Author Archives: admin

  • 0
sma 2

Penyuluhan Untuk Meningkatkan Kesadaran Bernegara, Tertib Berlalu Lintas dan Pengunaan Teknologi Informasi

Category : Berita

“Media Sosial”, seperti Facebook, Twitter, Path, Youtube, Instagram, Line dan BBM, saat ini seakan menjadi candu, bagi Masyarakat Indonesia, khususnya di Kalangan Remaja. Penggunaan “Media Sosial” di Kalangan Remaja, dapat memberikan pengaruh secara langsung, baik “Positif” maupun “Negatif”. Belum sempurnanya kematangan Pemikiran Remaja, dalam menyaring informasi yang mengandung konten-konten “Negatif”, yang disebarkan melalui “Media Sosial”, menjadi latar belakang Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sragen, menyelengarakan “Penyuluhan Bagi Pemuda, untuk Meningkatkan Kesadaran Bernegara, Tertib Berlalu Lintas dan Pengunaan Teknologi Informasi”. Kegiatan “Penyuluhan Bagi Pemuda”, dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, SE, Rabu, 08 November 2017, di “Aula” – SMA Negeri 2 Sragen, diikuti 400 Orang Peserta, terdiri dari Siswa/Siswi Kelas 10, Perwakilan Pengurus OSIS, dan Guru SMA Negeri 2 Sragen. Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Sragen Rahmad Purwadi, SH, MM, saat dimintai keterangan, disela-sela Kegiatan, menjelaskan, Kegiatan “Penyuluhan Bagi Pemuda, untuk Meningkatkan Kesadaran Bernegara, Tertib Berlalu Lintas dan Pengunaan Teknologi Informasi” dilaksanakan, guna membentengi Generasi Muda di Kabupaten Sragen, dalam memanfaatkan “Media Sosial”. Sehingga Generasi Muda di Kabupaten Sragen, bisa menjadi Generasi Sehat, yang dapat mengunakan Internet secara “CAKAP”, atau Cerdas, Kreatif dan Produktif. Rahmad Purwadi, SH, MM, menambahkan, selain “Media Sosial”, Rendahnya Kesadaran dalam Berlalulintas, juga menjadi permasalahan tersendiri di Kalangan Remaja, sehingga banyak kejadian Kecelakaan, yang melibatkan dan merenggut nyawa Generasi Muda. Sementara memasuki Tahun Politik di Indonesia, pada Tahun 2018 dan Tahun 2019 mendatang, maka dianggap perlu, untuk memberikan informasi kepada Generasi Muda, sehingga dapat memberikan pencerahan, dan meningkatkan Kesadaran Bernegara, bagi Generasi Muda di Kabupaten Sagen. Dalam Kegiatan “Penyuluhan Bagi Pemuda” tersebut, Dinas Kominfo Kabupaten Sragen, menggandeng Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sragen, sebagai Narasumber, untuk memberikan Materi kepada Peserta. #lpplbuanaasri.com


  • 0
jokowi bupati

Presiden Menyetujui Permintaan Bupati Sragen tentang Penambahan Exit Tol di Ngrampal

Category : Berita

SRAGEN – Setelah acara penyerahan sertipikat selesai, ditempat yang berbeda  Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta kepada presiden untuk menyetujui penambahan pintu tol di Kabupaten Sragen.

“Presiden memberi persetujuan permohonan Kabupaten Sragen untuk menambah pintu tol di Kawasan kecamatan Ngrampal, hanya saja menurut Kementerian Pekerjaan Umum harus digeser sedikit kearah timur”, dijelaskan Bupati, Selasa (7/11/2017).

Bupati katakan,  “siap mengakomodir pergeseran lokasi pintu tol di kawasan Ngrampal. Dengan adanya tanggapan yang positif dari Presiden, maka semakin besar terealisasinya pintu tol tersebut”.

“Langkah ini sebagai penunjang rencana zona industri di Sambungmacan. Dengan adanya pintu tol, tentu menunjang truk besar untuk masuk ke jalan tol. Selain itu kawasan Sambungmacan banyak dilirik oleh pengusaha dari Jawa timur, salah satu pertimbangannya mungkin UMK di Sragen lebih Sustain (berkembang), sehingga mereka akan membuat pabrik disini,” ujar Bupati.

Selain itu Bupati juga meminta pelebaran jalan di Masaran-Pungkruk pada 2018. “Hal ini terkait rencana sebelumnya yang sempat ditunda. Jalur tersebut akan dibuat 4 lajur. Untuk kendaraan pribadi tentu suatu keuntungan, karena tidak perlu bayar,” jelasnya.

