Author Archives: admin

  • 0
galadea

Sragen menjadi salah satu dari 90 Kab/Kota di Indonesia penyelanggara Galadesa Tahun 2017

Category : Berita

Sragen – Program Pemerintah dari kementerian pemuda dan olahraga, antara lain gala desa yang bertujuan sebagai ajang untuk mencari bibit atlet diusia dini yang dijadikan atlet profesional yang berasal dari pelosok desa di Indonesia.

Kabupaten Sragen merupakan salah satu kabupaten yang ditunjuk  sebagai penyelenggaran Gala desa dari 90 kabupaten / kota di Indonesia oleh kementerian Pemuda dan olahraga. Pembukaan gala desa dilaksanakan di lapangan Desa Sambiduwur, kecamatan Tanon, Sabtu (14/10/2017).

Wakil Bupati Dedy Endriyatno  bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan, “Galadesa dilakukan sebagai ajang untuk mencari bibit atlet yang berprestasi dan berpotensi dari anak Kabupaten Sragen untuk dilatih dan dikembangkan menjadi atlet nasional maupun dunia”.

Peredaran narkoba di Kabupaten Sragen sudah sampai pelosok desa bukan hanya diperkotaan, maka pada kesempatan tersebut Bupati Sragen berpesan yang disampaikan wakil bupati, anak-anak jangan mengkonsumsi obat-obatan terlarang tersebut pemerintah Sragen sudah bekerjasama dengan Polres Sragen untuk memberantas peredaran narkoba tersebut, tidak hanya siswa yang salah tetapi para kepala sekolah harus ikut bertanggungjawab, ujar wakil Bupati

Ukirlah prestasi di segala bidang antara  lain bidang olahraga melalui Galadesa ini, supaya menjadi atlet yang berprestasi ditingkat nasional maupun dunia, lanjut wakil bupati.

Dalam kesempatan tersebut, asisten deputi pengembangan olahraga tradisional dan layanan khusus dr. Bayu Rahardian, So.Kj. yang mewakili deputi dan Menteri pemuda dan  olahraga, ” mengapresiasi yang tinggi kepada pemkab. Sragen yang telah bersedia menjadi salah satu penyelengara program Galadesa”

“Program Ayo Olahraga yang didalamnya kita membudayakan olahraga dan olahraga dijadikan gaya hidup, program besar Ayo olahraga Galadesa dan Gowes Nusantara merupakan program nasional gerakan masyarakat hidup sehat yang tujuannya tidak hanya membudayakan olahraga tetapi harus mempunyai nilai-nilai  sebagai pemersatu bangsa”, ujar Bayu Rahardian.

Dikatakan lebih lanjut, “Galadesa diselenggarakan untuk mencari bibit-bibit atlet dari kabupaten Sragen yang dikembangkan agar menjadi atlet nasional maupun internasional, di Sragen sudah ada atlet nasional antara lain atlet panjat tebing dan panahan”.

Adapun jenis cabang olahraga yang dipertandingan di ajang Galadesa Kabupaten Sragen ada 6 cabang olahraga, diselenggarakan secara serempak pada tanggal 14 & 15 Oktober 2017  yaitu  Sepakbola  diikuti  16 club diselenggarakan di Lapangan Sambiduwur.  Volly  diikuti 16 club diselenggarakan di desa gabungan, Tanon. Bulutangkis diikuti 46 peserta diselenggarakan di Ds. Karangasem, Tanon. Sepak Takraw  diikuti 16 club diselenggarakan di Ds. katelan, Tangen. Tenis meja diikuti 50 orang diselenggarakan di Sragen kulon, Sragen. Atletik diikuti 60 orang diselenggarakan di Kroyo, Karangmalang. (Humas)


  • 0
pegi pegi

Sragen Kembali Menorehkan Prestasi Sebagai Juara Pertama Pemeringkatan e Gov Indonesia (PeGI)

Category : Berita

SEMARANG, – Hasil pemeringkatan e-government untuk seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah yang diikuti oleh 35 Kabupaten/Kota telah diumumkan hari Selasa, 26 September 2017 di Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Hebatnya Kabupaten Sragen menduduki peringkat pertama dengan index 3.53. Posisi kedua ditempati oleh Kota Semarang dengan index 3.40 dan kemudian diikuti oleh Kota Pekalongan dengan index 3.36 Ini merupakan kali pertama Kabupaten Sragen meraih peringkat pertama selama 6 tahun mengikuti PeGI prestasi terbaik adalah peringkat ke 2 setelah Kota Pekalongan.

