Category Archives: Berita

  • 0
selosiaa

INDAHNYA KEBUN BUNGA CELOSIA SANGIRAN SRAGEN

Category : Berita

SRAGEN – Kebun Bunga Celosia Family Sangiran di Dukuh. Krikilan RT/08, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen menjadi salah satu obyek wisata yang layak dikunjungi. Lokasinya yang cukup mudah untuk dijangkau. Hanya sekitar 10 kilometer dari kota Solo atau sekitar 30 kilometer dari kota Sragen. Atau 500 meter di sebelah barat Museum Manusia Purba Sangiran.

Hanya dengan membeli tiket masuk Rp. 5000, pengunjung bisa menikmati spot – spot foto dengan latar belakang bunga warna-warni yang disusun menyerupai crop circle. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa berfoto di spot lain yang tak kalah menarik seperti susunan batang bambu berpadu dengan kukusan yang dibentuk seperti lorong, bale-bale di tengah lingkaran bunga, karangan bunga berbentuk love, dan lain-lain.

Supriyanto (33), pemuda asal Simo, Boyolali yang sebelumnya pernah berperan dalam pembuatan Kebun Bunga Matahari di kawasan Simo ini kemudian berinisiatif membuka Kebun Bunga Celosia Sangiran di Desa Krikilan. Dengan menyewa lahan tegalan di Desa Krikilan kini usaha itu berhasil dikembangkan dan diresmikan pada akhir April lalu.

Menurut penjaga taman, pengunjung paling banyak di sore hari dan hari libur, penjaga Taman bunga Celosia Sangiran juga menuturkan taman ini masih dalam tahap renovasi untuk menyambut natal dan tahun baru, ujar Paijo (33).

Masyarakat sekitar juga berharap dengan adanya Kebun Bunga Celosia Family Sangiran bisa menambah perekonomian masyarakat. Dengan menjual makanan ringan dan minuman di sekitar kebun bunga.


  • 0
wtn1

SRAGEN KEMBALI MERAIH PENGHARGAAN WAHANA TATA NUGRAHA

Category : Berita

SRAGEN – Kementerian Perhubungan (Kemhub) memberikan penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2019 kepada 92 pemerintah daerah (Pemda). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Minggu (15/9) di JCC Senayan, Jakarta dalam rangka peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2019.

Penyerahan dilakukan di Plenary Hall JCC, Jakarta Pusat. Acara yang digelar 2 tahun sekali itu dihadiri seluruh kepala daerah yang menerima penghargaan.

Sebagai informasi, penghargaan Wahana Tata Nugraha diberikan berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan dengan objek penilaian meliputi bidang lalu lintas (bobot nilai 20 persen), bidang angkutan umum (15 persen), bidang sarana transportasi darat (25 persen), bidang prasarana transportasi darat (15 persen), dan bidang umum (25 persen).

Wakil Bupati Sragen Dedi Endriyatno menerima secara langsung penghargaan Wahana Tata Nugraha Tanpa Catatan bersama 38 kota/kabupaten lainnya.

 

Sumber : dirangkum dari berbagai sumber


  • 0
pasartambak

KEUNIKAN PASAR TAMBAK SRIBIT

Category : Berita

SRAGEN – Dukuh Tambak, Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, ternyata menyimpan cerita yang menarik. Tiap bulan suro bertepatan dengan malam Jumat Wage, ada suatu tempat yang diyakini sebagai lokasi penambatan perahu Joko Tingkir yang hingga sekarang dijadikan sebagai tempat jual beli yang dikenal atau masyarakat biasa menyebutnya dengan Pasar Tambak.

Tatanan Kehidupan dan Ekonomi Pasar Tambak sudah terpatri dihati warga tambak utamanya di Pasar Tambak, ‘Yen to laku rukun iku agawe santoso, crah congkrah agawe bubrah’. Di Pasar Tambak masyarakat disana adem ayem mereka ‘ngugemi temen welinge poro winasis’ yaitu dagangan boleh sama namun rejeki tiap orang berbeda-beda.