Bupati juga berharap, dengan membangunan infrastruktur kali ini dapat mendorong kedepanya Sragen akan lebih maju. karena Pembangunan infrastruktur dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi. (Humas)


  • 0
pdam-belanda

PEMKAB. SRAGEN JALIN KERJASAMA DENGAN PT. OASEN VN, BELANDA UNTUK TINGKATKAN PENGELOLAAN PDAM

Category : Berita

Belanda – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi oleh Ketua DRPD Sragen Bambang Samekto, Direktur  Utama PDAM Tirto Negoro Sragen Supardi  Kismo Diharjo dan jajarannya melakukan kunjungan kerja ke Belanda, Selasa (31/10/2017)

Maksud kunjungan tersebut dalam rangka mengadakan kerjasama antara PDAM Kabupaten Sragen dengan PT. Oasen NV dibidang Proyek WaterWorX WOP. Sedangkan PT. Oasen NV yang  berkantor di Sint Jacobsstraat 300, Utrecht, Belanda diwakili oleh direktur utama Prof. Dr. Ir. W.G.J (Walter) Van Der Meer.

Tujuan kerjasama WaterWorX adalah untuk meningkatkan akses air dan sanitasi secara berkelanjutan dengan cara memperkuat organisasi, keuangan, teknis dan berkelanjutan, memperkuat lingkungan yang mendukung utilitas air dari segi kebijakan, peraturan dan pembiayaan, meningkatkan akses terhadap pembiayaan investasi infrastruktur  air.

Dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan dapat memperbaiki operasional dan keuangan, sehingga mengurangi resiko investasi perbankan dan menumbuhkan kepercayaan, meningkatkan akses dan ketersediaan air untuk semua termasuk daerah kekurangan, targetnya untuk meningkatkan sanitasi dan penanganan air limbah jika memungkinkan.

Tujuan dari keseluruhan dari proyek ini adalah untuk memastikan produksi dan akses air bagi Kabupaten Sragen di masa depan, dengan mengimplementasikan paket pekerjaan yang terdapat dalam program WaterWorX, seperti mengurangi NRW (Non-Revenue Water / air yang tidak berekening) dan menerapkan kemampuan untuk menemukan sumber air yang tepat.

Kesepakatan ini berlaku dari 1 Januari 2018 sampai dengan 31 Desember 2021. Kedua belah pihak sepakat untuk memperpanjang kerjasama hingga 2030.

Proyek tersebut merupakan bagian dari program WaterworX dari Konsorsium perusahaan Air Minum Belanda dan Kementerian Luar Negeri Belanda.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sragen memprestasikan kondisi umum Kabupaten yang meliputi letak geografis, produk-produk unggulan Sragen, bidang pertanian, Museum Sangiran. Sedangkan tentang PDAM Bupati menyampaikan tentang cakupan layanan pengguna Air PDAM di Kabupaten Sragen, Produksi dan Distribusi Air, pengelolaan keuangan, NRW PDAM Sragen 2014 -2017 dan rencana PDAM Sragen kedepan (Humas)


  • 0
TKD Tangen

BUPATI SRAGEN TILIK KEMBANG DESA JEKAWAL KEC. TANGEN

Category : Berita

Hari Kamis tanggal 26 Oktober 2017, Bupati Sragen, dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati melaksanakan kunjungan kerja ke Kecamatan Tangen bertajuk “Tilik Kembang Desa”. Kegiatan tersebut diawali dengan mengunjungi Puskesmas Tangen yang merupakan garda terdepan dalam penanganan masalah kesehatan di Kecamatan Tangen. Bupati beserta rombongan hadir pada pukul 07.30 WIB saat pegawai Puskesmas melaksanakan apel pagi. Setelah apel pagi selesai, para pegawai menyambut rombongan Bupati dan mempersilakan untuk melihat-lihat ke dalam Puskesmas. Bupati tampak antusias untuk memeriksa setiap ruangan yang dilalui, mulai dari ruang tunggu, laboratorium, hingga ruang rawat inap pasien. Seluruh ruang rawat inap dikunjungi dan Bupati menyempatkan berbincang-bincang dengan pasien yang sedang dirawat. Tidak lupa, Bupati memberikan bingkisan serta bantuan uang kepada pasien untuk memberikan sedikit kebahagiaan kepada mereka walaupun sedang sakit. Pada saat mengunjungi ruang bayi, Bupati mengungkapkan kekecewaannya setelah melihat ada 2 (dua) alat inkubator yang tidak pernah digunakan dan tidak dapat dinyalakan. Bupati mengingatkan bahwa setiap bantuan peralatan medis yang diberikan kepada Puskesmas, harus sering dirawat dengan baik dan dicek kemampuan operasionalnya.

