Monthly Archives: October 2017

  • 0
jalan sehat gunung kemukus

Bupati Sragen berkomitmen merubah gunung Kemukus menjadi obyek wisata religi

Category : Berita

Sragen – Obyek wisata gunung Kemukus dikunjungi ribuan peserta jalan sehat dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda ke 89 Kabupaten Sragen, Jum’at (27/10/2017). Peserta terdiri dari seluruh ASN Kab. Sragen, pelajar, TNI / Polri dan masyarakat sekitar.

Tujuan dari acara tersebut adalah meningkatkan semangat para pemuda dalam mengimplementasikan sumpah pemuda, menumbuhkembangkan pribadi, karakter yang berkapasitas keahlian dan mumpuni, menjadikan pemuda sebagai penopang utama kebangkitan dan kesatuan bangsa, menjaga kesehatan, kebugaran dan meningkatkan rasa guyub rukun antar masyarakat.

Jalan sehat yang berjarak kurang lebih 2 km tersebut melalui sendang Ontro Wulan, makam pangeran Samodro, dan petilasan watu putih yang merupakan obyek wisata religi yang berada di Gunung Kemukus.

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, berharap, “seluruh warga sekitar dan ASN kab. Sragen harus  ikut mendukung program pemerintah dengan serius untuk menjadikan obyek wisata gunung Kemukus menjadi obyek wisata religi yang bersih dari kemaksiatan dan prostitusi”.

“Target pada Desember 2018 nanti semua area Gunung Kemukus harus bersih dari praktek prostitusi dan kita punya image yang baru yaitu daerah wisata religi”, lanjut Bupati.

Kata Bupati,” jika kita berziarah di makam pangeran Samodro harus dengan niat yang baik, maka hasilnya pun akan baik tanpa adanya bumbu-bumbu yang membuat tidak baik”.

“Saya dengan tegas akan menindak dan konsisten secara terus menerus untuk membuat image baru bagi gunung Kemukus, seluruh ASN kab. Sragen untuk bisa mensosialisasikan dengan mengatakan dengan bangga kepada warga diluar kab Sragen bahwa gunung kemukus akan dibuat obyek wisata religi dengan konsep yang baru. Satpol PP harus konsisten dan kerja keras serta saya harap masyarakat harus mau mendukungnya”, tegas Bupati.

Bupati menegaskan, “Pada tahun 2018 para siswa di Kab. Sragen selain wajib berdarma wisata di Sangiran juga wajib mengunjungi obyek wisata  gunung kemukus dalam rangka mensosialisasikan bahwa gunung Kemukus mempunyai image yang baru yaitu sebagai obyek wisata religi”.

Selain Bupati acara yang berhadiah kulkas, sepeda dan puluhan hadiah lainnya tersebut,  juga dihadiri oleh Wakil Bupati Dedy Endriyatno, Sekda Sragen dan Forkopimda kab. Sragen  (humas)


  • 0
ombudsmen

Ombudsman RI Gelar Sosialisasi Pelayanan Publik di Sragen

Category : Berita

Sebagai upaya meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan pelayanan publik sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan dan korporasi yang baik serta untuk memberi perlindungan bagi setiap warga negara dan penduduk dari penyalahgunaan wewenang di dalam penyelenggaraan pelayanan publik, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah mengadakan “Sosialisasi Undang-Undang No.37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia dan Undang-undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik”, di Op-Room, Setda. Sragen, pada hari Rabu, 25 Oktober 2017. Kegiatan yang mengangkat tema “Kewenangan Ombudsman dan Pelayanan Publik” tersebut, menghadirkan Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Jawa Tengah Sabarudin Hulu, SH sebagai narasumber. Sosialisasi tersebut, dibuka oleh Sekda. Kabupaten Sragen Drs. Tatag Prabawanto, B, MM dan diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Sragen. Dalam sambutannya, Drs. Tatag Prabawanto, B, MM menyampaikan apresiasi kepada Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah yang berkenan memberikan sosialisasi tentang keberadaan dan tugas serta fungsi Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah. Karena, selama ini Ombudsman di Kabupaten Sragen masih dalam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pemerintah Kabupaten Sragen mendukung terkait Undang-Undang Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah. Sekda meyakini, setelah ini akan muncul keluhan-keluhan terkait pelayanan publik di Pemerintah Daerah maupun pelayanan Pemerintahan Desa. Diharapkan, Ombudsman bisa memberikan sumbang saran tentang permasalahan di masing-masing daerah.
Lebih lanjut, Sekda mengatakan, dengan adanya sosialisasi tersebut seluruh Aparatur ipil Negara (ASN) Kabupaten Sragen bisa membedakan antara sumbangan dan pungutan liar. Sehingga diharapkan, hal tersebut sesuai dengan aturan dan Undang-Undang yang berlaku. Untuk itu, harus mengedepankan asas kehatian-hatian dan taat hukum.
#LPPL Buana Asri#.


