 21 Triliun agar dapat meningkat secara signifikan tanpa membuat mitra pelaku usaha dan masyarakat merasa dibebankan. Selain itu, disinggungnya pula mengenai perlunya hubungan yang lebih bersinergi dengan para wartawan sebagai mitra strategis Kemenkominfo.

Sumber: https://komisiinformasi.go.id/


  • 0
sangiran

WAPRES REPUBLIK RAKYAT TIONGKOK WANG QISHAN KUNJUNGI MUSEUM PURBAKALA SANGIRAN

Category : Berita

SRAGEN – Wakil Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Qishan mengunjungi Museum Purbakala Sangiran yang berada di Krikilan, Kalijambe, Sragen, pada Jumat (18/10/2019) sore.

Dalam kunjungan ini, Wapres RRT Wang Qishan beserta rombongan didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Muhammad Effendi dan Wakalpolda Jateng Brigjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi,SH.,S.St.M.K.

Kedatangan Wapres RRT Wang Qishan dan rombongan disambut oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wakil Bupati Dedy Endriyatno serta jajaran Forkopimda Sragen.

Kunjungan yang berlangsung selama 45 menit ini, Wapres RRT Wong Qishan mengelilingi sejumlah ruang display koleksi fosil aneka binatang purba, tumbuh-tumbuhan, manusia purba dan artefak peninggalan masa lalu.

Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Sragen, Muhammad Hidayat mengatakan Wapres RRT Wang Qishan basic-nya adalah seorang sejarawan, beliau tertarik berkunjung ke Museum Sangiran karena ingin tahu seperti apa koleksi benda purbakala dan jenis manusia/hewan purba yang ditemukan disini.

“Beliau tertarik berkunjung karena ada kesamaan manusia purba di Sangiran dengan manusia purba yang ada di Cina,” katanya.

Hidayat menambahkan akan ada rencana kerja sama pengembangan museum purbakala di dua negara.

“Dulu pernah dibicarakan mengenai bentuk kerja sama dalam hal penelitian, pameran bersama, penulisan ilmiah dan lain-lain. Setelah ini rencananya akan dibicarakan lagi bentuk kerja sama itu. Nanti akan ada koordinasi lebih lanjut untuk bahas itu,” jelas Hidayat.

Sementara Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan kunjungan Wapres RRT Wang Qishan ke situs purbakala Museum Sangiran untuk melihat kesamaan jenis manusia purba di Sangiran (Sragen, Indonesia) dengan yang ada di Cina.

“Ya tidak hanya piknik, Wapres Tiongkok mengunjungi Sangiran itu karena ada hal yang sama di Tiongkok dengan di Sangiran,” jelas Bupati Yuni.

Bupati Yuni berharap kunjungan Wapres ke Sangiran itu ada dampak positif terhadap ekonomi di Sragen.

“Saya berharap kunjungan Wapres Tiongkok itu ada peluang investasi untuk Sragen. Kami punya kawasan industri yang luas. Para pengusaha Tiongkok bisa berinvestasi di Sragen. Seperti pabrik mainan, itu bahannya juga dari Tiongkok. Kami terbuka asal jangan buat pabrik petasan di sini,” harap Bupati.


  • 0
smart2

Dari Bimtek Smart City Dinas Kominfo Kabupaten Sragen : SMART CITY, SMART CITIZEN

Category : Berita

SRAGEN- Sragen harus menjadi Smart City, bukan hanya kotanya yang smart. Warganya juga harus smart. Demikian disampaikan Sekda Sragen Tatag Prabawanto, dalam sambutannya.

Birokrasi juga harus smart, tambah Sekda. Tahun 2020 akan ada lomba desa/kelurahan untuk mencari  Desa Smart terbaik. Desa yang memiliki inovasi di berbagai bidang untuk kesejahteraan masyarakatnya.  Hadiah total lebih dari 4 milyar rupiah untuk desa / kelurahan terbaik pertama , kedua, dan ketiga. Hadiah sebesar ini akan diperebutkan oleh 196 desa dan 12 kelurahan.
Banyak aspek penilaian di berbagai bidang, kata Sekda,  bagaimana desa tersebut layak memperoleh gelar sebagai Desa Smart terbaik.
Kedepannya, pembangunan ini benar benar bisa tercapai dengan baik. “Smart birokrasi jalan, Smart Village jalan,” pungkasnya.

Bimtek ini adalah bimtek terakhir, dari rangkaian bimtek yang diadakan oleh Dinas Kominfo sesuai MOU dengan Kementerian Kominfo RI Tentang Gerakan Menuju 100 Smart City. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kominfo Dra. Yuniarti, ketika membuka acara Bimbingan Tekhnis Tahap IV Getakan Menuju 100 Smart City Kabupaten Sragen, Senin (7/10) di Aula Sukowati. Bimtek ini diikuti oleh 120 peserta, yang berasal dari berbagai OPD di Kabupaten Sragen.