Setelah melihat-lihat setiap ruangan, rombongan menuju ke aula Puskesmas di lantai 2 untuk sarapan dan dilanjutkan pengarahan oleh Bupati kepada para pegawai Puskesmas serta instansi di Kecamatan Tangen. Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Tangen, dr. Ekodiyah memaparkan bahwa tidak terdapat angka kematian ibu dan anak di Kecamatan Tangen. Ibu hamil resiko tinggi (resti) di Kecamatan Tangen juga sudah ditangani oleh bidan wilayah yang membimbing di tiap-tiap desa. Untuk menanggapi kekecewaan Bupati pada saat cek mesin inkubator, dr. Ekodiyah mengatakan bahwa mesin tersebut belum digunakan karena selama ini belum ada bayi yang membutuhkannya. Ditambahkannya, di Puskesmas Tangen sudah terdapat peralatan USG, sehingga sangat membantu ibu hamil.

Di hadapan para pegawai Puskesmas dan instansi se-Kecamatan Tangen, Bupati memberikan pengarahan bahwa ASN mempunyai garis komando. Jadi untuk menyampaikan informasi, kritik, atau keluhan bisa kepada atasan masing-masing. Jika atasan tidak mampu menyelesaikannya, bisa dilaporkan kepada pejabat yang lebih tinggi, hingga kepada Bupati. Bupati mengingatkan untuk tidak perlu mengeluh kepada pihak-pihak luar seperti LSM atau DPRD. ASN juga diingatkan agar memanfaatkan media sosial dengan sebaik-baiknya, karena persepsi publik dapat terbentuk karena apa yang kita bagikan. Bupati juga mengatakan bahwa sekarang ini otonomi daerah sedikit demi sedikit mulai dipreteli, sebagai contoh tentang masalah kependudukan yang sekarang diambil alih oleh pemerintah pusat kembali, padahal kita yang lebih tahu tentang masalah tersebut. Mengenai peralatan yang ada di Puskesmas, Bupati mengingatkan agar semuanya bisa digunakan dan memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan agar menginventarisasi setiap alat-alat yang bisa digunakan dan yang tidak bisa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berharap agar Dinas Kesehatan punya inovasi dimana informasi secara realtime terhubung ke telepon genggamnya, sehingga misal ketika di-klik Tangen maka akan terlihat informasi tentang berapa jumlah ibu hamil resti di Tangen, siapa saja orangnya, dan lain sebagainya. Bupati juga menginstruksikan untuk membuat group Whatsapp antara bidan dengan dokter spesialis. Selanjutnya, Bupati menceritakan bahwa akan mendirikan rumah sakit tipe D di Tangen, untuk menjaring pasien dari Grobogan dan juga Tangen sendiri, dimana orang Tangen jika mau ke Sragen atau Gemolong terlalu jauh.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke SMP Negeri 2 Tangen yang beralamat di Jalan Raya Tangen-Galeh Km.5, dimana sudah menunggu para siswa di sepanjang jalan masuk menyambut Bupati dengan bernyanyi, menyalami dan memberikan bunga sebagai ucapan selamat datang. Bupati beserta rombongan kemudian diajak oleh Kepala Sekolah SMP N 2 Tangen Ahmad Kuncoro, untuk berkelilingsekolah yang baru saja mendapat penghargaan Adiwiyata di tingkat provinsi, dan saat ini sedang persiapan untuk berlomba di tingkat nasional tersebut. Rombongan mengunjungi setiap ruang di sekolah tersebut, mulai dari perpustakaan yang telah mendapatkan juara I tingkat SMP se-Kabupaten Sragen, gazebo baca yang unik, pot gantung di teras kelas, green house sebagai tempat karantina tanaman, serta tempat pembibitan tanaman yang dikelola oleh siswa. Setelah selesai berkeliling, Bupati disuguhi oleh berbagai pertunjukan seni dan budaya dari siswa SMP N 2 Tangen, antara lain semaphore kelompok Pramuka, pencak silat, puisi Kemudian, Bupati memanggil perwakilan siswa masing-masing kelas untuk naik ke atas panggung. Dalam dialognya, salah seorang dari perwakilan siswa tersebut meminta agar ada perbaikan sekolah, terutama pagar dan jalan. Ketika diminta oleh Bupati untukmenggambarkan tentang Sragen, seorang siswi yang bernama Nabila mendeskripsikan Sragen sebagai kota yang banyak kebudayaannya, ramah-ramah orangnya, dan asri.

