LAHAN SAWAH DISERANG TIKUS, BUPATI SRAGEN PIMPIN GROPYOKAN DI SEJUMLAH SAWAH

SRAGEN - Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati memantau langsung aksi gropyok tikus (pemberantasan hama tikus) di beberapa lahan sawah Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Sragen, Jumat (24/7/2020) pagi.

Aksi gropyok ini dilakukan untuk memutus perkembangbiakan dan populasi hama tikus yang selama ini menjadi ancaman bagi petani.

Uniknya, hama tikus yang berhasil ditangkap petani dan masyarakat ini, dihargai oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sragen bersama Pemerintah Desa Pengkok (Kedawung) seharga Rp. 2.000 per ekor.

Bupati Yuni mengatakan hama tikus yang terjadi di Sragen ini menjadi atensi khusus tim gugus tugas, di kala pandemi saat ini. Diharapkan produksi pangan di Kabupaten Sragen, tidak mengalami penurunan akibat hama tikus sehingga bisa menyumbang kebutuhan pangan. Mengingat Kabupaten Sragen merupakan Lumbung Pangan ke-2 se Jawa Tengah.

"Hari ini mengadakan kegiatan gotongroyong menggropyok hama tikus yang menjadi permasalahan Sragen saat ini. Selain menggunakan metode burung hantu, gropyokan tikus juga salah satu cara efektif untuk membasmi hama pengerat ini," terang Bupati.

Untuk menambah semangat para petani dan warga, hari ini Pemkab Sragen melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen bekerja sama dengan Pemdes Pengkok memberikan kompensasi bagi kelompok petani dan warga yang berhasil mengumpulkan tikus dan menghargainya Rp. 2.000,- per ekor.

"Dari Pemkab Rp. 1.000,- per ekor dan dari Pemdes Rp. 1.000,- sehingga total per ekornya Rp. 2.000,- ini sebagai penyemangat saja bagi petani dan masyarakat dan mudah-mudahan hari ini hasilnya banyak" papar Bupati.

Menurut Bupati, melalui aksi gropyok tikus bisa menambah semangat para petani karena selain bisa jual tikus juga mengurangi hama tikus.

"Tentunya senang, sering ada kegiatan seperti ini malah bagus. Semoga bisa menjadi contoh Desa-desa lain," kata Bupati.

Sosialisasi kepada gabungan kelompok tani (gapoktan), dikatakan Bupati juga sudah dilakukan di 20 Kecamatan se Kabupaten Sragen. Pada sosialisasi itu Bupati juga memberikan edukasi kepada petani bahwa cara efektif menanggulangi hama tikus tidak dengan melakukan pemasangan listrik di lahan persawahan.

"Diharapkan dengan cara ini hasil panen masyarakat meningkat sehingga kebutuhan pangan tidak akan berkurang," harapnya.

Bupati mengaku prihatin karena ada korban yang meninggal dunia akibat kesetrum jebakan listrik di lahan sawahnya, Kamis (23/7/2020) kemarin di Kecamatan Tanon. Menurutnya pemasangan jebakan listrik hingga mengakibatkan korban meninggal dunia merupakan pelanggaran hukum.

"Kami pemkab Sragen tidak akan lelah mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan jebakan tikus yang dialiri listrik. Karena korban meninggal dunia akibat kesetrum jebakan tikus disawah sudah ada tujuh orang di Sragen," tuturnya.

Sementara Kades Pengkok, Cokro mengatakan di desa Pengkok sendiri, tradisi gropyokan baru dilakukan pada tahun ini atas inisiatif dari yang punya lahan, kelompok tani dan masyarakat.

"Masalahnya tikus itu benar-benar bisa habis dengan cara gropyokan ini kalau cuma angkrong dan pakai obat itu cuma mengurangi. Kalau gropyok bisa sampai anak-anak tikusnya mati sehingga lebih maksimal," terang Kades.

Ia juga mengatakan gropyokan sudah dilakukan tiga kali ini, setiap hari Jumat.

"Pada jumat pertama, kami hanya menyediakan minum dan makanan saja, kemudian jumat kedua kami berikan uang senilai Rp. 1.000,- per ekor bagi kelompok tani yang berhasil mengumpulkan tikus," jelasnya.

"Dan Alhamdulillah hari ini jumat ketiga, diberikan tambahan Rp. 1.000,- per ekor dari Pemkab Sragen sehingga total Rp. 2.000,- per ekor," lanjutnya.

Pihaknya juga menegaskan di Desa Pengkok tidak diperbolehkan memasang jebakan tikus listrik karena membahayakan petani maupun warga.

Selain disemprotkan obat, gropyokan tikus juga dilakukan dengan cara melakukan pengasapan di lumbung atau sarang tikus. Cara ini dinilai lebih efektif, membasmi tikus yang langsung mati di sarangnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari Camat Kedawung Nugroho Dwi Wibowo, Kades Pengkok Cokro, kelompok tani dan sejumlah warga peserta gropyok tikus.