Bimtek juga diwarnai penandatanganan Komitment Bersama untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Sragen menjadi salah satu dari 100 Smart City di Indonesia.

Bimtek yang digelar ini menghasilkan tiga quick win ( program unggulan ) Smart City yang dapat dilaksanakan pada tahun 2019.
Diantaranya,  TERMANIS (SISTEM INFORAMASI PERJALANAN DINAS ONLINE).  Sebuah sistem informasi untuk pengadministrasi dan monitoring Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) secara online.
Sistem ini selain mempercepat pengadministrasian SPPD, aplikasi TERMANIS juga bertujuan untuk mencegah terjadinya kesalahan administrasi dalam pembuatan SPPD, seperti tanggal berangkat dan tanggal kembali yang masih sering terjadi double data. Hasil print out SPPD dari aplikasi TERMANIS tidak dapat dipalsu karena dilengkapi dengan QRCODE yang memuat data-data SPPD.

Ada juga SRAGEN PINTAR (APLIKASI INFORMASI SEPUTAR SRAGEN BERBASIS ANDROID). Ini merupakan sebuah aplikasi berbasis android yang memuat berbagai informasi seperti perizinan, pelayanan kependudukan, pelayanan kesehatan, pendidikan, kuliner, pariwisata, fasilitas umum, lowongan pekerjaan.
Aplikasi Sragen Pintar sudah di integrasikan dengan beberapa aplikasi seperti kependudukan dan kesehatan dan dapat diunduh di playstore dan saat ini sudah tersedia versi 2.0.
Sistem ini mempermudah masyarakat untuk memperoleh pelayanan maupun informasi tentang sragen hanya dalam satu aplikasi. Aplikasi ini sudah di link kan dengan beberapa aplikasi pendaftaran online seperti perizinan, poliklinik RSUD Sragen, pelayanan kependudukan seperti akta kematian, akta kelahiran dan pembuatan KIA. Selain itu, aplikasi Sragen Pintar memuat GPS yang memudahkan masyarakat untuk traveling ke berbagai lokasi wisata, hotel, kuliner, sekolah, spbu, bengkel, cuci mobil, ahli kunci, fitness, rental mobil, salon, hingga karaoke keluarga yang ada di Kabupaten Sragen.

Yang ketiga, SIGAP TUNA SOSIAL
(AKSI TANGGAP CEPAT PENANGGULANGAN TUNA SOSIAL)
Ini merupakan sebuah sistem penanganan Masalah Tuna Sosial dengan cepat dan efektif yang dilaksanakan Tim Gerak Cepat Dinas Sosial Sragen dengan memanfaatkan Teknologi Biometrik yang terintegrasi dengan data SIMDUK
Sistem ini mampu memangkas waktu Identifikasi Tuna Sosial yang awalnya butuh waktu 4 sampai 5 hari sampai dapat seluruh data diri mereka, sekarang cukup 5 menit Identitas Tuna Sosial langsung dapat diketahui. Sehingga pengembalian Tuna Sosial tersebut ke keluarganya jauh lebih cepat dan tepat sasaran.


  • 0
2_13

BUKA LOMBA KRENOVA, WABUP DEDY AJAK LEBIH SERIUS KELOLA POTENSI KREATIVITAS DAN INOVASI

Category : Berita

SRAGEN –  Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno mengajak seluruh stakeholder lebih serius dalam bekerjasama mengelola semua potensi kreativitas dan inovasi yang ada di Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten (Subosukawonosraten).

Hal itu diungkapkannya saat membuka kegiatan Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) kategori pelajar se Subosukawonosraten yang tahun ini diselenggarakan di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Senin (30/09/2019).

Menurut Wabup Dedy pengembangan kreativitas dan inovasi dari pelajar ini telah terbukti dapat menghasilkan berbagai produk industry/rekayasa yang cukup potensial dan sangat berguna bagi kehidupan masyarakat.

“Ini bagian dari persiapan menyiapkan generasi untuk masa depan bangsa dengan berpikir kreatif dan inovatif sehingga bisa berkontribusi secara nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Wabup.

Wabup menambahkan krenova merupakan mekanisme yang menitikberatkan pada kreatifitas serta penggalian potensi inovasi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

“Bukan sekedar mencari yang terbaik diantara kita, tapi ini sama – sama persiapkan untuk masa depan. Jika sejak pelajar sudah dibiasakan berfikir kreatif, berfikir inovatif maka saya percaya akan tercipta kegiatan sosial ekonomi yang bernilai tambah dan berdaya saing tinggi dengan bahan baku berbasis lokal dan ramah lingkungan,” imbuhnya.

Diharapkan kegiatan Lomba Krenova kategori pelajar se Subosukawonosraten ni dapat melahirkan juara – juara baru dengan kreatifitas dan inovasi teknologi terbaik.