Dengan diraihnya peringkat pertama PeGI diharapkan Kabupaten Sragen semakin terlecut untuk terus semangat berinovasi dengan memanfaatkan Teknologi Informasi guna mendorong percepatan penetrasi TIK di masyarakat yang Goal nya demi meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih baik.

Pemeringkatan eGovernment Indonesia (PeGI) mempunyai tiga tujuan utama yaitu :
1. Menyediakan acuan bagi pengembangan dan pemanfaatan TIK di lingkungan pemerintah.
2. Memberikan dorongan bagi peningkatan pemanfaatan TIK di lingkungan pemerintah melalui evaluasi yang utuh, seimbang dan obyektif.
3. Mendapatkan peta kondisi pemanfaatan TIK di lingkungan pemerintah secara nasional.

Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGI) untuk tingkat kabupaten/kota merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat e–Government, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kerja bareng dengan Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah. Agenda rutin ini diadakan serentak dengan melibatkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Kegiatan PeGI dilakukan untuk melihat peta kondisi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tingkat kabupaten/kota.
PeGI merupakan kegiatan nasional yang setiap tahun selalu diukur dalam indikator capaian serta benefitnya terkait pengembangan e-government secara nasional. Dengan kegiatan PeGI ini, indonesia mempunyaI peta kondisi keadaan pemanfaatakan TIK di lingkungan pemerintah secara nasional, selanjutnya memberikan dorongan serta menyediakan acuan bagi pengembangan dan pemanfaatan TIK di lingkungan pemerintah.

Dalam kegiatan PeGI, telah ditetapkan lima dimensi yang akan dikaji, yaitu: kebijakan, kelembagaan, infrastruktur, aplikasi, dan perencanaan. Masing-masing dimensi memiliki bobot yang sama dalam penilaian karena semuanya dianggap penting, saling terkait, dan saling menunjang antara satu dengan yang lainnya.


  • 0
TKD JENAR

Penggunaan Dana Desa Harus Transparan

Category : Berita

Sragen – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menghadiri kegiatan Tilik kembang desa di desa kandang sapi Rabu (27/9/2017),  tujuan dari tilik kembang desa adalah untuk meninjau perkembangan desa yaitu untuk mengetahui jalannya Pelayanan yang ada & aplikasi diterapkan apakah dilaksanakan dengan maksimal, serta melihat transparansi penggunaan dana desa dengan mencantumkan laporan  di balai desa.

“Saya mengapresiasi yang positif karena pembayaran PBB di kandangsapi sebesar 340 juta sudah lunas 100 %, lanjut Bupati.

Bupati katakan, “Desa di kandangsapi & desa lainnya kec. Jenar maupun desa Se kab. Sragen,  Raperda tentang  Desa segera disahkan maka harus dipersiapkan penataan perangkat desa, yaitu antara lain perangkat di kabupaten Sragen harus melek IT,

“Setiap desa harus mempunyai BUMDes untuk mensejahterakan pergerakan perkonomian didesa, yang kemudian akan diberikan dana secara setiap stimulan, bagi yang tidak mempunyai maka tidak akan diberikan dana tersebut, lanjut Bupati

Pada kesempatan tersebut Bupati memberikan bantuan air bersih sebanyak 3 tangki air dan memberikan bantuan RTLH kepada 3 KK masing-masing Rp. 5 juta yang berasal dari Dana Matra dan PMI yang diterima secara simbolis oleh bapak Songko  serta membagikan paket sembako kepada 50 keluarga kurang mampu ( humas)



  • 0
20170914_113908

KUNJUNGAN PEMKAB KLATEN TERKAIT UJI KONDEKUENSI INFORMASI PUBLIK YANG DIKECUALIKAN

Category : Berita

SRAGEN– Pemkab Klaten Kamis (14/9) lalu melakukan kunjungan ke Dinas Kominfo Pemkab  Sragen. Rombongan berjumlah 4 (empat) orang ini, dipimpin oleh Kasubag Pembinaan Informasi dan Publikasi Bagian Humas Joko Priyono S.Sos ,M.Si. Kedatangan mereka diterima oleh Sekretaris Dinas Kominfo Rahmat Purwadi , SH, MM di ruang kerjanya.

