Daily Archives: 08/11/2019

  • 0
WhatsApp Image 2019-11-08 at 08.08.00

SEMARAKKAN HARI WAYANG INTERNASIONAL DENGAN MENAMPILKAN 24 DALANG 24 JAM 24 LAKON

Category : Berita

Sragen – Sebanyak 22 kabupaten/kota di Jawa Tengah menggelar pertunjukan wayang secara serentak. Kegiatan ini untuk memperingati Hari Wayang Nasional 2019 yang jatuh pada tanggal 7 November setiap tahunnya. Di Sragen setidaknya 24 dalang berkolaborasi pagelaran wayang kulit 24 jam di Alun-alun Sasana Langen Putro, Sragen, Kamis (7/11/2019).

Dalam rangka Peringatan Hari Wayang Internasional, Pepadi Sragen menampilkan 24 dalang dari Sragen, selama 24 jam non stop dan 24 lakon yang berbeda. Pagelaran wayang dimulai pukul 09.00 WIB, dijadwalkan berakhir hari berikutnya, Jumat (8/11/2019) pada pukul 09.00.

“Pagelaran wayang kolaborasi 24 jam kali pertama diadakan”, ungkap Ketua Panitia Pagelaran, Ki Bambang Sarjito. 24 dalang yang tampil tersebut antara lain, Ki Sukiman, Juyadi Sabar Sadono (Arimbi Tundung), Ki Raffi (Anoman Duto), Ki Pandu GS (Bargowo), Ki Bamar Dandun (Pedhut Sumilak), Ki Gading P (Gatotkoco Jedi), Ki Sumanto BP (Gatotkoco Rante), Ki Guntur GP (Gondomono Luweng), Ki Dwi Samekto (Dewaruci). Kemudian Ki Aji Mulyanto (Rajamala), Ki Totok Sugiyarto (Romo Parasu), Ki Agung Mulyanto (Bedhahe Maespati), Ki Singgih Windarto (Bedhahe Prambanan), Ki Bambang Sarjito ( Sesaji Rajasuya), Nyi Tutik Cempluk (Sawitri), Ki Gepeng (Nagatatmala), Ki Eko Sosro (Gatotkoco Wisudo), Ki Anom Sunarto (Nugroho Sejati Suci), Ki Hartono (Petruk Lali), Ki Suwagi Gondo Asmoro (Mbangun Maerokoco), Ki Sumadi (Bedhahe Bungkus), Ki Jarot Suwarno (Batlowo), Ki Kemi Jegol (Laire Antigo), Ki Deki (Abimanyu Tundung), dan Ki Suparno (Murwokala). Menurutnya tujuan digelarnya pentas spektakuler 24 dalang itu selain memeriahkan Hari Wayang Internasional, juga untuk menguatkan persatuan dalang yang ada di Sragen.

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Tengah Untung Wiyono mengapresiasi pagelaran wayang itu. Untung Wiyono juga tampil di pagelaran tersebut, pada pukul 21.00 WIB dengan lakon Dewa Amral. “Ini baru pertama kali dan menyerempakkan itu yang sulit. Karenanya kami sangat mengapresiasi para seniman seniwati yang ikut berpartisipasi dalam peringatan Hari Wayang Internasional ini. Karena wayang adalah warisan budaya leluhur yang adi luhung, dengan cara seperti ini bisa melestarikannya,” papar beliau seusai membuka acara.

Sumber : dirangkum dari berbagai sumber.


  • 0
sc

KABUPATEN SRAGEN RAIH PENGHARGAAN SMART CITY 2019

Category : Berita

SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen masuk 25 besar Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia Tahun 2019. Atas pencapaian itu, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada Kabupaten Sragen dan 24 Kabupaten / Kota lainnya.

Penghargaan diberikan Menkominfo Johny G Plate kepada Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno pada acara Exhibition, Evaluation dan Presidential Lecture Gerakan Menuju 100 Smart City 2019, di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Sebelumnya, Pemaparan master plan smart city disampaikan Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati di hadapan tim panelis dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Kementrian PAN dan RB, Kementrian OPN/Bappenas, Kementrian PUPR  dan Staf Keprsidenan RI pada Selasa (5/11).

Materi pemaparan yang disampaikan Bupati Sragen Yuni diantaranya Master Plan Sragen Smart City jangka pendek, menengah dan panjang serta 3 Quick Wins terdiri dari yang pertama Aplikasi Sragen Pintar yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang Sragen secara cepat, kedua sistem Termanis (SPPD Online) guna mewujudkan tertib administrasi perjalanan dinas baik di dalam maupun keluar daerah, dan ketiga program MATRA bertujuan untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam pengentasan kemiskinan.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kominfo mengakui 3 quick wins dalam masterplan smart city yang disampaikan Bupati Yuni dinilai sangat menarik dan tepat, meski dikemas sederhana.

Wakil Bupati Dedy Endriyatno menyampaikan bahwa  penghargaan yang diberikan kepada 25 Kabupaten/Kota kemarin itu, salah satunya Kabupaten Sragen adalah bukti keseriusan daerah untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

“Jadi penghargaan tersebut diperoleh Kabupaten/Kota yang sudah membuat Master Plan dan Quick Win untuk mewujudkan kabupaten yang smart ” terang Wabup Dedy.

Harapannya setelah mendapat penghargaan tersebut nantinya secara bertahap pelayanan masyarakat bisa optimal berbasis digital.

“Karena smart city tidak hanya mengutamakan teknologinya saja namun yang paling penting juga pelayanan kepada masyarakat juga harus maksimal dan efektif,” terang Wabup.

“Semoga ini menjadi acuan untuk berpacu agar lebih kerja keras dengan cerdas, inovasi dan kreatif untuk membangun Kabupaten Sragen yang kita cintai ini,” harapnya.

Kepala Dinas Kominfo Dra. Yuniarti, MH, menyampaikan bahwa tersusunnya master plan Sragen Smart City ini merupakan hasil kerja tim dari semua OPD, demikian juga implementasinya nanti melibatkan semua OPD.

Menurutnya, penghargaan ini menjadi tantangan dan dorongan bagi Bumi Sukowati ini untuk mewujudkan enam dimensi smart city yang sudah ditetapkan antara lain Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Society, Smart Living, dan Smart Environment, pungkasnya.

Sumber: www.sragenkab.go.id