Category Archives: Berita

  • 0
sos 1

SOSIALISASI INTERNET SEHAT DAN AMAN

Category : Berita

Sragen – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sargen melaksanakan Sosialisasi tentang Internet Sehat dan Aman, Kamis (20/02/2020). Kegiatan tersebut dilaksanakan menyusul Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan Peraturan Bupati Sragen no 95 tahun 2016 tentang Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja  Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sragen.

Maksud dan tujuan pelaksanaan sosialisasi adalah agar generasi muda khususnya siswa siswi SMP terutama pengurus OSIS SMP se Kecamatan Mondokan, Kecamatan Sukodono dan Kecamatan Sumberlawang mendapat pengetahuan tentang tata cara berinternet sehat dan aman sesuai dengan perkembangan teknologi infomasi yang pesat.

Pemanfaatan internet telah mengubah pola hidup masyarakat dalam berkomunikasi, belajar, bekerja dan aspek lainnya. Saat ini masyarakat lebih banyak menggunakan internet dalam berkomunikasi seperti surat elektronik serta jejaring sosial yang dianggap lebih efektif. Demikian juga informasi yang didapatkan semakin terbuka baik konten positif dan konten negatif.

Pengaruh konten negatif sudah sering dilihat diberbagai media berupa pencemaran nama baik, pemuatan gambar porno, penipuan, perjudian, dan berita bohong. Untuk menghindari kejahatan media sosial, penggunaan internet sehat dan aman perlu ditanamkan semenjak dini melalui pembelajaran etika berinternet secara sehat.

Dra. Yuniarti,M. H. selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sragen didampingi Endi Herujanto, S. Pd. M. M. Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mondokan dalam Sosialisasi Internet Sehat dan Aman. Ibu Kepala Dinas mengingatkan agar anak-anak pemakai smartphone supaya berperilaku positif atau sehat dengan memiliki etika saling menghargai tidak saling menjelekkan, tidak terhasut dan digunakan dengan bijak dengan membatasi diri dan tidak tersesat dalam berselancar didunia maya. Beliau berpesan kepada adik-adik yang mengikuti sosialisasi ini akan menjadi duta dalam menggunakan internet sehat.

Acara yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Mondokan diikuti sekitar 150 peserta dari 10 SMP yang terdiri dari pengurus OSIS SMP se Kecamatan Mondokan dan Kecamatan Sumberlawang. Sebagai narasumber adalah Budi Yuwono, S. Kom, M. Eng dan Dwiyanto, SSTP, M.Si. dalam kesempatan ini Budi Yuwono, S. Kom. M. Eng sebagai narasumber menyampaikan bahwa internet sehat internet hebat itu ditandai dengan menciptakan informasi dan menjadi sumber inspirasi baru yang menambah nilai value dan jejaring. Beliau jg menyampaikan contoh kasus pelanggaran UU ITE di Sragen dengan contoh korban game online. Dengan memberi solusi kecanduan game yaitu dengan mengatur waktu dengan baik (diusahakan kurang dari 3 jam sehari), gunakan internet sesuai kebutuhan (menambah jejaring, studi dan komunikasi), cerdas menyaring informasi (tidak mudah menerima dan menyebarkan berita) dan hindari situs-situs negatif (pornografi kekerasan dan sara).

Tips dalam berinternet sehat sebagai berikut :

S : Save Jangan sembarangan memberikan identitas diri pada orang asing

M : Meeting hati hati jika bertemu dengan orang yang baru kenal lewat internet

A : Accept Hati hati menerima permintaan pertemanan,menerima email file yang berisi spam

T : Tell Katakan kepada teman atau saudara jika ada kejanggalan

Peserta sosialisasi sangat antusias dengan menyakan berbagai hal seputar tema yang diangkat, antara lain : bagaimana penanganan kenakalan remaja, apa dampak positif dan negatif penggunaan internet. bagaimana pindah dari game online ke game tradisional? perlu tahapan dan proses. Bagaimana mengalihkan ke kuis atau game mendidik. Cara membedakan berita hoax dan fakta? Sumbernya jelas atau tidak. Bahasa yang dipakai bombastis atau tidak. Silahkan buka link di google untuk cek hoax atau tidak.

Harapannya dengan kegiatan sosialisasi ini para peserta dapat mengetahui manfaat dari internet dan mengetahui sisi negatifnya, serta dapat mengembangkan potensi melalui adanya internet. Diharapkan generasi muda dapat mengetahui dampak positif dan negatif dalam berinternet. Dan dengan berbekal pengatahuan ini mudah-mudahan kita bisa terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. (DISKOMINFO/Y/R)


  • 0
GG 5

2nd GOVERNMENT GATHERING ON GOOD AND GREEN GOVERNMENT 2020 DI YOGYAKARTA

Category : Berita

Yogyakarta – Good dan green government menjadi pembahasan utama dalam Government Gathering yang digelar di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (18/2). Sebanyak 12 pemerintah kabupaten dan pemerintah kota di Indonesia yang hadir di antaranya, Bantul, Kota Jogja, Kulon Progo, Gunungkidul,  Salatiga, Lombok Barat, Lombok Timur, Sragen, hingga Sabang. Korupsi, kolusi, nepotisme serta isu lingkungan dinilai berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah.