Setelah dari SMP N 2 Tangen, rombongan kemudian bergerak menuju lokasi RTLH yang mendapat bantuan untuk perbaikan tempat tinggal serta pembuatan jamban dari Pemerintah Kabupaten Sragen dan Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen. RTLH yang dikunjungi Bupati adalah rumah Bp. Marimin di Dk. Bligi RT.18 Desa Jekawal. Dalam kunjungan tersebut, Bupati sempat berbincang-bincang dengan pemilik rumah, serta membagikan buku kepada anak-anak warga sekitar.

Kemudian acara dilanjutkan dengan mengunjungi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngudi Luhur di Dusun Blontah, Desa Jekawal. Di lokasi tersebut, sudah menunggu para anggota Gapoktan beserta warga setempat, beserta hewan ternak sapi dan kambing yang dikumpulkan di samping rumah. Dalam sambutannya, Ketua Gapoktan Ngudi Luhur, Sarno Utomo memaparkan bahwa Gapoktan ini berdiri sejak 11 Maret 2009, dimana dulu mendapat bantuan 15 ekor sapi, dan setelah dipelihara oleh masing-masing anggota, sekarang bertambah menjadi 19 ekor sapi dan sekarang juga mempunyai 273 ekor kambing. Di tempat tersebut, Bupati juga memberikan sambutan dan menceritakan bahwa pada tahun 2016 lalu, ia sempat memutuskan untuk tidak mencairkan bantuan sosial ternak dikarenakan ada banyak penyimpangan dan tidak sesuai peruntukannya. Ia juga menambahkan bahwa semua bantuan ternak akan diaudit oleh BPK, sehingga sulit untuk melakukan penyimpangan. Dan jika setelah ini ada permintaan bantuan oleh warga, dipersilakan untuk membuat proposal melalui Camat, dituliskan bahwa permintaan tersebut adalah hasil dari Tilik Kembang Desa, maka akan dibantu di tahun 2018.

Bupati menjawab permintaan bantuan 2 buah kursi roda untuk warga setempat, bahwa 1 buah akan dibantu oleh PMI Sragen, dan 1 buah yang lain akan dibantu oleh Pemkab Sragen, dan bulan depan akan dikirim ke warga. Dan untuk permintaan sumur dalam, Bupati tidak serta-merta langsung menyetujui, tetapi akan berkoordinasi dulu dengan Bidang Pengairan DPU-PR Kabupaten Sragen. Bupati juga meminta agar warga menjaga kebersihan karena saat ini musim pancaroba sehingga banyak penyakit, serta tidak boleh buang air sembarangan karena saat ini pemerintah mempunyai program jambanisasi. Warga juga diminta gotong-royong membantu warga yang mendapatkan bantuan RTLH. Dalam acara tersebut, perwakilan dari BPR Djoko Tingkir juga mensosialisasikan kredit untuk peternak, serta kantor baru di Kecamatan Tangen, yaitu berlokasi di Pasar Tangen. Setelah acara sambutan, kemudian rombongan dijamu dengan makan siang olahan daging kambing ternak Gapoktan Ngudi Luhur. Kemudian Bupati melihat-lihat ternak sapi dan kambing peliharaan anggota gapoktan yang telah dikumpulkan di samping lokasi.