  • 0
rakor ppid

Rapat Koordinasi PPID Pembantu Sragen 2017

Category : Berita

Dalam rangka meningkatkan Pelayanan Informasi, dan Dokumentasi yang berkualitas di Kabupaten Sragen, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sragen, menggelar “Rapat Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu Kabupaten Sragen Tahun 2017”. Rapat Koordinasi (Rakor) – PPID Pembatu Kabupaten Sragen Tahun 2017, secara resmi dibuka Assisten III – Bidang Administrasi Umum Sekda. Sragen Ir. Simon Nugroho Sri Yudanto, Selasa, 24 Oktober 2017, di Gedung “PKPRI” Kabupaten Sragen. Dalam Laporannya Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Sragen Rahmad Purwadi, SH, MM, menjelaskan, maksud dan tujuan dilaksanakan Rakor tersebut, adalah untuk menyamakan persepsi tentang Peran PPID Pembantu, menguatkan Fungsi PPID Pembantu menuju terwujudnya layanan Informasi yang akurat, meningkatkan Pengelolaan dan Pelayanan Informasi, serta mengatasi kendala atas Pelayanan Informasi Publik di Kabupaten Sragen.
Lebih lanjut Rahmad Purwadi, SH, MM menyatakan, Pelaksanaan Rakor – PPID Pembatu Kabupaten Sragen Tahun 2017, menghadirkan 2 Orang Narasumber, yaitu Kabag. Humas – Setda. Kabupaten Sragen Dra. Yuniarti, MH, dengan Materi “Peran Kehumasan dalam Era Keterbukaan Informasi Publik”, dan Kabid. Pengelolaan Informasi – Dinas Kominfo Kabupaten Sragen Fajar Adhi Nugroho, ST, Materi tentang “Strategi Pengelolaan dan Pelayanan Informasi”. Rakor diikuti 270 Orang Peserta, terdiri dari seluruh PPID Pembantu di Kabupaten Sragen. (LPPL BUana Asri)


  • 0
Taman Doa

BUPATI SRAGEN MERESMIKAN TAMAN DOA SANTA PERAWAN MARIA DI FATIMA

Category : Berita

Sragen – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati meresmikan pembangunan Taman Doa Santa Perawan Maria Di Fatima yang mulai dibangun Tahun 2011, terletak di Ngrawoh, Gesi, Sragen, Minggu (22/10/2017). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Uskup Agung Semarang Robertus Rudiatmoko, Sekda Sragen, Forkompimda, anggota DPRD Kab, Sragen, Ketua FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama)  Sragen.

Taman Doa Santa Perawan Maria Di Fatima dibangun dengan dana sebesar Rp. 2.936.200.000,- terdiri dari 3 bagian area yang menggambarkan tiga bentuk kehidupan yang dialami manusia yaitu kehidupan umat Allah yang berjuang, Kehidupan umat Allah yang berziarah dan Kehidupan umat Allah yang Mulia.

Dalam kesempatan tersebut Bupati menyampaikan, “saya meyakini bahwa negara ini bisa kita bangun, bisa kita menyelesaikan segala masalah dengan keimanan apapun agamanya. Dengan saling pengertian dan toleransi yang kita miliki.

“Selalu saya sampaikan bahwa dengan guyub rukun harus bisa mendarah daging kepada seluruh warga Sragen dalam hal apapun, karena dengan guyub rukun membuat Sragen senantiasa dalam keadaan aman dan kondusif”, kata Bupati.

Bupati berharap, semoga Taman Doa Santa Perawan Maria Di Fatima ini bisa menjadi magnet bagi seluruh warga kab. Sragen , bahwa tempat ini bisa menjadi sarana untuk saling berdiskusi dan bersilahturahmi bukan hanya untuk kaum katholik saja. Semoga bermanfaat bagi karangtaruna dan warga sekitar yang mau menjual souvenir atau ciri khas Kabupaten Sragen yang menjadikan saling bermanfaat.