Menurut Joko , kunjungan ini disamping untuk menjalin silaturahmi, juga  bertujuan untuk mempelajari proses Uji Konsekuensi Daftar Informasi Publik yang Dikecualikan. Hal ini diperlukan oleh Pemkab Klaten, terkait sidang sengketa ad judikasi yang saat ini masih dalam proses di Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah. Pemkab Sragen pernah melalui tahapan ini , kata Joko, maka pihaknya ingin mempelajari mekanisme Uji Konsekuensi Daftar Informasi Publik yang Dikecualikan.

Sekretaris Dinas Kominfo Pemkab Sragen Purwadi mengatakan, Kominfo sebagai pelayan masyarakat di sektor komunikasi dan informasi , harus mengedepankan transparansi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Terkait dengan informasi publik yang dikecualikan, menurut peraturan perundangan yang berlaku  memang tidak boleh dibuka, karena pertimbangan konsekuensi yang timbul. Untuk itu, sangat perlu membekali diri dengan mempelajari regulasi yang diperlukan untuk melakukan uji konsekuensi. Regulasi yang digunakan , antara lain UU No 14 th 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, PP No 61 tahun 2010, Peraturan Komisi Informasi No I tahun 2017 tentang Pengklasifikasian Informasi Publik.

Mekanisme uji konsekuensi berawal dari menghimpun informasi publik yang dikecualikan dari Satuan Kerja perangkat Daerah terkait. Kemudian rapat Uji Konsekuensi melibatkan elemen hukum, elemen pengawas, SKPD terkait, dan elemen swasta terkait. Hal ini disampaikan oleh Kabid Pengelolaan Informasi Dinas Kominfo Sragen Fajar Adhi Nugroho, ST. Fajar menambahkan tahapan akhir  uji konsekuensi ditandai oleh penandatanganan Surat Penetapan Atasan PPID tentang pengecualian Informasi Publik. Surat inilah yang akan digunakan untuk diajukan dalam sidang adjudikasi Pemkab Klaten kelak.

Sebelum melepas rombongan, dilakukan tukar menukar cindera mata antara Pemkab Sragen dan Pemkab Klaten. (_kominfo)

 


  • 0
Pelantikan Eselon 3,4

106 ASN Dilantik, Bupati Mengedepankan Prinsip Profesional

Category : Berita

Sragen – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati hari ini Jumat (8/9/2017) melantik 106 orang pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen, yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen. Acara tersebut dihadiri oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah se Kabupaten Sragen.

Kegiatan yang dimulai dengan pembacaan surat keputusan Bupati Sragen perihal pelantikan, dilanjutkan dengan penandatangan berita acara pelantikan antara ASN perwakilan masing-masing agama yang dilantik dengan Bupati Sragen yang disaksikan oleh Sekda Sragen Drs.Tatag Prabawanto B, MM dan Drs. Sarwaka.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan Surat keputusan secara simbolis oleh Bupati Sragen kepada perwakilan masing-masing agama.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan, “Proses pelantikan ini sudah kita lalui dengan tahapan demi tahapan”.

Pelantikan tersebut dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu kelompok promosi, kelompok yang perlu digeser untuk ditempatkan tempat yang baru, dan kelompok yang diberi kesempatan kedua.

Pada kelompok promosi, bupati menyampaikan, ” amanah yang didapat ini untuk dipanggul dengan penuh rasa tanggung jawab dan profesional, jika dilaksanakan dengan profesional inilah yang disebut ASN yang kafabel dan profesional, tapi kalau dengan rasa yang kurang berkenan karena bukan ditempat yang diinginkan ini menunjukan kualitas diri Anda yang sesungguhnya”.