Rektor UMY Gunawan Budiyanto dalam sambutannya mengatakan, perguruan tinggi sebagai pilar bangsa harus menciptakan mahasiswa menjadi regenerasi penyelenggara negara yang baik. Menurut dia UMY berusaha menunjukkan good government melalui hubungan teori perkuliahan dengan realitas yang ada. Dalam kesempatan yang sama Rektor UMY, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P, IPM juga menyampaikan bahwa UMY perlu melakukan networking bersama bupati, walikota, kepala daerah maupun lembaga pemerintah untuk bersama-sama bahu membahu melaksanakan pembangunan. “Government Gathering on Good and Green Governance ini menjadi sebuah bentuk penghargaan kami kepada pemerintah daerah mitra kerjasama UMY serta civitas akademika UMY atas komitmen, kerjasama, dan kerja kerasnya dalam membangun dan mengembangkan daerah. Kegiatan ini juga ditujukan untuk memetakan potensi daerah dan mempertemukannya dengan para akademisi di kampus, guna menghasilkan suatu ide inovasi agar potensi yang dimiliki oleh daerah dapat lebih dikembangkan lagi demi kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat daerah,” ungkap Gunawan.

Sementara itu, Wakil Rektor UMY bidang Kerjasama dan Internasional, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc, mengungkapkan bahwa sebelumnya UMY telah melakukan pertemuan dengan beberapa kepala daerah. Untuk memetakan dan mencari solusi dari problem yang dihadapi oleh masyarakat di daerah. Dalam pertemuan tersebut selain ditemukan persoalan mengenai korupsi, kolusi, nepotisme, dan kebijakan pemerintah dalam hal isu lingkungan, juga ditemukan isu mengenai kurangnya perhatian mengenai kesehatan terhadap masyarakat terpencil di daerah.

“Menanggapi pertemuan dengan beberapa kepala daerah tersebut, maka kedepannya kami berencana untuk membuat KKN untuk mahasiswa kedokteran yang akan ditempatkan di daerah kepulauan terpencil di Indonesia. Di samping karena mahasiswa jurusan kedokteran mungkin selama ini tidak pernah melaksanakan program KKN, hanya praktik kerja lapangan di rumah sakit. Selain itu juga karena menurut kami untuk saat ini kebanyakan dokter hanya berpusat di pulau Jawa saja, jadi di daerah terpencil kurang diperhatikan. Padahal sebenarnya masyarakat yang lebih sering membutuhkan tenaga medis itu adalah masyarakat yang jauh dari rumah sakit. Hal ini tentu saja dapat menjadi bentuk kontribusi baru dari UMY untuk masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di daerah terpenci,” tutup Nurmandi.

Government Gathering Sebagai Wadah Kerjasama UMY Dengan Pemerintah yaitu dengan dilakukan penandatanganan MoU sebagai komitmen mewujudkan green government di wilayah Indonesia. Isu perubahan iklim sangat penting dan menjadi sorotan masyarakat hingga internasional.

Dalam kesempatan ini merupakan kesempatan bagi civitas akademika UMY dan Pemerintah Daerah untuk dapat saling bertukar pengalaman, diskusi, dan berkolaborasi tentang Good and Green Governance. Untuk mengembangkan kerjasama serta memberikan terobosan bagi masyarakat daerah dalam menyelesaikan berbagai problem tersebut.

Government Gathering yang ke-2 ini mengangkat tema G5 (Government Gathering on Good and Green Governance) dengan Tagline “Better Government for Better Environment”. Ada tiga sesi dalam acara ini yaitu sesi pertama yang diawali dengan pembukaan, sambutan, dan penandatanganan MoU, sesi kedua yaitu diskusi tentang Good Governance bersama Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP lalu dilanjutkan sesi ketiga yaitu diskusi tentang Green Governance bersama Gubernur DKI Jakarta H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D melalui teleconference. Selain itu juga turut hadir Kepala Daerah dari berbagai kota di Indonesia, seluruh rektor universitas di Yogyakarta, dan Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah di Yogyakarta.

Bupati Sragen Hj. dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati berkempatan memberikan pemaparan mengenai pelaksanaan Good Governance di Era Disruptive pada Kabupaten Sragen, dengan tema Implementasi Pelaksanaan Good Governance di Kabupaten Sragen. Beliau menyampaikan penerapan 9 prinsip Good Governance yaitu partisipasi masyarakat, tegaknya supremasi hukum, transparansi, peduli pada stakeholder/dunia usaha, kesetaraan, berorientasi pada konsensus, efektifitas dan efisiensi, akuntabilitas dan visi strategi. Dan hasil dari pelaksanaan Good Governance antara lain penurunan kemiskinan dengan persentase penduduk miskin Tahun 2016 : 14,38%,dan pada tahun 2019 turun menjadi 12,79%. Yang kedua adalah predikat WTP & nilai LKJiP “B” dan Kabupaten Sragen mendapat predikat WTP selama 4 tahun berturut-turut. Nilai LKJiP Tahun 2017 : CC, pada tahun 2018 naik menjadi B. Ketiga adalah Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan publik tahun 2019 : 79,12%. Yang keempat Angka Kematian Ibu & Bayi target AKI Tahun 2021 : 100, AKB Tahun 2021 : 6,85, realisasi AKI : 42,1, AKB : 6,87 (Oktober 2019).kelima adalah 62 penghargaan di raih kabupaten Sragen selama kurun waktu 4 tahun (2016-2019) baik penghargaan tingkat Provinsi maupun Nasional.