Setelah mengunjungi Gapoktan Ngudi Luhur, rombongan kemudian berpindah ke lokasi terakhir Tilik Kembang Desa Bupati Sragen di Kecamatan Tangen hari itu, yaitu acara seremonial di Balai Desa Jekawal.Warga yang sudah berada di lokasi sejak pagi hari, disuguhi berbagai makanan ringan serta makan siang bersama. Setelah Bupati hadir, acara dimulai dengan pagelaran seni dan budaya dari para siswa SMP Negeri 2 Tangen. Kepala Desa Jekawal, Sutardi memulai sambutan dengan memaparkan data statistik dan potensi daerah Desa Jekawal, hingga tentang beragai pencapaian yang telah dilakukan oleh Pemerintah Desa Jekawal. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bupati Sragen, yang mengungkapkan bahwa Wakil Bupati dan banyak kepala dinas serta instansi yang tidak bisa hadir dikarenakan banyak acara di Kabupaten Sragen. Ia juga mengungkapkan rasa senangnya bahwa anak-anak muda Tangen memiliki potensi-potensi yang luar biasa, dan kunjungan ke Jekawal ini adalah yang pertama kalinya sejak menjadi Bupati. Ia menjelaskan tentang tujuan dari Tilik Kembang Desa, yaitu untuk melihat perkembangan desa, serta untuk mengetahui apa saja kebutuhan desa. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tahun depan, atas perintah Presiden, Dana Desa difokuskan untuk pemberdayaan desa, terutama BUMDes.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengingatkan agar warga berhati-hati jika ditawari bantuan. Jika diberi bantuan dari dana aspirasi DPRD dengan potongan yang besar, maka jangan diterima. Karena seharusnya potongan bantuan hanya untuk pajak saja. Ia menambahkan bahwa saat ini, kita sedang menggalakkan program Saber Pungli, sehingga lebih baik tidak menerima bantuan daripada masuk penjara. Bupati menginginkan agar jika warga mempunyai masalah, dapat langsung “Lapor Mbak Yuni”, maka akan langsung ditanggapi oleh Kepala Dinas terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan bantuan secara simbolis kepada warga penerima bantuan. Acara di Balai Desa Jekawal ditutup dengan tinjauan Bupati ke display aneka produk unggulan UMKM warga Desa Jekawal, serta dilanjutkan dengan meninjau pelayanan Padma Desa Jekawal. #Kec. Tangen.


  • 0
jalan sehat gunung kemukus

Bupati Sragen berkomitmen merubah gunung Kemukus menjadi obyek wisata religi

Category : Berita

Sragen – Obyek wisata gunung Kemukus dikunjungi ribuan peserta jalan sehat dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda ke 89 Kabupaten Sragen, Jum’at (27/10/2017). Peserta terdiri dari seluruh ASN Kab. Sragen, pelajar, TNI / Polri dan masyarakat sekitar.

Tujuan dari acara tersebut adalah meningkatkan semangat para pemuda dalam mengimplementasikan sumpah pemuda, menumbuhkembangkan pribadi, karakter yang berkapasitas keahlian dan mumpuni, menjadikan pemuda sebagai penopang utama kebangkitan dan kesatuan bangsa, menjaga kesehatan, kebugaran dan meningkatkan rasa guyub rukun antar masyarakat.

Jalan sehat yang berjarak kurang lebih 2 km tersebut melalui sendang Ontro Wulan, makam pangeran Samodro, dan petilasan watu putih yang merupakan obyek wisata religi yang berada di Gunung Kemukus.

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, berharap, “seluruh warga sekitar dan ASN kab. Sragen harus  ikut mendukung program pemerintah dengan serius untuk menjadikan obyek wisata gunung Kemukus menjadi obyek wisata religi yang bersih dari kemaksiatan dan prostitusi”.

“Target pada Desember 2018 nanti semua area Gunung Kemukus harus bersih dari praktek prostitusi dan kita punya image yang baru yaitu daerah wisata religi”, lanjut Bupati.

Kata Bupati,” jika kita berziarah di makam pangeran Samodro harus dengan niat yang baik, maka hasilnya pun akan baik tanpa adanya bumbu-bumbu yang membuat tidak baik”.

“Saya dengan tegas akan menindak dan konsisten secara terus menerus untuk membuat image baru bagi gunung Kemukus, seluruh ASN kab. Sragen untuk bisa mensosialisasikan dengan mengatakan dengan bangga kepada warga diluar kab Sragen bahwa gunung kemukus akan dibuat obyek wisata religi dengan konsep yang baru. Satpol PP harus konsisten dan kerja keras serta saya harap masyarakat harus mau mendukungnya”, tegas Bupati.

Bupati menegaskan, “Pada tahun 2018 para siswa di Kab. Sragen selain wajib berdarma wisata di Sangiran juga wajib mengunjungi obyek wisata  gunung kemukus dalam rangka mensosialisasikan bahwa gunung Kemukus mempunyai image yang baru yaitu sebagai obyek wisata religi”.