“Sragen saya mulai bangun dengan menempatkan orang-orang yang profesional, yang mau bekerja dengan sesungguh hati dan mau melaju untuk mewujudkan visi-misi dalam waktu singkat”, lanjut Bupati

“Kelompok yang Perlu digeser melalui evaluasi saya, karena ditempat yang lama belum mencapai kinerja yang saya harapkan atau memang dibutuhkan ditempat yang baru”, kata Bupati.

Untuk kelompok yang diberikan kesempatan kedua Bupati mengatakan, ” bagi yang saya beri kesempatan kedua, kesempatan ini saya minta loyalitasnya”.

Dalam menempatkan ASN bupati mengedepankan prinsip profesional  dan sewaktu-waktu akan dievaluasi kembali untuk menilai kualitas kinerja para ASN yang dilantik tersebut.

Adapun 106 ASN yang dilantik tersebut terdiri dari eselon III sebanyak 33 orang dan eselon IV sebanyak 73 orang. Camat 5 orang, kepala bagian 3 orang. promosi eselon IIIa sebanyak 9 orang, IIIb sebanyak 9 orang, Eselon IVa sebanyak 5 orang dan IVb sebanyak 1 orang. (Humas)



  • 0
Lomba Aplikasi

PENYERAHAN HADIAH LOMBA CIPTA APLIKASI 2017

Category : Berita

Sragen – Upacara Bendera minggu pertama di Lingkungan Setda Kabupaten Sragen dengan Inspektur Upacara Sekda Sragen Drs. Tatag Prabawanto B, MM yang diikuti oleh ASN dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sragen, Senin (4/9/2017)

Sekda Sragen dalam amanatnya menyampaikan, “mari kita pupuk rasa kebangsan dan persatuan diantara kita”.

“Jaga Sragen dengan sebaik-baiknya apapun yang akan terjadi dari sekarang dan sampai kapan saja, karena kita hidup di Sragen” Kata Sekda

“Kita jaga kewibawaan dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, Sragen terbatas akan Sumber Daya Alam, tetapi kita mempunyai Sumber Daya Manusia, maka kita maksimalkan SDM  yang ada untuk mengangkat derajat Kabupaten Sragen agar lebih baik”, lanjut Sekda.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan penghargaan pemenang lomba cipta Aplikasi Kabupaten Sragen tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sragen. Adapun pemenangnya adalah sebagai berikut

Kategori Aplikasi Perkantoran :

Juara I : Ervan Tri Yulianto N (Kab. Wonogiri),  judul Aplikasi Manajemen SPPD Online (Rp. 5.000.00,-)

Juara II : Intan Nur Azizah (Kab. Sragen), judul Sistem Penunjang Keputusan Kinerja Guru ( Rp. 3.000.000,-)

Jura III : Muh. Taufik Rusydi (Kab. Sragen), judul SIADIT Sistem Informasi Arsip Digital ( Rp. 1.750.000)

Kategori Aplikasi Pelayanan Publik :

Juara I : Erwin Fajar DS (Kota Surakarta), judul SIAPASIHMAS Sistem Informasi Pendaftaran Rumah sakit dan Puskesmas ( Rp. 4.000.000,-)

Juara II : Warsito ( Kab. Sragen), Judul SIMAS SRAGEN Sistem Informasi Aspirasi Masyarakat Sragen, ( Rp. 2.000.000,-)

Juara III : Imas Wulandari ( Kab. Sragen), Judul TALENTA Tanya Lengkap Seputar Perijinan ( Rp. 1.250.000,-)


  • 0
tilik kembang deso

Bupati Sragen sarasehan bersama warga Desa Tenggak, Sidoharjo

Category : Berita

Sragen – Tilik kembang desa kembali dilaksanakan, kali ini diselenggarakan di Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Rabu ( 30/8/2017), untuk pelaksanaan sarasehan Bupati dan warga ditempatkan di balai desa Tenggak.

Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh Bupati Sragen juga dihadiri Sekda Sragen Drs. Tatag Prabawanto B, MM, asisten, Kepala Dinas/Bagian, muspika kecamatan Sidoharjo, kades se kecamatan Sidoharjo  dan tentunya ratusan warga desa Tenggak.

Bupati menyampaikan, ” sekarang sudah mulai musim kemarau, wilayah Utara Bengawan sudah mulai kekeringan yang membutuhkan bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, bagi kecamatan selatan Bengawan bisa membantu menyalurkan bantuan air bersih”.

“misalnya kecamatan Sidoharjo bisa menyalurkan air tersebut di kecamatan Gesi atau Jenar, bukan hanya LSM yang sudah mengirimkan puluhan tangki air ke wilayah kecamatan diutarakan Bengawan tersebut, antar kecamatan mari saling membantu”, lanjut Bupati.

” Usaha UMKM di desa Tenggak banyak misalnya di dukuh nyawak terdapat produk susu Kaleyo, aneka kripik dari sayuran, abon dari ikan patin.  kata warga masih terdapat kendala dalam hal peralatan untuk packing. Untuk mendapatkan bantuan peralatan harus membuat kelompok, tidak bisa secara perorangan/pribadi”, kata Bupati. (Humas)


  • 0
Wahyu-Launching-KIA-2

Peresmian KIA Center Pusat Pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA) Sragen

Category : Berita

Pemenuhan hak anak di Kabupaten Sragen untuk memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) dibawah umur 17 tahun mulai diberlakukan. Pemberlakuan KIA ditandai dengan diresmikannya “KIA Center Pusat Pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA) Kabupaten Sragen” oleh Bupati Sragen dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Acara tersebut berlangsung, hari Kamis, 24 Agustus 2017, di halaman Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sragen. Dalam laporannya, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sragen Ir. Haryatno Wahyu Lwiyanto, MM, menyampaikan, pada tahun 2017 ini Disdukcapil Kabupaten Sragen ditunjuk sebagai Kabupaten/Kota percontohan dari 50 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Ditunjuknya Kabupaten Sragen sebagai percontohan dengan pertimbangan dan dasar bahwa pencapaian pelayanan Akte Kelahiran di Disdukcapil Kabupaten Sragen di atas rata-rata nasional. Selain itu, tujuan pembentukan KIA Center di Kabupaten Sragen adalah sebagai perwujudan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Karena, KIA akan dimiliki oleh setiap anak sebagai KTP anak, bagi yang berusia 1 hari sampai usia 17 tahun kurang 1 hari.
Pada acara “Peresmian KIA Center Pusat Pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA) Kabupaten Sragen” tersebut, juga dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan kepada Mitra Kerja KIA antara lain, Apotik Surya Husada, Toko Sepatu dan Tas Setia, serta CV. Sri Sadono. Dilanjutkan penyerahan KIA secara simbolis kepada Anak Paud dan SD. Acara tersebut dihadiri sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se-Kabupaten Sragen, serta Perwakilan Kepala Sekolah PUD, TK, SD dan SMP di Kabupaten Sragen.


  • 0
bimtek ppid

Diskominfo Sragen Gelar Kegiatan Bimtek PPID

Category : Berita

Dalam rangka menyamakan Persepsi, tentang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Kabupaten Sragen, belum lama ini, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sragen, menggelar Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu Kabupaten Sragen Tahun 2017”. Bimtek dibuka Assisten III – Bidang Administrasi Umum Sekda. Sragen Ir. Simon Nugroho Sri Yudanto, di Gedung “KORPRI” Kabupaten Sragen. Kasi. Pelayanan Informasi Publik – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sragen A. Endang Widayati, ST, saat dimintai Keterangan, menyatakan, Kegiatan Bimtek “PPID Pembantu Kabupaten Sragen Tahun 2017”, tersebut dilaksanakan, sekaligus untuk mensosialisasikan beberapa hal dari Pemkab. Sragen, meliputi Peraturan Bupati Sragen Nomor 37 Tahun 2017, tentang “Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen”, Standart Operasional Prosedur Pedoman PengelolaanPelayanan Informasi dan Dokumentasi, Keputusan Bupati Sragen Nomor 800/257/003/2017 Tahun 2017, tentang “Susunan Pengelola Layanan Informasi dan Dokumentasi Pemerintah Kabupaten Sragen”.
Lebih lanjut A. Endang Widayati, ST menjelaskan, Bimtek menghadirkan 2 Orang Narasumber, masing-masing adalah Inspektur Pembantu Wilayah II – Inspektorat Kabupaten Sragen Juli Wantoro, SH, M.Hum, dan Perwakilan dari Bagian Hukum Setda. Sragen Priyo Dwi Atmanto, SH, M.Si. Bimtek diikuti 270 Orang PPID Pembantu, di seluruh Wilayah Kabupaten Sragen, terdiri dari Sekretaris Dinas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen, Sekretaris Desa, dan Sekretaris Kecamatan di seluruh Kabupaten Sragen. (http://www.lpplbuanaasri.com).