Dalam kegiatan tersebut juga tersedia stan-stan dari berbagai daerah maupun lembaga pendukung acara tersebut. Sragen berkesempatan membuka stan dengan menggandeng para “Komunitas Ekraf” yang ada di Kabupaten Sragen, yaitu komunitas yang menghasilkan karya-karya handmade. Komunitas Ekraf didukung oleh produk-produk dari WSG WOODENWATCH dengan produksi jam kayunya oleh Budi, produk Decoupage craf oleh Rima Anomsari, Kokedama adalah bola tanah yang ditutupi lumut dan tempat tanaman hias khas dari Jepang oleh Teniyarti, Goyor oleh Amyta Batik Desa Pilang, Kecamatan Masaran. Komunitas ekraf ini juga didampingi oleh Sragen Creative Forum. (DISKOMINFO/Y/R)


  • 0
kla 1

RAKOR PERSIAPAN EVALUASI KLA 2020 DI RUANG SUKOWATI SETDA SRAGEN

Category : Berita

Sragen – Dalam rangka mewujudkan Sragen sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dan persiapan Evaluasi Kabupaten Layak Anak Tahun 2020 dilaksanakan Rakor Persiapan Evaluasi KLA 2020 pada hari Selasa, 18 Februari 2020, di Ruang Aula Sukowati Setda Kab. Sragen. Rakor dipimpin oleh Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno. Dalam sambutannya beliau menyampaikan Pembentukan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Kabupaten Layak Anak Kabupaten Sragen dengan maksud agar pelaksanaan pengembangan Sragen sebagai Kabupaten Layak Anak dapat berjalan lebih integrative dan menyeluruh. Namun tidak dapat dipungkiri masih terdapat berbagai kendala yang dihadapi dalam pengembangan Sragen sebagai Kabupaten Layak Anak, seperti masih kurangnya komitmen dari stake holder terkait, kurangnya pemahaman KLA unsur instansi/ lembaga terkait dalam setiap tahapan pengembangan KLA. Padahal upaya pemenuhan hak anak melalui strategi pembangunan lingkungan yang ramah anak dalam KLA ini merupakan proses holistik, sehingga sudah seharusnya pengembangan KLA dilaksanakan dengan mengintegrasikan program atau kegiatan pada berbagai instansi dan lembaga lintas sektor.

Setiap OPD terkait bertanggungjawab sesuai dengan bidangnya, sehubungan dengan hal itu  setiap OPD, lembaga masyarakat, dunia usaha memiliki peran yang sangat menentukan jalannya program KLA di Kabupaten Sragen, karena seluruh program pembangunan yang telah, sedang dan akan yang dilakukan, dirasakan secara langsung oleh anak-anak. “Dengan demikian perlu segera dilakukan optimalisasi peran, fungsi dan tugas masing-masing OPD. Saya berharap setiap perangkat daerah, lembaga masyarakat, media masa dan dunia usaha dapat bersinergi, membangun komitmen dengan seluruh pihak yang terkait demi mewujudkan Sragen sebagai Kabupaten Layak Anak”.

Kegiatan tersebut dibagi menjadi 5 (lima) kluster yaitu Kluster I Bidang Hak Sipil dan Kebebasan, Kluster II Bidang Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Kluster III Bidang Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Kluster IV Bidang Pendidikan Pemanfaatan waktu luang kegiatan seni budaya, Kluster V Perlindungan Khusus.

Adapun maksud Rakor KLA ini antara lain menyamakan persepsi dan memetakan permasalahan Kabupaten Layak Anak sebagai upaya strategis yang dapat dilakukan, membahas aksi, sinkronisasi kegiatan yang mendukung KLA di masing-masing lembaga serta mempersiapkan pencapaian Sragen sebagai Kabupaten Layak Anak. Harapan dari kegiatan ini adalah :

  1. Adanya kesamaan pemahaman mengenai tahapan pengembangan KLA, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan Evaluasi, terutama dalam mendorong Stakeholder terkait dalam pengisian formulir Evaluasi KLA sebagai tolok ukur capaian KLA.
  2. Adanya kesepahaman anggota Gugus Tugas KLA Kabupaten Sragen dalam mendukung pengisian formulir evaluasi KLA.
  3. Terwujudnya mapping indikator KLA dari setiap stake holder terkait.
  4. Meningkatnya capaian Evaluasi Kabupaten Layak Anak.

Yuli Sulistiyanto dari Yayasan SETARA dalam materinya, “MENGGUGAH KOMITMEN BERSAMA PERCEPATAN PENGEMBANGAN KLA”, beliau menyampaikan KHA adalah instrumen internasional untuk menjamin pelayanan hak dan perlindungan bagi anak, KLA kelana dekela adalah upaya atau  strategi yg dikembangkan pemerintah Republik Indonesia. Kebijakan pengembangan kabupaten / kota kota layak anak (KLA) yang tertuang dalam UU 35/2014 tentang Perubahan Atas UU 23/2002 Pasal 21 ayat (4,5,6). Transformasi Konvensi Hak Anak (KHA) dari bahasa hukum ke dalam Kebijakan, Program, dan Kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak (PHPKA). Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak sama dengan perlindungan anak.