“Bahwa APBD Kabupaten Sragen telah membantu Rp. 75 juta untuk pembangunan tempat ini,  itulah wujud kepedulian kami, dan kami berusaha memberikan bantuan kepada umat manapun”, ujar Bupati

Sementara itu Uskup Agung Semarang, mengatakan, “Dengan adanya Taman Doa ini, semoga siapapun umat yang beriman dapat memanfaatkan tempat ini untuk membangun sikap rohani dan olah rohani yang semakin baik”.

“Semoga dengan adanya tempat ini, banyak umat yang semakin beriman kepada tuhan yang diwujudkan dalam kebersamaan dengan orang lain khususnya warga sekitar”, ujarnya

Dikatakan lebih lanjut, “tempat bukan hanya eksklusif  bagi orang-orang katholik tetapi terbuka untuk siapapun dan untuk membangun kebersamaan dan keakrapan dengan orang lain”.

Peresmian tersebut ditandai dengan pemotongan untaian bunga, penandatangan Prasasti, pelepasan burung dan penanaman pohon. (Humas)


  • 0
galadea

Sragen menjadi salah satu dari 90 Kab/Kota di Indonesia penyelanggara Galadesa Tahun 2017

Category : Berita

Sragen – Program Pemerintah dari kementerian pemuda dan olahraga, antara lain gala desa yang bertujuan sebagai ajang untuk mencari bibit atlet diusia dini yang dijadikan atlet profesional yang berasal dari pelosok desa di Indonesia.

Kabupaten Sragen merupakan salah satu kabupaten yang ditunjuk  sebagai penyelenggaran Gala desa dari 90 kabupaten / kota di Indonesia oleh kementerian Pemuda dan olahraga. Pembukaan gala desa dilaksanakan di lapangan Desa Sambiduwur, kecamatan Tanon, Sabtu (14/10/2017).

Wakil Bupati Dedy Endriyatno  bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan, “Galadesa dilakukan sebagai ajang untuk mencari bibit atlet yang berprestasi dan berpotensi dari anak Kabupaten Sragen untuk dilatih dan dikembangkan menjadi atlet nasional maupun dunia”.

Peredaran narkoba di Kabupaten Sragen sudah sampai pelosok desa bukan hanya diperkotaan, maka pada kesempatan tersebut Bupati Sragen berpesan yang disampaikan wakil bupati, anak-anak jangan mengkonsumsi obat-obatan terlarang tersebut pemerintah Sragen sudah bekerjasama dengan Polres Sragen untuk memberantas peredaran narkoba tersebut, tidak hanya siswa yang salah tetapi para kepala sekolah harus ikut bertanggungjawab, ujar wakil Bupati

Ukirlah prestasi di segala bidang antara  lain bidang olahraga melalui Galadesa ini, supaya menjadi atlet yang berprestasi ditingkat nasional maupun dunia, lanjut wakil bupati.

Dalam kesempatan tersebut, asisten deputi pengembangan olahraga tradisional dan layanan khusus dr. Bayu Rahardian, So.Kj. yang mewakili deputi dan Menteri pemuda dan  olahraga, ” mengapresiasi yang tinggi kepada pemkab. Sragen yang telah bersedia menjadi salah satu penyelengara program Galadesa”

“Program Ayo Olahraga yang didalamnya kita membudayakan olahraga dan olahraga dijadikan gaya hidup, program besar Ayo olahraga Galadesa dan Gowes Nusantara merupakan program nasional gerakan masyarakat hidup sehat yang tujuannya tidak hanya membudayakan olahraga tetapi harus mempunyai nilai-nilai  sebagai pemersatu bangsa”, ujar Bayu Rahardian.

Dikatakan lebih lanjut, “Galadesa diselenggarakan untuk mencari bibit-bibit atlet dari kabupaten Sragen yang dikembangkan agar menjadi atlet nasional maupun internasional, di Sragen sudah ada atlet nasional antara lain atlet panjat tebing dan panahan”.