“Semoga dapat diimplementasikan hingga tingkat internasional serta memiliki manfaat yang berkelanjutan,” harap Wabup.

Dalam laporannya, Kepala BAPPEDA Litbang Sragen Zubaidi mengatakan ada 21 temuan / inovasi dari peserta lomba krenova, “Mereka merupakan perwakilan dari Kabupaten – Kota yang masih berstatus pelajar maksimal Sekolah Menengah Atas atau sederajat”

Zubaidi menambahkan maksud tujuan lomba krenova ini untuk meningkatkan kreativitas dan memfasilitasi hasil – hasil inovasi pelajar se Subosukawonosraten guna mendukung percepatan pembangunan di Jawa Tengah.

Sementara kriteria penilaiannya, Zubaidi memaparkan ada 7 juri yang akan menilai dari aspek originalitas, penerapan di masyarakat, manfaat dan keberlangsungan.


  • 0
detik2

SEMINAR DEWAN TIK 2019

Category : Berita

SRAGEN- Dewan TIK Kabupaten Sragen (DETIKKAB) menyelenggarakan seminar dengan Tema “Peluang dan Tantangan Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0.” yang diadakan di Aula Sukowati, Pemkab Sragen pada hari Selasa (24/9/2019).

Seminar ini membahas mengenai peluang dan tantangan pendidikan dasar di era revolusi industri 4.0. yang diisi oleh  beberapa narasumber yakni Dwiyanto, S.STP,M.Si (Kepala BPPKAD Kab. Sragen selaku Ketua Pelaksana Dewan TIK Sragen), Bambang Dwi Anggono, S.Sos., M.Eng (Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kemkominfo RI), Rohmad Nur Cahyo / Ryo Juara (BPC HIPMI Surakarta).

Dra. Yuniarti, MH Selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Sragen, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan rangkaian untuk memberdayakan Sumber Daya Manusia dibidang TIK, semua pihak diharapkan bisa bersama mengikuti kemajuan teknologi yang semakin berkembang.

Seminar yang diikuti 150 peserta dari berbagai dinas meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas PPKB PPPA, Dinas Koperasi dan UKM, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, Bappeda dan Litbang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Inspektorat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perhubungan, Dinas Peternakan dan Perikanan, UPTPK, SATPOL PP, RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, Dinas Arsip dan Perpustakaan, DPMPTSP, Dinas Tenaga Kerja, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Cabang Sragen, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Sragen, Ketua Dewan Riset Daerah, Ketua MGMP TIK, Ketua Komunitas Wong Sragen, Gapura Digital, Komunitas OCS, Ketua Sragen Kreatif Forum Kab. Sragen, dan Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Wilayah Solo Raya.

Dengan diadakannya seminar ini diharapkan semua pihak dapat mengetahui peluang dan tantangan menghadapi era revolusi industri 4.0, dan juga agar semua elemen pemerintahan tidak tertinggal dengan perkembangan teknologi.


  • 0
selosiaa

INDAHNYA KEBUN BUNGA CELOSIA SANGIRAN SRAGEN

Category : Berita

SRAGEN – Kebun Bunga Celosia Family Sangiran di Dukuh. Krikilan RT/08, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen menjadi salah satu obyek wisata yang layak dikunjungi. Lokasinya yang cukup mudah untuk dijangkau. Hanya sekitar 10 kilometer dari kota Solo atau sekitar 30 kilometer dari kota Sragen. Atau 500 meter di sebelah barat Museum Manusia Purba Sangiran.

Hanya dengan membeli tiket masuk Rp. 5000, pengunjung bisa menikmati spot – spot foto dengan latar belakang bunga warna-warni yang disusun menyerupai crop circle. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa berfoto di spot lain yang tak kalah menarik seperti susunan batang bambu berpadu dengan kukusan yang dibentuk seperti lorong, bale-bale di tengah lingkaran bunga, karangan bunga berbentuk love, dan lain-lain.

Supriyanto (33), pemuda asal Simo, Boyolali yang sebelumnya pernah berperan dalam pembuatan Kebun Bunga Matahari di kawasan Simo ini kemudian berinisiatif membuka Kebun Bunga Celosia Sangiran di Desa Krikilan. Dengan menyewa lahan tegalan di Desa Krikilan kini usaha itu berhasil dikembangkan dan diresmikan pada akhir April lalu.

Menurut penjaga taman, pengunjung paling banyak di sore hari dan hari libur, penjaga Taman bunga Celosia Sangiran juga menuturkan taman ini masih dalam tahap renovasi untuk menyambut natal dan tahun baru, ujar Paijo (33).

Masyarakat sekitar juga berharap dengan adanya Kebun Bunga Celosia Family Sangiran bisa menambah perekonomian masyarakat. Dengan menjual makanan ringan dan minuman di sekitar kebun bunga.