Beliau sebagai Konsultan, Tim fasilitator  KHA, Forum Anak, SBA, Ketahanan keluarga responsif Gender dan hak anak, PUSPAGA, Pengembangan Kab/Kota Layak Anak, serta isu lain terkait pemberdayaan masyarat perempuan dan anak juga menyampaikan bahwa kegiatan yang berhubungan dengan  pemenuhan dan perlindungan Anak mendapatkan dukungan kebijakan   (Perda, Perbup /SK Bup/ atau lainnya ), komitmen kepala daerah menjadi salah satu penentu, gugus tugas  menjadi  kelembagaan /aktor  Rancang laksana monev, menyusun RAD / peta jalan percepatan  KLA kedalam RPJM/ strategi daerah, Pengembangan di masing-masing kecamatan  Layak Anak dan desa/kelurahan Layak Anak, menciptakan layanan ramah anak, memastikan Semua kegiatan yang dilaksanakan/ dikembangkan  ada lampiran pendukung dari (foto, eletronik file, data, dll), dan tujuan akhir adalah perubahan prilaku pemerintah , mitra dan masyarakat  menjamin penghargaan, pemenuhan, dan perlindungan anak melalui sistem yang dikembangkan. (DISKOMINFO/Y/R)


  • 0
basit 1

SISWA SRAGEN MENDAPAT JUARA III TAHFID QUR’AN

Category : Berita

Sragen – Siswa PPTQ Tarbiyatuna SMK Entrepreneur Indonesia Sragen kembali mengukir prestasi. Kali ini siswa atas nama Muhammad Basith Nur Hanif siswa kelas XII TKJ meraih juara 3 (tiga) dalam Festival Lomba Bahasa Arab kategori lomba tahfidz 5 juz, (16/02/2020). Usaha dan do’a membuahkan prestasi yang diraih oleh siswa yang juga mendapatkan beasiswa ini. Basith dikenal sebagai pribadi yang rajin, amanah dan mudah bergaul ini tidak membatasi diri dalam kesehariannya disekolah maupun dirumah. Itulah yang membekali dirinya sehingga bisa menghafal dengan baik dan fokus dalam keberagaman dilingkungan sekolahnya.

Festival Lomba Bahasa Arab dengan kategori lomba tahfidz 5 juz diikuti oleh lebih dari 50 Peserta, tingkat SMA/SMK/MA Eks – Karisidenan Surakarta diselenggarakan oleh Alumni KKN 16 Sekolah Tinggi Islam Al Mukmin (STIM) Surakarta yang bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Islam Al Mukmin (STIM) Surakarta yang beralamat di Jl. Parangkesit Jl. Jati, Cemani, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Ada 3 (tiga) kategori lomba yang diselenggarakan yaitu Pidato Bahasa Indonesia, Lomba Tahfidzul Qur’an dan Kaligrafi.

“Selama di pesantren ananda sangat serius dan pantang menyerah dalam menghafal Al Qur’an, ananda mengikuti program tahfidz di pesantren dengan penuh keseriusan”, ujar ustadz Syafarudin selaku pendamping tahfidz yang diwawancarai hari ini (18/02/2020). “Selalu ada harapan bagi orang yang sering beroda, Selau ada jalan bagi mereka yang berusaha dan Semoga prestasi yang di raih ananda Basith menjadi penyemangat untuk santri yang lain dalam meraih prestasi dan penyemangat untuk menghafal Al-Qur’an.”, ujarnya.

“Untuk menghafal Al Qur’an itu harus fokus dan tidak memikirkan yang lain selain menghafal. Selain itu untuk menjaga hafalan dengan cara sering murojaah dan dibaca di sholat sunah. Dan yang lebih utama menghafal dengan diniatkan karena Allah.”, ujar umar dan muzzamil siswa di SMK Enterpreneur Indonesia Sragen.

Pesan para ustad untuk para siswa siswinya, perjuangan selama ini akan berbuah manis, tetap istiqomah dalam menghafal Al Qur’an dan jangan kau mudah putus asa. Kami yakin kalian bisa. Allah selalu mengajarkan kita untuk senantiasa berdoa kepada-Nya, baik dalam kondisi lapang ataupun kondisi sempit. Semua itu dikarenakan ada harapan bagi orang-orang yang selalu berdoa kepada-Nya. (DISKOMINFO/Y/R)


  • 0
sma3

KUMPULKAN KEPALA SMA/SMK SE-SRAGEN, GUBERNUR GANJAR PASTIKAN DISKRIMINASI TIDAK TERULANG LAGI

Category : Berita

SRAGEN – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan kasus diskriminasi dan intoleransi tidak boleh lagi terjadi khususnya di sekolah – sekolah wilayah Provinsi Jawa Tengah.

“Maka kedatangan saya ke Sragen ini untuk menyampaikan pada murid, guru, wali murid agar kita sama-sama meluruskan. Kalau caranya salah kita benarkan, materinya salah kita evaluasi agar nanti tidak melenceng,” terang Gubernur Ganjar.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Ganjar saat memberikan arahan dan pembinaan kepada Kepala Sekolah SMA / SMK se Kabupaten Sragen di Aula SMA Negeri 3 Sragen, Rabu (22/01/2020).

Dihadapan kepala Sekolah SMA / SMK se Kabupaten Sragen, Gubernur Ganjar meminta semua pihak memastikan bahwa kejadian intoleransi yang terjadi di salah satu sekolah beberapa waktu lalu tidak terulang kembali.

“Itu jangan sampai terulang. Siapapun dia (korbannya) jangan sampai terulang. Saya titip betul kepada kepala sekolah dan guru agar itu tidak boleh terjadi lagi,” tandas Gubernur Ganjar.

Lebih lanjut Gubernur Ganjar juga berpesan seluruh kepala sekolah dan guru di Kabupaten Sragen membina dan mengawasi kegiatan ekstrakurikuler siswa di sekolah masing-masing. Apabila ada yang melenceng dan tidak sesuai dengan nilai bangsa dan negara, diharapkan kepala sekolah dan guru cepat mengambil sikap untuk meluruskan.

“Kalau tidak bisa meluruskan, nanti saya yang turun tangan meluruskan gurunya,” tegas Gubernur Ganjar.