Selain Bupati acara yang berhadiah kulkas, sepeda dan puluhan hadiah lainnya tersebut,  juga dihadiri oleh Wakil Bupati Dedy Endriyatno, Sekda Sragen dan Forkopimda kab. Sragen  (humas)


  • 0
ombudsmen

Ombudsman RI Gelar Sosialisasi Pelayanan Publik di Sragen

Category : Berita

Sebagai upaya meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan pelayanan publik sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan dan korporasi yang baik serta untuk memberi perlindungan bagi setiap warga negara dan penduduk dari penyalahgunaan wewenang di dalam penyelenggaraan pelayanan publik, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah mengadakan “Sosialisasi Undang-Undang No.37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia dan Undang-undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik”, di Op-Room, Setda. Sragen, pada hari Rabu, 25 Oktober 2017. Kegiatan yang mengangkat tema “Kewenangan Ombudsman dan Pelayanan Publik” tersebut, menghadirkan Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Jawa Tengah Sabarudin Hulu, SH sebagai narasumber. Sosialisasi tersebut, dibuka oleh Sekda. Kabupaten Sragen Drs. Tatag Prabawanto, B, MM dan diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Sragen. Dalam sambutannya, Drs. Tatag Prabawanto, B, MM menyampaikan apresiasi kepada Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah yang berkenan memberikan sosialisasi tentang keberadaan dan tugas serta fungsi Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah. Karena, selama ini Ombudsman di Kabupaten Sragen masih dalam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pemerintah Kabupaten Sragen mendukung terkait Undang-Undang Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah. Sekda meyakini, setelah ini akan muncul keluhan-keluhan terkait pelayanan publik di Pemerintah Daerah maupun pelayanan Pemerintahan Desa. Diharapkan, Ombudsman bisa memberikan sumbang saran tentang permasalahan di masing-masing daerah.
Lebih lanjut, Sekda mengatakan, dengan adanya sosialisasi tersebut seluruh Aparatur ipil Negara (ASN) Kabupaten Sragen bisa membedakan antara sumbangan dan pungutan liar. Sehingga diharapkan, hal tersebut sesuai dengan aturan dan Undang-Undang yang berlaku. Untuk itu, harus mengedepankan asas kehatian-hatian dan taat hukum.
#LPPL Buana Asri#.


  • 0
rakor ppid

Rapat Koordinasi PPID Pembantu Sragen 2017

Category : Berita

Dalam rangka meningkatkan Pelayanan Informasi, dan Dokumentasi yang berkualitas di Kabupaten Sragen, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sragen, menggelar “Rapat Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu Kabupaten Sragen Tahun 2017”. Rapat Koordinasi (Rakor) – PPID Pembatu Kabupaten Sragen Tahun 2017, secara resmi dibuka Assisten III – Bidang Administrasi Umum Sekda. Sragen Ir. Simon Nugroho Sri Yudanto, Selasa, 24 Oktober 2017, di Gedung “PKPRI” Kabupaten Sragen. Dalam Laporannya Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Sragen Rahmad Purwadi, SH, MM, menjelaskan, maksud dan tujuan dilaksanakan Rakor tersebut, adalah untuk menyamakan persepsi tentang Peran PPID Pembantu, menguatkan Fungsi PPID Pembantu menuju terwujudnya layanan Informasi yang akurat, meningkatkan Pengelolaan dan Pelayanan Informasi, serta mengatasi kendala atas Pelayanan Informasi Publik di Kabupaten Sragen.
Lebih lanjut Rahmad Purwadi, SH, MM menyatakan, Pelaksanaan Rakor – PPID Pembatu Kabupaten Sragen Tahun 2017, menghadirkan 2 Orang Narasumber, yaitu Kabag. Humas – Setda. Kabupaten Sragen Dra. Yuniarti, MH, dengan Materi “Peran Kehumasan dalam Era Keterbukaan Informasi Publik”, dan Kabid. Pengelolaan Informasi – Dinas Kominfo Kabupaten Sragen Fajar Adhi Nugroho, ST, Materi tentang “Strategi Pengelolaan dan Pelayanan Informasi”. Rakor diikuti 270 Orang Peserta, terdiri dari seluruh PPID Pembantu di Kabupaten Sragen. (LPPL BUana Asri)


  • 0
Taman Doa

BUPATI SRAGEN MERESMIKAN TAMAN DOA SANTA PERAWAN MARIA DI FATIMA

Category : Berita

Sragen – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati meresmikan pembangunan Taman Doa Santa Perawan Maria Di Fatima yang mulai dibangun Tahun 2011, terletak di Ngrawoh, Gesi, Sragen, Minggu (22/10/2017). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Uskup Agung Semarang Robertus Rudiatmoko, Sekda Sragen, Forkompimda, anggota DPRD Kab, Sragen, Ketua FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama)  Sragen.