  • 0
Kia Capil (1)

DISDUKCAPIL SRAGEN SEBAGAI KABUPATEN PERCONTOHAN PENERBITAN KARTU KIA

Category : Berita

Sragen – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati meresmikan tempat pendaftaran Kartu Indentitas Anak (KIA) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sragen, Kamis (24/8/2017).

“Di tahun 2017 Sragen ditunjuk sebagai Kab/Kota percontohan diantara 50 Kab / kota se Indonesia, dengan pertimbangan Sragen telah mencapai diatas rata-rata nasional dalam  pelayanan kependudukan, ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Sragen”, Haryanto Wahyu Lwiyanto.

Dikatakan lebih lanjut, “KIA akan dimiliki oleh semua anak Kabupaten Sragen sebagai kartu identitas bagi anak yang berumur 1 hari sampai dengan 17 tahun minus satu dan belum pernah menikah, karena program pemerintah setiap anak yang akan mendaftar sekolah harus melampirkan KIA”.

“Jumlah anak di Kab. Sragen yang telah didata untuk mendapatkan KIA adalah sebanyak 238.678 anak, bulan agustus 2017 alokasi blangko KIA dari Pemerintah Pusat 42.777 Keping dan Pemerintah Pusat akan menambah blangko KIA sebanyak 20.000 lagi”, ungkap Wahyu Lwiyanto

“Pada pertemuan Forum Kepala Daerah perempuan se Indonesia, Menteri Pemberdayaan perempuan menekankan anggaran yang responsif gender,  bukan berarti hanya untuk perempuan, tetapi dijabarkan lebih luas / lebih komplek yang dapat memberdayakan masyarakat pada umummnya, harus ada disetiap dinas yang kolaborasikan dan Bappeda sebagai koordinatornya” ungkap Bupati.

“Anggaran responsif gender agar dapat diaplikasikan di kabupaten Sragen, dengan tujuan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kabupaten Sragen”, harap Bupati.

Lanjut Bupati, “di Sragen permintaan pernikahan usia dini yang tinggi, sehingga harus berhenti sekolah dan  sudah mempunyai tanggung jawab, maka otomatis nilai  IPM kita akan rendah, maka hal tersebut harus dievaluasi kembali”.

“Yang tahun kemarin mendapat predikat kota layak anak, dan tahun ini lepas sebagai predikat kota layak anak termasuk Kabupaten Sragen, penyebabnya adalah kurang konsistennya dalam pelaksanaan Perda Kabupaten Sragen antara lain tidak boleh merokok disembarang tempat, larangan pemasangan iklan rokok didaerah-daerah maupun diperkotaan, maka agar ruang  terbuka kita bersih dari asap rokok sehingga anak-anak sehat untuk tumbuh kembang, oleh karena itu harus menjadi perhatian kita semua”, ujar Bupati.

Bupati setuju dan sepakat terhadap kartu KIA, karena dengan kartu KIA akan melindungi hak konsitusional anak, karena anak harus diperhatikan. Pada kesempatan tersebut diserahkan penghargaan kepada mitra KIA Kab. Sragen yaitu Apotik Surya Husada, Toko sepatu dan tas setia, CV. Sri Sadono serta pemberian Kartu KIA secara sibolis oleh Bupati Sragen. (Humas)