Terkait pengawasan kepada sekolah-sekolah di Sragen setelah terjadi dua kasus intoleransi, Gunernur Ganjar mengatakan tidak ada pengawasan ketat yang berlebihan. Komunikasi yang intens dengan guru dan kepala sekolah selalu dilakukan setiap hari.

“Soal sanksi, tentu ada. Tapi itu ada tahapnya mulai dari pembinaan. Kalau sudah tidak bisa dibina, ya kami berikan sanksi. Sudah ada beberapa tempat yang kami kasih sanksi,” tutup Gubernur.

Semantara Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan pemkab Sragen sudah berupaya melakukan pencegahan dengan memberikan edukasi serta sosialisasi kepada guru, siswa dan wali murid.

“Kami sudah mengadakan seminar kepada seluruh guru, siswa dan instansi pendidikan lainnya mengenai wawasan kebangsaan. Kami juga tak bosan berkunjung ke sekolah-sekolah untuk memberikan motivasi serta pemahaman tentang ideologi Pancasila,” kata Bupati Yuni.

Meski begitu, semuanya itu dirasa belum cukup. Oleh karena itu, Bupati Yuni mengajak semua pihak bersama-sama melakukan perlawanan terhadap segala bentuk tindakan intoleransi.

Turut hadir dalam acara itu Wakil Bupati Dedy Endriyatno, Dandim 0725 / Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto, Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Jumeri, Kepala Disdikbud Sragen Suwardi, Kepala SMA/SMK se Kabupaten Sragen, perwakilan rohis dan murid. (MY_DISKOMINFO)

Sumber : http://www.sragenkab.go.id


  • 0
top4

SRAGEN RAIH TOP DIGITAL AWARDS 2019

Category : Berita

Jakarta – Acara puncak kegiatan TOP DIGITAL Awards 2019 berlangsung di Golden Ballroom, The Sultan Hotel Jakarta pada tanggal 27 November 2019 dengan dihadiri oleh 700 audience. Beberapa Pimpinan Kementerian & Lembaga, Gubernur, Walikota, Bupati, CEO serta IT Manager hadir dalam acara ini, untuk menerima penghargaan.

Pesatnya perkembangan IT dan TELCO yang bertransformasi menjadi teknologi digital saat ini, mendorong PT Madani Solusi Internasional (MSI), sebagai penerbit Majalah It Works dan pengelola portal berita itworkd.id, untuk melakukan penyempurnaan kegiatan award TI TELCO sebelumnya, yang sudah diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2014-2018, menjadi TOP DIGITAL Awards mulai tahun 2019 ini.

TOP DIGITAL Awards 2019 diselenggarakan bekerjasama dengan sejumlah asosiasi di bidang teknologi-informatika dan konsultan TI independen. Tema yang diangkat adalah Digital Tranformation for National Economic Competitiveness. Artinya, dengan terus menerapkan transformasi digital dan optimalisasi teknologi informatika, maka kita akan dapat meningkatkan daya saing (competitiveness) ekonomi nasional.

Tak Sekedar Penghargaan, Ada sesi “Nilai Tambah”.

Lutfi Handayani, MM., MBA, Ketua Penyelenggara TOP DIGITAL Awards 2019 sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah It Works dan portal berita itworks.id menjelaskan, bahwa kegiatan ini bukan sekedar ajang penghargaan semata, namun ada aspek pembelajarannya bagi peserta.

“Saat mengikuti tahapan Wawancara Penjurian, dimana peserta melakukan presentasi dan tanya jawab di hadapan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019, ada sesi Nilai Tambah. Dalam sesi ini, Dewan Juri memberikan masukan dan saran/rekomendasi kepada para peserta, tentang pengembangan solusi TI dan transformasi digital yang perlu mereka lakukan ke depan,” tambah M. Lutfi Handayani.

“Saran dan masukan yang diberikan meliputi tata kelola TI, infrastruktur TI untuk mendukung teknologi digital, dan implementasi TI dan teknologi digital dalam bentuk solusi atau aplikasi,” jelasnya.

Award TI TELCO/Teknologi Digital Terbesar di Indonesia

TOP DIGITAL Awards merupakan penghargaan bidang TI TELCO/ Teknologi Digital yang terbesar di Indonesia. Kegiatan penilaian melibatkan lebih dari 500 perusahaan dan instansi pemerintahan. Kemudian, berdasarkan rekomendasi para pakar, konsultan, dan asosiasi TI TELCO ditetapkan 200 Finalis/Kandidat Pemenang. Kemudian, para finalis diminta untuk mengisi kuesioner tentang keberhasilan implementasi dan pemanfaatan teknologi digitalnya, dan diundang untuk mengikuti Wawancara Penjurian. Dari 200 Finalis, sebanyak 129 Finalis yang mengikuti tahapan penilaian secara lengkap, termasuk mengikuti Wawancara Penjurian, dan 21 instansi yang menjadi pemenang berdasar kuesioner rekomendasi dan market research. Sehingga, total kegiatan ini dihadiri sekitar 150 Finalis, termasuk Kementerian, Lembaga dan perusahaan.

Rekomendasi TOP DIGITAL Awards 2019 kepada Presiden RI dan Stakeholders

Selama proses penilaian dan penjurian, Dewan Juri mengidentifikasi beberapa temuan penting dan merumuskan solusi strategisnya. Sebagai bagian dari upaya untuk membangun bangsa menuju Indonesia Maju, maka majalah It Works dan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards, akan menyampaikan dokumen “Rekomendasi TOP DIGITAL” kepada Presiden & Wakil Presiden RI, Kabinet Indonesia Maju, dan beberapa stakeholders lainnya.