Taman Doa Santa Perawan Maria Di Fatima dibangun dengan dana sebesar Rp. 2.936.200.000,- terdiri dari 3 bagian area yang menggambarkan tiga bentuk kehidupan yang dialami manusia yaitu kehidupan umat Allah yang berjuang, Kehidupan umat Allah yang berziarah dan Kehidupan umat Allah yang Mulia.

Dalam kesempatan tersebut Bupati menyampaikan, “saya meyakini bahwa negara ini bisa kita bangun, bisa kita menyelesaikan segala masalah dengan keimanan apapun agamanya. Dengan saling pengertian dan toleransi yang kita miliki.

“Selalu saya sampaikan bahwa dengan guyub rukun harus bisa mendarah daging kepada seluruh warga Sragen dalam hal apapun, karena dengan guyub rukun membuat Sragen senantiasa dalam keadaan aman dan kondusif”, kata Bupati.

Bupati berharap, semoga Taman Doa Santa Perawan Maria Di Fatima ini bisa menjadi magnet bagi seluruh warga kab. Sragen , bahwa tempat ini bisa menjadi sarana untuk saling berdiskusi dan bersilahturahmi bukan hanya untuk kaum katholik saja. Semoga bermanfaat bagi karangtaruna dan warga sekitar yang mau menjual souvenir atau ciri khas Kabupaten Sragen yang menjadikan saling bermanfaat.

“Bahwa APBD Kabupaten Sragen telah membantu Rp. 75 juta untuk pembangunan tempat ini,  itulah wujud kepedulian kami, dan kami berusaha memberikan bantuan kepada umat manapun”, ujar Bupati

Sementara itu Uskup Agung Semarang, mengatakan, “Dengan adanya Taman Doa ini, semoga siapapun umat yang beriman dapat memanfaatkan tempat ini untuk membangun sikap rohani dan olah rohani yang semakin baik”.

“Semoga dengan adanya tempat ini, banyak umat yang semakin beriman kepada tuhan yang diwujudkan dalam kebersamaan dengan orang lain khususnya warga sekitar”, ujarnya

Dikatakan lebih lanjut, “tempat bukan hanya eksklusif  bagi orang-orang katholik tetapi terbuka untuk siapapun dan untuk membangun kebersamaan dan keakrapan dengan orang lain”.

Peresmian tersebut ditandai dengan pemotongan untaian bunga, penandatangan Prasasti, pelepasan burung dan penanaman pohon. (Humas)


  • 0
galadea

Sragen menjadi salah satu dari 90 Kab/Kota di Indonesia penyelanggara Galadesa Tahun 2017

Category : Berita

Sragen – Program Pemerintah dari kementerian pemuda dan olahraga, antara lain gala desa yang bertujuan sebagai ajang untuk mencari bibit atlet diusia dini yang dijadikan atlet profesional yang berasal dari pelosok desa di Indonesia.

Kabupaten Sragen merupakan salah satu kabupaten yang ditunjuk  sebagai penyelenggaran Gala desa dari 90 kabupaten / kota di Indonesia oleh kementerian Pemuda dan olahraga. Pembukaan gala desa dilaksanakan di lapangan Desa Sambiduwur, kecamatan Tanon, Sabtu (14/10/2017).

Wakil Bupati Dedy Endriyatno  bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan, “Galadesa dilakukan sebagai ajang untuk mencari bibit atlet yang berprestasi dan berpotensi dari anak Kabupaten Sragen untuk dilatih dan dikembangkan menjadi atlet nasional maupun dunia”.

Peredaran narkoba di Kabupaten Sragen sudah sampai pelosok desa bukan hanya diperkotaan, maka pada kesempatan tersebut Bupati Sragen berpesan yang disampaikan wakil bupati, anak-anak jangan mengkonsumsi obat-obatan terlarang tersebut pemerintah Sragen sudah bekerjasama dengan Polres Sragen untuk memberantas peredaran narkoba tersebut, tidak hanya siswa yang salah tetapi para kepala sekolah harus ikut bertanggungjawab, ujar wakil Bupati

Ukirlah prestasi di segala bidang antara  lain bidang olahraga melalui Galadesa ini, supaya menjadi atlet yang berprestasi ditingkat nasional maupun dunia, lanjut wakil bupati.