Setiap Suro tradisi menjual peralatan rumah tangga terutama dari bambu dan tanah di gelar di Pasar Tambak. Uniknya didalam pasar tersebut semua dagangan yang dijual berupa peralatan rumah tangga, pertanian seperti caping, tenggok, tumbu, beruk (penakar beras) dan alat peternakan seperti pecut, tali, pathok yang semua bahan dasarnya terbuat dari bambu. Proses jual beli Pasar Tambak ini dilakukan tanpa tawar menawar, hal inilah yang menjadi unik dan berbeda dengan pasar pada umumnya. Dengan tidak ada tawar menawar ini diyakini akan membawa berkah atau barokah antara penjual dan pembeli.


  • 0
pasar tambak

HADIRI SRAWUNG PASAR TAMBAK, BUPATI : INI URI – URI BUDAYA YANG HARUS DIGALAKKAN

Category : Berita

SRAGEN – Gelar Budaya dan Seni pertunjukkan rakyat bertajuk “SRAWUNG PASAR TAMBAK” yang digelar warga Dk. Tambak, Ds. Sribit, Kec. Sidoharjo, bersama FK Metra Sukowati dan Diskominfo Kab. Sragen menuai banyak pujian dan apresiasi positif.

Pasar Tambak atau biasa disebut Pasar Suro ini hanya ada sekali setahun di Bulan Muharram atau Suro yakni pada tiap malam Jumat Wage. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini Pasar tambak digelar selama 2 hari sejak Rabu (4/9/2019) sampai Kamis (5/9/2019).

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang hadir pada hari terakhir penyelenggaraan Pasar Tambak ini mengaku kagum dengan kreativitas warga yang mempromosikan kekayaan seni, adat dan budaya setempat kepada khalayak luas.

Oleh karena itu Bupati Yuni menginginkan tahun depan agar diselenggarakan lebih besar dan meriah lagi.

“Nanti waktu Kabupaten Sragen mengadakan karnaval saya minta Pasar Tambak dan Kirab budaya di Brojodento untuk dihadirkan,” pinta Bupati Yuni.

Menurutnya, tiap desa di Kabupaten Sragen mempunyai ciri khas masing-masing.

Selain melestarikan budaya yang sudah ada, ini juga merupakan uri-uri budaya yang harus digalakkan.

“Festival yang diadakan rakyat yang harus didukung dan harus lebih bagus lagi kedepannya,” lanjut Bupati Yuni.

Sementara Bayan Dk. Tambak, Ketut Sujarwo mengatakan Pasar Tambak ini sudah terselenggara secara turun-temurun sejak ratusan tahun yang lalu.

Ia menjelaskan salah satu tradisi di Pasar Tambak ini pembeli tidak boleh menawar harga barang yang ada di pasar tersebut. Hal itu karena sudah tradisi dari nenek moyang terdahulu.

“Jadi memang berbeda, semisal di pasar umum harganya Rp 5.000 disini bisa Rp 7.000 dan tidak boleh ditawar,” terang Jarwo.

“Dulu ketika ada Pangeran Giri Noto ingin membeli barang-barang di Pasar Tambak, ia tidak pernah menawar, harga berapapun pasti dibeli,”jelasnya.

Selain itu keunikan lain yang ada di Pasar Tambak, diantaranya adalah ciri khas cinderamata seperti Pecut, dadung, dan pathok dari bambu.

Sejak pintu masuk Dukuh Tambak, beragam anyaman bambu hiasi sepanjang jalan menuju pasar suro ini.

Beragam pertunjukan seni, karnaval budaya, Kirab tumpeng raksasa hingga gunungan sayur bumi dan alat dapur berbahan dasar bambu juga meriahkan acara ini.