Di acara puncak TOP DIGITAL Awards 2019 hari ini di Jakarta, Prof. Dr-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng., atau yang akrab dipanggil Prof. Muli, Ketua Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 menyampaikan sejumlah temuan penting terkait implementasi TI dan transformasi digital yang diperoleh dewan juri dari para peserta ajang ini:

  1. IT Security

IT Security, masih belum menjadi prioritas sebagian peserta. Serangan terhadap keamanan sistem IT harus diwaspadai. Aktivitas operasional jangan sampai terganggu atau bahkan berhenti, hanya karena sistem keamanan IT yang masih lemah.

  1. Data Center

Sebagian Peserta, masih fokus pada pengembangan aplikasi dan hanya menyediakan Server Room. Belum semuanya didukung Data Center. Padahal, di era digital ini, kebutuhan Data Center, mutlak diperlukan. Apalagi jika sudah masuk ke sistem industry 4.0, tentu Big Data dan Data Analytic, akan memerlukan Data Center yang handal.

  1. Sinkronisasi dan Integrasi

Pentingnya singkronisasi dan integrasi aplikasi yang digunakan oleh Pemerintahan Pusat (Kementerian dan Lembaga), dengan aplikasi yang digunakan oleh Dinas-dinas di Pemerintahan Daerah. Kebijakan “Satu Data”, memang sudah tepat, namun implementasinya masih terkendala banyak hal. Perlu ada kebijakan yang “memaksa” berjalannya kebijakan “Satu Data”. Begitu juga dengan integrasi IT di perusahaan induk dengan anak perusahaan di perusahaan holding, belum semuanya terintegrasi dengan baik, walaupun proses integrasi terus dilakukan.

  1. Sinergi dan Kolaborasi

Masing-masing instansi, cenderung mengembangkan sendiri aplikasi dan solusi digitalnya. Oleh karenanya, sering terjadi permasalahan ketika dilakukan integrasi dari banyak solusi. Sebenarnya, keunggulan solusi digital di salah satu instansi, dapat diduplikasi diinstansi lainnya, sehingga meminimalkan biaya investasi pengembangan solusi digitalnya.

  1. Rating Kepuasan Pengguna Solusi

Sebagian peserta, masih belum memberikan fasilitas penilaian atas solusi/aplikasi yang digunakan. Jika masing-masing pengguna solusi/layanan, selalu diberikan opsi pemberian rating nilai atas sebuah layanan, seperti kepuasan Bintang 5 atau 1, maka unit terkait akan terpacu untuk terus meningkatkan layanannya. Jadi, penggunaan Aplikasi/Solusi Digital akan meningkatkan budaya layanan yang lebih baik.

Berdasarkan hasil rekomendasi dan hasil penjurian, Majalah It Works dan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards menganugerahi Kabupaten Sragen sebagai THE WINNER OF DIGITAL AWARDS 2019. Pemerintah Kabupaten Sragen menjuarai sebagai Top Digital Implementation 2019 on District Government #Level Star 4 dan Top Leader on Digital Implementation 2019 Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen). R. Purwadi, SH, MM Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sragen yang berkesempatan mewakili Kabupaten Sragen menerima penghargaan tersebut. “Kami sangat bangga bisa mengikuti Top Digital Awards 2019 ini. Dengan mengikuti ajang ini para peserta banyak mendapat manfaat”, ungkapnya. Purwadi menambahkan, manfaat yang didapat yaitu dapat mengukur penerapan teknologi informasi yang telah diterapkan di Kabupaten Sragen dalam rangka pelayanan publik dari instansi pemerintah daerah. Sebagai sarana sosialisasi keberhasilan implementasi teknologi informasi atau teknologi digital dalam meningkatkan kinerja dalam rangka memberikan pelayanan kepada publik. Mendapatkan saran atau masukan dari para pakar atau dewan juri yang profesional, praktisi dibidang teknologi informasi dan solusi teknologi digital. Harapan kedepan Kabupaten Sragen terus berbenah dan memperbaiki kinerja guna mewujudkan pelayanan paripurna.

Sumber : http://www.itworks.id dan dirangkum dari berbagai sumber

Foto : Sri Sunarwati


  • 0
dak

PEMKAB SRAGEN TERBAIK KEDUA SE JAWA TENGAH DALAM PENYALURAN DAK FISIK TA 2019

Category : Berita

SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen terima penghargaan sebagai Pemerintahan Daerah terbaik kedua se – provinsi Jawa Tengah dalam kinerja penyaluran DAK Fisik tahun anggaran 2019.

Penghargaan diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah, Sulaiman Sah kepada Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno pada acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), di Gedung Gradhika Bhakti Praja komplek Gubernuran Jawa Tengah, Senin (25/11/2019).

Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno mengatakan Kabupaten Sragen terbaik kedua setelah Kabupaten Wonogiri. Atas capaian itu, Kab. Sragen berhak menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebesar Rp. 1,7 triliun

Lebih lanjut Wabup menuturkan, penghargaan ini merupakan kado untuk semua stakeholder yang telah bersama-sama berkontribusi dan bekerja keras hingga Kabupaten Sragen mampu memperoleh penghargaan tersebut.

“Jadikan ini sebagai penyemangat kita, agar di tahun berikutnya bisa menjadi yang terbaik pertama,”tuturnya.

Wabup menambahkan hal-hal yang perlu di evaluasi saat ini ialah pengawasan lebih ketat lagi terkait dana desa. Pihaknya sepakat dana desa agar bisa ditambah, dengan alasan desa sebagai basis pertumbuhan pembangunan.