Adapun jenis cabang olahraga yang dipertandingan di ajang Galadesa Kabupaten Sragen ada 6 cabang olahraga, diselenggarakan secara serempak pada tanggal 14 & 15 Oktober 2017  yaitu  Sepakbola  diikuti  16 club diselenggarakan di Lapangan Sambiduwur.  Volly  diikuti 16 club diselenggarakan di desa gabungan, Tanon. Bulutangkis diikuti 46 peserta diselenggarakan di Ds. Karangasem, Tanon. Sepak Takraw  diikuti 16 club diselenggarakan di Ds. katelan, Tangen. Tenis meja diikuti 50 orang diselenggarakan di Sragen kulon, Sragen. Atletik diikuti 60 orang diselenggarakan di Kroyo, Karangmalang. (Humas)


  • 0
pegi pegi

Sragen Kembali Menorehkan Prestasi Sebagai Juara Pertama Pemeringkatan e Gov Indonesia (PeGI)

Category : Berita

SEMARANG, – Hasil pemeringkatan e-government untuk seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah yang diikuti oleh 35 Kabupaten/Kota telah diumumkan hari Selasa, 26 September 2017 di Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Hebatnya Kabupaten Sragen menduduki peringkat pertama dengan index 3.53. Posisi kedua ditempati oleh Kota Semarang dengan index 3.40 dan kemudian diikuti oleh Kota Pekalongan dengan index 3.36 Ini merupakan kali pertama Kabupaten Sragen meraih peringkat pertama selama 6 tahun mengikuti PeGI prestasi terbaik adalah peringkat ke 2 setelah Kota Pekalongan.

Dengan diraihnya peringkat pertama PeGI diharapkan Kabupaten Sragen semakin terlecut untuk terus semangat berinovasi dengan memanfaatkan Teknologi Informasi guna mendorong percepatan penetrasi TIK di masyarakat yang Goal nya demi meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih baik.

Pemeringkatan eGovernment Indonesia (PeGI) mempunyai tiga tujuan utama yaitu :
1. Menyediakan acuan bagi pengembangan dan pemanfaatan TIK di lingkungan pemerintah.
2. Memberikan dorongan bagi peningkatan pemanfaatan TIK di lingkungan pemerintah melalui evaluasi yang utuh, seimbang dan obyektif.
3. Mendapatkan peta kondisi pemanfaatan TIK di lingkungan pemerintah secara nasional.

Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGI) untuk tingkat kabupaten/kota merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat e–Government, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kerja bareng dengan Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah. Agenda rutin ini diadakan serentak dengan melibatkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Kegiatan PeGI dilakukan untuk melihat peta kondisi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tingkat kabupaten/kota.
PeGI merupakan kegiatan nasional yang setiap tahun selalu diukur dalam indikator capaian serta benefitnya terkait pengembangan e-government secara nasional. Dengan kegiatan PeGI ini, indonesia mempunyaI peta kondisi keadaan pemanfaatakan TIK di lingkungan pemerintah secara nasional, selanjutnya memberikan dorongan serta menyediakan acuan bagi pengembangan dan pemanfaatan TIK di lingkungan pemerintah.

Dalam kegiatan PeGI, telah ditetapkan lima dimensi yang akan dikaji, yaitu: kebijakan, kelembagaan, infrastruktur, aplikasi, dan perencanaan. Masing-masing dimensi memiliki bobot yang sama dalam penilaian karena semuanya dianggap penting, saling terkait, dan saling menunjang antara satu dengan yang lainnya.


  • 0
TKD JENAR

Penggunaan Dana Desa Harus Transparan

Category : Berita

Sragen – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menghadiri kegiatan Tilik kembang desa di desa kandang sapi Rabu (27/9/2017),  tujuan dari tilik kembang desa adalah untuk meninjau perkembangan desa yaitu untuk mengetahui jalannya Pelayanan yang ada & aplikasi diterapkan apakah dilaksanakan dengan maksimal, serta melihat transparansi penggunaan dana desa dengan mencantumkan laporan  di balai desa.

“Saya mengapresiasi yang positif karena pembayaran PBB di kandangsapi sebesar 340 juta sudah lunas 100 %, lanjut Bupati.

Bupati katakan, “Desa di kandangsapi & desa lainnya kec. Jenar maupun desa Se kab. Sragen,  Raperda tentang  Desa segera disahkan maka harus dipersiapkan penataan perangkat desa, yaitu antara lain perangkat di kabupaten Sragen harus melek IT,

“Setiap desa harus mempunyai BUMDes untuk mensejahterakan pergerakan perkonomian didesa, yang kemudian akan diberikan dana secara setiap stimulan, bagi yang tidak mempunyai maka tidak akan diberikan dana tersebut, lanjut Bupati

Pada kesempatan tersebut Bupati memberikan bantuan air bersih sebanyak 3 tangki air dan memberikan bantuan RTLH kepada 3 KK masing-masing Rp. 5 juta yang berasal dari Dana Matra dan PMI yang diterima secara simbolis oleh bapak Songko  serta membagikan paket sembako kepada 50 keluarga kurang mampu ( humas)