KOLABORASI BERSAMA SEMUA PERANGKAT DAERAH UNTUK MENEKAN STUNTING

  • 0
stunting

KOLABORASI BERSAMA SEMUA PERANGKAT DAERAH UNTUK MENEKAN STUNTING

Category : Berita

Sragen – Dalam  rangka pencegahan dan penurunan kasus Stunting  di Kabupaten Sragen diadakan Rapat Koordinasi Stunting, di Ruang Sambiloto (lt. 3) Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen (14/11/2019) menjadi lokus pada Tahun 2020. Rapat koordinasi dihadiri 26 peserta dari beberapa unsur, antara lain dari Kepala Badan, Kepala Dinas, Camat, Kepala Puskesmas,  Ketua TP-PKK Kab.Sragen, Ketua TPP- PKK Kecamatan Se- Kabupaten Sragen, Ketua IDI Cabang Sragen, Ketua IBI Cabang Sragen, Ketua Persagi Kab. Sragen, Ketua Hakli Kab. Sragen, Ketua HIMPAUDI Kab. Sragen, Ketua Muslimat NU Kab. Sragen, dan Ketua Aisyiyah Kab. Sragen.

Rapat koordinasi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, dr. Hargiyanto, M. Kes. “Tujuan rapat koordinasi atau rembug stunting adalah mengendalikan dan memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi pencegahan stunting”, ujarnya. “Diharapkan kolaborasi bersama semua Perangkat Daerah untuk menekan stunting”, lanjutnya.

Disampaikan oleh salah satu narasumber, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sragen, Drs. Joko Suratno bahwa penggunaan dana desa bukan untuk infrastruktur melainkan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, untuk pelaksanaannya dilakukan secara bertahap menuju desa mandiri. Konvergensi penanganan stunting tahun 2019 di desa-desa mutlak membentuk Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) terdiri 5 orang dan 2 orang harus dari bidang kesehatan misal bidan dan guru paud yang memiliki akses ke orang tua anak sejak dini. “Untuk memastikan syarat pencairan tahap dua dan tiga Dana Desa harus menganggarkan untuk pencegahan stunting”, ujar Drs. Joko Suratno.

Dengan model kolaborasi pengarusutamaan pembangunan gizi pada lintas sektor (guyub rukun dalam pencegahan dan penurunan Stunting) bisa memberikan dampak intervensi gizi sensitif 70-80 persen sehingga indek pembangunan manusia meningkat. Indonesia termasuk  peringkat 64 kecerdasan dari 65 negara. Tingkat kecerdasan anak indonesia ada diperingkat 64 dunia.