Sumber: http://www.sragenkab.go.id/berita-1825.html


  • 0
sribit2

RANGKAIAN ACARA SENI PERTUNJUKAN RAKYAT, SRAWUNG PASAR TAMBAK

Category : Berita

SRAGEN – Seni Pertunjukan Rakyat bertajuk ‘SRAWUNG PASAR TAMBAK’ yang akan diselenggarakan oleh FK Metra Sukowati bekerjasama dengan masyarakat Ds. Sribit, Kec. Sidoharjo dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Sragen. Acara ini akan berlangsung tanggal 4 – 5 September 2019 pukul 15.00 WIB – selesai, bertempat di Pasar Tambak Desa Sribit, Kec. Sidoharjo, Kab. Sragen.

Acara yang diselenggarakan untuk melestarikan budaya ini akan dimulai tanggal 4 September 2019 pukul 15.00 WIB dibuka dengan penampilan dari Sanggar Bromastra pukul 15.20 – 17.00 WIB, dilanjutkan penampilan dari Sanggar SS pada pukul 18.00 – 19.00 WIB, Kurawa Voice Solo akan tampil pada pukul 19.20 – 20.00 WIB, disusul dengan penampilan dari Sanggar Srikandi pukul 20.00 –  21.00 WIB, dan penampilan terakhir untuk tanggal 4 September 2019 adalah Wayang Cokek pukul 21.00 – 23.00 WIB, serangkaian acara tersebut akan dilaksanakan di Pasar Tambak, Desa Sribit, Kec. Sidoharjo, Kab. Sragen.

Bukan hanya itu, acara Seni Pertunjukan Rakyat ‘SRAWUNG PASAR TAMBAK’ akan berlangsung selama 2 (dua) hari, pada tanggal 5 September 2019 pukul 14.30 – 15.00 WIB dilakukan pembukaan di Balai Desa Tambak, dilanjutkan Pemberangkatan Kirab dari Balai Desa Tambak – Pasar Tambak pada pukul 15.00 – 16.00 WIB. Kirab akan di sambut oleh Bupati dan di iringi Rodat Kalijambe dan Rebana Tambak di Pasar Tambak pukul 16.00 – 16.30 WIB. dilanjutkan acara Kendurian, Sambutan Panitia dan Sambutan Bupati pada pukul 16.30 – 17.30 WIB. Pertunjukan seni akan dilaksanakan pada pukul 19.30 – 20.30 WIB dengan penampilan Reog Paes Wetan, dilanjutkan penampilan dari Buto Gedruk Boyolai pukul 20.30 – 21.10 WIB, Tayuban pada pukul 21.10 – 22.10 WIB, dan Acara Seni Pertunjukkan Rakyat ‘SRAWUNG PASAR TAMBAK’ akan ditutup dengan penampilan Ketoprak Sedap Malam pukul 22.10 WIB – Selesai.


  • 0
hilirisasi

HILIRISASI RISET 2019 KABUPATEN SRAGEN

Category : Berita

SRAGEN – Bappeda Litbang Kabupaten Sragen telah melaksanakan kegiatan Hilirisasi Riset Kabupaten Sragen tahun 2019. Dengan mengambil tema “Sosisalisasi dan Implementasi Hasil Riset” dan pelatihan kepada masyarakat di Kabupaten Sragen. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari senin 02/09 di Aula OpsRoom Setda Kabupaten Sragen dari pukul 08.00 WIB – selesai. Acara ini dilaksanakan guna memasarkan produk penggorengan PROFRY dan pengenalan alat penggorengan yang ramah lingkungan. PROFRY adalah penggorengan yang menggunakan teknik pengabutan. Teknik yang sudah diuji lebih hemat dan efisien dalam menggunakan minyak untuk menggoreng. Teknik ini dapat mengurangi pengunaan minyak sampai 90%.

Masyarakat Sragen sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Serta menyimak dengan seksama cara pemakaian penggorengan PROFRY yang memiliki banyak manfaat, yaitu lebih hemat karena menggunakan minyak dalam jumlah sedikit, tentu menggoreng atau sangrai dengan PROFRY mampu membuat makanan yang dihasilkan rendah kolestrol dan lebih krispy. Lalu  alat ini juga mampu menghasilkan makanan matang dengan sempurna, sehingga tidak perlu capek-capek menggoreng dengan wajan dan menggoreng dengan metode pengabutan juga tidak menghasilkan residu.