Dalam kesempatan tersebut, asisten deputi pengembangan olahraga tradisional dan layanan khusus dr. Bayu Rahardian, So.Kj. yang mewakili deputi dan Menteri pemuda dan  olahraga, ” mengapresiasi yang tinggi kepada pemkab. Sragen yang telah bersedia menjadi salah satu penyelengara program Galadesa”

“Program Ayo Olahraga yang didalamnya kita membudayakan olahraga dan olahraga dijadikan gaya hidup, program besar Ayo olahraga Galadesa dan Gowes Nusantara merupakan program nasional gerakan masyarakat hidup sehat yang tujuannya tidak hanya membudayakan olahraga tetapi harus mempunyai nilai-nilai  sebagai pemersatu bangsa”, ujar Bayu Rahardian.

Dikatakan lebih lanjut, “Galadesa diselenggarakan untuk mencari bibit-bibit atlet dari kabupaten Sragen yang dikembangkan agar menjadi atlet nasional maupun internasional, di Sragen sudah ada atlet nasional antara lain atlet panjat tebing dan panahan”.

Adapun jenis cabang olahraga yang dipertandingan di ajang Galadesa Kabupaten Sragen ada 6 cabang olahraga, diselenggarakan secara serempak pada tanggal 14 & 15 Oktober 2017  yaitu  Sepakbola  diikuti  16 club diselenggarakan di Lapangan Sambiduwur.  Volly  diikuti 16 club diselenggarakan di desa gabungan, Tanon. Bulutangkis diikuti 46 peserta diselenggarakan di Ds. Karangasem, Tanon. Sepak Takraw  diikuti 16 club diselenggarakan di Ds. katelan, Tangen. Tenis meja diikuti 50 orang diselenggarakan di Sragen kulon, Sragen. Atletik diikuti 60 orang diselenggarakan di Kroyo, Karangmalang. (Humas)


  • 0
pegi pegi

Sragen Kembali Menorehkan Prestasi Sebagai Juara Pertama Pemeringkatan e Gov Indonesia (PeGI)

Category : Berita

SEMARANG, – Hasil pemeringkatan e-government untuk seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah yang diikuti oleh 35 Kabupaten/Kota telah diumumkan hari Selasa, 26 September 2017 di Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Hebatnya Kabupaten Sragen menduduki peringkat pertama dengan index 3.53. Posisi kedua ditempati oleh Kota Semarang dengan index 3.40 dan kemudian diikuti oleh Kota Pekalongan dengan index 3.36 Ini merupakan kali pertama Kabupaten Sragen meraih peringkat pertama selama 6 tahun mengikuti PeGI prestasi terbaik adalah peringkat ke 2 setelah Kota Pekalongan.

Dengan diraihnya peringkat pertama PeGI diharapkan Kabupaten Sragen semakin terlecut untuk terus semangat berinovasi dengan memanfaatkan Teknologi Informasi guna mendorong percepatan penetrasi TIK di masyarakat yang Goal nya demi meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih baik.

Pemeringkatan eGovernment Indonesia (PeGI) mempunyai tiga tujuan utama yaitu :
1. Menyediakan acuan bagi pengembangan dan pemanfaatan TIK di lingkungan pemerintah.
2. Memberikan dorongan bagi peningkatan pemanfaatan TIK di lingkungan pemerintah melalui evaluasi yang utuh, seimbang dan obyektif.
3. Mendapatkan peta kondisi pemanfaatan TIK di lingkungan pemerintah secara nasional.

Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGI) untuk tingkat kabupaten/kota merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat e–Government, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kerja bareng dengan Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah. Agenda rutin ini diadakan serentak dengan melibatkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Kegiatan PeGI dilakukan untuk melihat peta kondisi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tingkat kabupaten/kota.
PeGI merupakan kegiatan nasional yang setiap tahun selalu diukur dalam indikator capaian serta benefitnya terkait pengembangan e-government secara nasional. Dengan kegiatan PeGI ini, indonesia mempunyaI peta kondisi keadaan pemanfaatakan TIK di lingkungan pemerintah secara nasional, selanjutnya memberikan dorongan serta menyediakan acuan bagi pengembangan dan pemanfaatan TIK di lingkungan pemerintah.

Dalam kegiatan PeGI, telah ditetapkan lima dimensi yang akan dikaji, yaitu: kebijakan, kelembagaan, infrastruktur, aplikasi, dan perencanaan. Masing-masing dimensi memiliki bobot yang sama dalam penilaian karena semuanya dianggap penting, saling terkait, dan saling menunjang antara satu dengan yang lainnya.