“Tentu harus diiringi dengan ketatnya pengawasan pelaksanaan dari dana desa itu sendiri, sehingga tepat sasaran, tepat waktu, tepat management sehingga dana desa betul-betul bisa dilaksanakan ke masyarakat,” lanjut dia.

Tidak harus pembangunan berupa fisik, Wabup Dedy juga menginginkan pembangunan non fisik seperti pemberdayaan.

Agar itu semua menstimulasi pelaksanaan dana desa berjalan dengan optimal, Wabup Dedy mengatakan pemkab akan melaksanakan lomba di tingkat desa dan kelurahan.

“Termasuk di dalam penilaiannya pelaksanaan administrasi seskeudes dana desa, menurunkan angka kemiskinan, angka stunting, masing-masing desa kita targetkan. Siapa yang bisa memberikan  lompatan angka yang paling tinggi itulah yang menang,” lanjutnya.

Lomba sendiri akan diselenggarakan tahun 2020 dengan hadiah Rp 1 miliar bagi juara pertama, Rp 750 juta bagi juara kedua, dan Rp 500 juta juara ketiga.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengucapkan terima kasih kepada bupati/walikota yang sudah berkerja luar biasa, karena Provinsi Jawa Tengah di kabupaten/kota, paling menarik untuk investasi seluruh dunia.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ganjar Pranowo menitipkan beberapa hal kepada para pemimpin daerah, pertama, perhatikan tata ruang. “Karena berkaitan dengan daya dukung lingkungan,” kata Ganjar

Kedua, bagaimana mengelola Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk meninjau ulang regulasi-regulasi yang mengekang.

“Agar masyarakat yang ingin mengurus persoalan didentitas bisa dilayani dengan baik dan termasuk investasi. Kalau ini bisa dilakukan, maka problem-problem yang ada di daerah ini kita lah yang menyelesaikan dan itu secara agregat akan baik untuk performanca pemerintahan di Indonesia,” tutur Gubernur Ganjar.

Kemudian, Gubernur menitipkan agar menjaga integritas, memberikan pelayanan baik dengan memotong pelayanan yang bertele-tele dan memainkan aplikasi.

Titipan lainnya yang juga merupakan amanat Presiden Jokowi disampaikan dalam kesempatan itu kepada para penerima DIPA Tahun Anggaran 2020.

Sumber: www.sragenkab.go.id


  • 0
IMG20191120111948

40 SEKRETARIS DESA/KELURAHAN HADIRI RAPAT KOORDINASI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK UNTUK KESEJAHTERAAN DESA

Category : Berita

Sragen – Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik maka Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sragen menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Desa/Kelurahan Tahun 2019 “Keterbukaan Informasi Publik untuk Kesejahteraan Desa” yang diselenggarakan pada hari Rabu, 20 November 2019, di ruang Opsroom Sekretariat Daerah Kabupaten Sragen. Rapat Koordinasi ini mengundang 40 Sekretaris Desa /Kelurahan se-Kabupaten Sragen.

Acara dibuka oleh Dra. Yuniarti, M.H., Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sragen. “Kita bekerja sesuai dengan aturan yang ada, disitu semua sudah diatur mengenai peraturan-peraturan yang harus kita laksanakan, supaya tenang dalam bekerja dan tenang menjalani hidup”, begitu ujarnya.

Materi yang pertama dengan tema “Strategi Mempercepat Keterbukaan Informasi” oleh Bapak Juliwantoro, S.H., M. Hum. dari Inspektorat Kabupaten Sragen. Beliau menjelaskan bagaimana alur permohonan informasi dan bagaimana menyikapi permohonan informasi dari masyarakat, serta bagaimana supaya masyarakat teredukasi dengan keterbukaan informasi publik terutama di Kabupaten Sragen.

Sesi kedua tentang “Optimalisasi Peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Desa/Kelurahan” oleh Bapak Muh. Yulianto, S.H., M. Si. Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sragen. Dalam sesi ini banyak tanya jawab seputar cara menanggapi para pemohon informasi dan optimalisasi peran Pejabat Pengelola Informasi Dan Dokumentasi (PPID) di Desa/Kelurahan.

Di mulai dengan menyiapkan keterbukaan anggaran desa, Bapak Fajar Adhi Nugroho, S.T. Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Dinas Kominfo Kabupaten Sragen memulai sesi ketiga dengan tema “Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan dan Keterbukaan Anggaran Desa”.

“Mudah-mudahan dengan bimtek ini para pejabat di tingkat Desa/Kelurahan memahami secara global tentang PPID serta Undang Undang nomor 14 tahun 2008 tentang Informasi Publik,” ucap Yudi Tamtomo Kepala Seksi Pelayanan Informasi Publik.


  • 0
bawaslu

GELAR PENTAS BUDAYA KETOPRAK, BAWASLU: INI WUJUD AJAKAN PENGAWASAN PARTISIPATIF KEPADA MASYARAKAT

Category : Berita

Sragen – Sabtu malam (16/11/2019) dengan tema Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kabupaten Sragen mengadakan Kegiatan Pentas Budaya Sragen di Lapangan Kecamatan Sambirejo. Kegiatan ini digelar dalam rangka mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan secara partisipatif. Terlebih Kabupaten Sragen sendiri akan melaksanakan Pemilu Kada 2020 nantinya. Hadir dalam kegiatan ini Forkompimda Kabupaten Sragen, Bawaslu provinsi Jawa Tengah, Bawaslu Kabupaten Karanganyar dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sragen

Dalam sambutanya Dwi Budhi Prasetya selaku Ketua Bawaslu Kabupaten Sragen didampingi Anggota Komisioner lainnya memperkenalan apa itu Bawaslu dan fungsi Bawaslu, serta menyampaikan tujuan Pentas Budaya Sragen ini merupakan wujud langkah preventif kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan Pemilu.