PROFRY hasil karya inovasi dari 2 Guru Honorer SMA N 1 Plupuh oleh Rina Widyawati (39), dan Niken Tantiningtyas (27), pada tahun 2017. Kini Profry diproduksi massal dengan difasilitasi Inkubator Bisnis dan Teknologi Sragen Technopark di bawah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Technopark Ganesha Sukowati (TGS) Sragen.

Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi PROFRY diharapkan masyarakat yang menggunakan produk ini bisa meminimalisir penggunaan minyak berlebih sehingga menghidarkan pengguna PROFRY dari kolestrol.


  • 0
pasar sribit

SENI PERTUNJUKAN RAKYAT, SRAWUNG PASAR TAMBAK

Category : Berita

SRAGEN – Seni Pertunjukkan Rakyat bertajuk “SRAWUNG PASAR TAMBAK” yang akan diselenggarakan oleh FK Metra Sukowati bekerjasama dengan masyarakat Ds. Sribit, Kec. Sidoharjo dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Sragen. Acara ini akan berlangsung tanggal 4-5 September 2019 pukul 15.00 WIB – selesai, di Pasar Tambak Desa Sribit, Kec. Sidoharjo, Kab. Sragen.

Acara dibuka dengan Kirab Tumpeng Raksasa dan Karnaval Budaya yang dimeriahkan oleh Sinden Duo Rini. Sebelumnya acara ini diadakan 8 tahun (sewindu) sekali yang bertepatan pada 1 Suro di hari Jumat Wage. Mulai tahun 2019 dan tahun berikutnya, acara ini akan dijadikan sebagai acara rutin setiap tahunnya.

Rangkaian acara tersebut menampilkan berbagai kesenian dari berbagai sanggar, pada hari Rabu Tanggal 4 September 2019, menampilkan Sanggar Srikandi, Sanggar Tari Bromastra, Kurawa Voice Solo, Wayang Cokek Sragen. Hari Kamis, Tanggal 5 September 2019, menampilkan Opening Kirab Tumpeng Raksasa Dan Karnaval Budaya, Sanggar Tancep Karangmalang Sragen, Rodat Saren Kalijambe, Reog Pass Wetan Gondang, Buto Gedruk Sanggar Yaskid Pandan Wijaya Boyolali, Seni Tayub Kossasi Sidoharjo, dan ditutup dengan Kethoprak Sanggar Sedap Malam Sragen. Dengan adanya acara Srawung Pasar Tambak ini, semoga masyarakat bisa termotivasi untuk nguri-uri budaya jawa yang saat ini mulai luntur dan ditinggalkan oleh generasi milenial.


  • 0
WhatsApp Image 2019-08-28 at 14.55.08

Peringatan HUT RI Ke-74 Kabupaten Sragen

Category : Berita

Rangkaian Peringatan HUT RI Ke-74 Kabupaten Sragen Tahun 2019 1. Lomba Memasak Sambel Tumpang 2. Lomba Vocal Group 3. Lomba Senam Germas Kreasi Sukowati 4. Karnaval “Guyub Rukun”


  • 0
flinstone

GUBERNUR GANJAR USULKAN ADA FLINSTONES DAN JURASSIC PARK DI KAWASAN SANGIRAN

Category : Berita

SRAGEN – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan pembangunan perkampungan seperti film Flintstones dan Jurassic Park di kawasan Museum Purbakala Sangiran, Kecamatan Kalijambe, Sragen.

Hal tersebut agar menjadi salah satu bentuk pengembangan daya tarik minat wisatawan.