“Badan Pengawas Pemilu atau yang sering disebut dengan Bawaslu merupakan lembaga penyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, salah satu tugas Bawaslu ialah melakukan penindakan ketika terjadi pelanggaran pemilu. Kemudian tujuan diadakannya Pentas Budaya Sragen ini merupakan wujud Kami mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi setiap Tahapan Pemilu Kepala Daerah 2020 nantinya” ujar Budhi.

Sementara itu Cosmas Edwi Yunanto selaku Kepala Kesbangpol Sragen yang mewakili Bupati Sragen yang berhalangan hadir menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Sragen terkait dengan Pelaksanaan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif tersebut. Menyambut Pemilu Kada Kabupaten Sragen Tahun 2020, Ia berharap masyarakat dapat berpartisipasi dan aktif dalam pengawasan pelaksanaannya.

“Tahun kemarin Pemilu serentak Tahun 2019, partisipasi masyarakat di Kabupaten Sragen sebesar 78%, kedepannya semoga di pelaksanaan Pilkada Tahun 2020 nantinya partisipasi masyarakat dapat meningkat dari jumlah itu” ucap Cosmas.

Pada sambutan terakhir, Anggota Bawaslu Provisi Heru Cahyono yang mewakili Ketua Bawaslu Provinsi menyampaikan harapannya kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan pemilu secara partisiatif. Ia juga mengatakan sudah menjadi tugas Bawaslu untuk aktif mengajak masyarakat mengawasi Pemilu dan aktif bersama masyarakat untuk mengawasi Pemilu.

“Bawaslu Provinsi Jawa Tengah akan berupaya untuk membuat program yang intinya mendekatkan diri pada masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan Pemilihan. Bagaimana proses pelaksanaan Pemilu itu bisa berkualitas. Kualitas itu akan kita dapatkan bila dilaksanakan bersama masyarakat” ujarnya mengakhiri sambutannya.

Dalam penampilan seni Ketoprak yang berkerja sama dengan Ketoprak Balekambang, Anggota Bawaslu Kabupaten Sragen yang juga ikut serta dalam pementasannya mengajak masyarakat untuk ikut serta mensukseskan Pemilu yang demokrasi. Dengan mengusung tema Pencalonan Pemimpin, pementasan Ketoprak memaparkan cerita pencalonan Kepala Desa yang tidak jujur dan menggunakan cara yang curang sehingga menjadi boomerang bagi dirinya sendiri.

Selain Ketoprak kegiatan tersebut juga menampilkan Organ Tunggal, dan Kethek Ogleng yang cukup menjadi perhatian masyarakat yang menyaksikan. Selain itu juga dimeriahkan oleh Lek Dul “Pecas nDahe, Juleno, Bowo dan Bogang, dan Sri Damen “Sedap Malam Sragen”. (Indi)

Editor : Humas Bawaslu Kabupaten Sragen

sumber : http://sragen.bawaslu.go.id


  • 0
stunting

KOLABORASI BERSAMA SEMUA PERANGKAT DAERAH UNTUK MENEKAN STUNTING

Category : Berita

Sragen – Dalam  rangka pencegahan dan penurunan kasus Stunting  di Kabupaten Sragen diadakan Rapat Koordinasi Stunting, di Ruang Sambiloto (lt. 3) Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen (14/11/2019) menjadi lokus pada Tahun 2020. Rapat koordinasi dihadiri 26 peserta dari beberapa unsur, antara lain dari Kepala Badan, Kepala Dinas, Camat, Kepala Puskesmas,  Ketua TP-PKK Kab.Sragen, Ketua TPP- PKK Kecamatan Se- Kabupaten Sragen, Ketua IDI Cabang Sragen, Ketua IBI Cabang Sragen, Ketua Persagi Kab. Sragen, Ketua Hakli Kab. Sragen, Ketua HIMPAUDI Kab. Sragen, Ketua Muslimat NU Kab. Sragen, dan Ketua Aisyiyah Kab. Sragen.

Rapat koordinasi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, dr. Hargiyanto, M. Kes. “Tujuan rapat koordinasi atau rembug stunting adalah mengendalikan dan memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi pencegahan stunting”, ujarnya. “Diharapkan kolaborasi bersama semua Perangkat Daerah untuk menekan stunting”, lanjutnya.

Disampaikan oleh salah satu narasumber, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sragen, Drs. Joko Suratno bahwa penggunaan dana desa bukan untuk infrastruktur melainkan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, untuk pelaksanaannya dilakukan secara bertahap menuju desa mandiri. Konvergensi penanganan stunting tahun 2019 di desa-desa mutlak membentuk Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) terdiri 5 orang dan 2 orang harus dari bidang kesehatan misal bidan dan guru paud yang memiliki akses ke orang tua anak sejak dini. “Untuk memastikan syarat pencairan tahap dua dan tiga Dana Desa harus menganggarkan untuk pencegahan stunting”, ujar Drs. Joko Suratno.

Dengan model kolaborasi pengarusutamaan pembangunan gizi pada lintas sektor (guyub rukun dalam pencegahan dan penurunan Stunting) bisa memberikan dampak intervensi gizi sensitif 70-80 persen sehingga indek pembangunan manusia meningkat. Indonesia termasuk  peringkat 64 kecerdasan dari 65 negara. Tingkat kecerdasan anak indonesia ada diperingkat 64 dunia.