“Saya usul saja, agar menarik bagaimana kalau di sini dibuat taman purbakala yang ngepop, yang banyak orang suka. Kalau bicara kepurbakalaan yang ngepop, contohnya ya seperti Flintstones dan Jurassic Park,” ujar Gubernur Ganjar saat memberi arahan pada Rapat Pengembangan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Solo-Sangiran di Venue Museum Purbakala Sangiran, Sragen, Senin (19/8/2019) sore.

Ia mengungkapkan bahwa Museum Purbakala Sangiran menjadi salah satu dari empat destinasi wisata di Jawa Tengah yang akan digarap serius oleh pemerintah pusat dan daerah guna meningkatkan jumlah kunjungan wisata.

Terkait dengan hal itu, orang nomor satu di Jawa Tengah ini mengaku sudah berkali-kali dipanggil oleh Presiden Joko Widodo guna mengetahui pengembangan empat destinasi wisata unggulan di Jateng, yakni Candi Borobudur, Dataran Tinggi Dieng, Kepulauan Karimunjawa, dan Museum Purbakala Sangiran Sragen, yang diakuinya sampai sekarang pengembangannya belum optimal.

“Museum Sangiran ini termasuk dalam destinasi unggulan di Indonesia, namun mohon maaf, kalau hanya seperti ini, tidak akan cukup,” jelasnya.

Ia menjelaskan jika Museum Purbakala Sangiran selama ini hanya menarik bagi para peneliti dan arkeolog saja. Sementara untuk aktivitas wisata, Sangiran masih sangat kurang terkenal dan tidak banyak dikunjungi oleh wisatawan.

“Sangiran jangan hanya untuk peneliti, harus dikonsep dan dikembangkan agar semua wisatawan tertarik berkunjung ke sini. Kegiatan dan atraksi budaya memang penting disiapkan,” terangnya.

Menurutnya di sekitar Museum Purbakala Sangiran sangat memungkinkan untuk dibuat wahana seperti  film Flintstones dan Jurassic Park. Tentunya, tidak perlu sama persis dan harus tetap mengedepankan kearifan lokal setempat.

Gubernur berharap dengan adanya lokasi yang menarik, maka anak-anak akan senang berkunjung ke lokasi yang ditambahi dengan aneka kegiatan berburu benda purbakala.

“Kalau itu ada, tentu orang akan tertarik datang ke sini. Selama ini, orang ke Sangiran kan hanya melihat kerangka saja, ya menurut saya kurang menarik, harus ada percepatan agar kawasan Sangiran semakin terkenal. Ide-ide segar memang dibutuhkan untuk mengelola kawasan ini,” pungkasnya.

Rapat Pengembangan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Solo-Sangiran di Museum Purbakala Sangiran juga dihadiri Deputi Kemaritiman Agustina Murbaningsih, Asisten Deputi Infrastruktur Pelayaran, Perikanan dan Pariwisata Rahman Hidayat, sejumlah pejabat kementerian lainnya, perwakilan Pemerintah Daerah Sragen, Karanganyar, dan Malang.

Sumber: http://www.sragenkab.go.id/


  • 0
sma 2

MENGGALI POTENSI PELAJAR DAN MASYARAKAT DALAM LOMBA KRENOVA KABUPATEN SRAGEN 2019

Category : Berita

Sragen – Penghargaan Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (KRENOVA) adalah bentuk apresiasi dari para mitra dan inovator yang secara nyata mendukung dalam memajukan produk inovasi untuk masyarakat luas. Sebagaimana tujuan awal bahwa fasilitasi Penyelenggaraan Lomba Krenova tidak hanya berhenti pada pemberian penghargaan saja, tetapi para pemenang lomba diberikan fasilitasi dan pembinaan, serta pendampingan menuju Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), melalui kolaborasi antar lembaga penelitian, inkubator, Technopark dan Kabupaten/Kota. Selain itu, para peserta Lomba Krenova juga mendapatkan beberapa fasilitasi lanjutan, antara lain Pelatihan HKI, Hilirisasi Teknologi, Business Technology Center (BTC), Diseminasi dan Penyertaan Pameran, Layanan Inkubasi serta fasilitasi dalam program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dari Kemenristekdikti. Dalam upaya meningkatkan kreativitas di bidang inovasi masyarakat perlu didorong untuk dapat menciptakan, merekayasa alat/produk yang dapat bermanfaat bagi masyarakat melalui lomba Krenova. Oleh karena itu, masyarakat perlu dipacu agar secara nyata dapat lebih kreatif dan inovatif, sehingga berkontribusi secara nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lomba Krenova Kabupaten Sragen tahun 2019 yang diselenggarakan selama 2 (dua) hari, hari Rabu dan Kamis, tanggal 24 – 25 Juli 2019, dibagi menjadi 2 (dua) kategori, pelajar dan umum. Peserta dari pelajar berjumlah 32 (tiga puluh dua) karya, sedangkan dari umum 14 (empat belas) karya, dengan total peserta 72 (tujuh puluh dua) orang. Yang terbagi dalam kelompok perorangan maupun kelompok. Tema Lomba Krenova meliputi bidang pertanian dan pangan, Rekayasa, Bidang IT, Kelautan dan perikanan, Energi dan lingkungan, Pendidikan dan sosial. Dari berbagai kategori ini akan dipilih Juara 1,2,3 dan harapan 1.

Pemenang/Juara Lomba Kreatifitas dan Inovasi Kabupaten Sragen Tahun 2019 ditetapkan dengan Keputusan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sragen Nomor 072.1/1375/034/2019 tanggal 26 Juli 2019 tentang Pemenang/Juara Lomba Kreatifitas dan Inovasi Kabupaten Sragen Tahun 2019 adalah sebagai berikut :

Kategori Pelajar

Juara 1 dari SMA N 2 Sragen, atas nama Farid Nur Raidananda, Dega Rofiyantama, dan Adil Fathi Setiono, dengan judul Sistem Rumah Pintar Smart Home, Bidang Teknologi Informasi.

Juara 2 dari SMP N 1 Sragen, atas nama Arfian Nova Hermawan dan Hosana Andy Kurniawan, dengan judul SEPI (Seed Planting Device), Bidang Rekayasa dan Manufaktur.

Juara 3 dari SMA N 3 Sragen, atas nama Amelia Risanti Hafsha dan Najla Ghinada Vhinasty, dengan judul Pembuatan Abon Bonggol Pisang Klutuk (ABOLPISTUK), Bidang Rekayasa dan Manufaktur.

Juara Harapan dari SMA N 1 Plupuh, atas nama Laras Setyo Panganthi, dengan judul KUBINOL (Kompor Uap Bio Ethanol), Bidang Rekayasa dan Manufaktur.

Kategori Umum

Juara 1 dari Umum, atas nama Inas Nabila Alhari dan Amelia Adiputri Diansari, dengan judul Rekayasa Pembuatan Sedotan Bungan Tebu (SEBAT), Bidang Pertanian dan Pangan.

Juara 2 dari Disdukcapil, atas nama Sinung, BS, dengan judul ATM (Anjungan Tempat Mencetak Kartu Identitas Anak), Bidang Teknologi Informasi.

Juara 3 dari Umum, atas nama Muhammad Ilham Alhari, Muhammad Yusuf N, dan Amanda Ardelia, dengan judul Water Level Monitoring yang terintergrasi dengan Aplikasi OIT (Internet OF Thing) untuk Penanganan Bencana Kekeringan di Kabupaten Sragen, Bidang Teknologi Informasi.

Juara Harapan dari Umum, atas nama Ahmad Yasir M, dengan judul Kompor Rakyat, Bidang Rekayasa dan Manufaktur.

Keputusan ini ditandatangai oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sragen, Ir. Zubaidi, MM.

Lomba Kreatifitas dan Inovasi Kabupaten Sragen diharapan bisa menggali potensi putra daerah Sragen untuk berkreativitas  dan berinovasi sehingga berkontribusi secara nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sragen khususnya.