Monthly Archives: December 2017

  • 0
konser

Siapa Sangka…Komposer muda yang tampil di Gd IFI Jakarta itu adalah putra daerah asal Sragen

Category : Berita

Komponis dan pianis asal Sragen Gardika Gigih Pradipta menggelar pertunjukan tunggal di Institut Francais d’Indonesie (IFI), di Jakarta, Sabtu (2/12).

Ia menulis partitur untuk gubahannya dari ruang sepi di kamar kontrakan. Sabtu (2/12), ia memainkan gubahan beratmosfer sendu itu di hadapan kerumunan di ruang pertunjukan IFI Jakarta. Ada keheningan, melankolia, kebisingan yang kacau, keriangan, dan berujung pada nyalanya harapan. Dari balik gulita, Gigih muncul di panggung yang tak seberapa tinggi itu. Lampu tunggal menyorotinya. Penonton bertepuk tangan. Ia membungkuk seraya menyilangkan satu tangannya di dada. Ia memakai jubah sepaha gaya jepang, pantalon berwarna khaki, sepatu karet, dan kaus bertuliskan Sigur Ros, band postrock asal Islandia kesukaannya. Penampilannya kasual, jauh dari kesan formal layaknya konser tunggal pianis. Penontonnya pun demikian. Sandal dan celana pendek boleh masuk arena, asal bayar Rp 100.000. Sebanyak tiga ratus tiket untuk dua jadwal pertunjukan ludes. Komposisi pertama yang ia mainkan tak berjudul tetap. Ia menyebutnya improvisasi. Denting piano grand itu sontak memenuhi ruangan. Awalnya hening saja dengan satu-dua nada. Lama-kelamaan, piano itu seperti merasuki Gigih. Ia terpejam sementara jemarinya tak henti menjelajahi tuts. Kepalanya terdongak, terkadang menunduk dalam mengikuti dinamika lagu bernuansa melankolia. Kaki kirinya tak jarang terangkat lurus. Penonton tenang, beberapa menutup mata. ”Semoga energinya tersalurkan,” ucap Gigih begitu merampungkan nomor pertama. Ia berdiri, lalu duduk lagi. Kalimatnya seperti sering menggantung. Dia terlihat gugup, dan ia tak menutupinya. Penonton bertepuk tangan. Ada yang tertawa tanpa bermaksud menertawakan. Kegugupan sirna setiap ia kembali menghadap pada piano. Kali ini ia membawakan nomor berjudul ”Ibu”, lagi-lagi, sendu. Lagu itu pernah melatari film Lemantun, film pendek karya Wregas Bhanuteja. Melankolia makin pekat. Penonton mulai ada yang menyeka matanya.

Momentum paling mengharukan terjadi ketika Gigih tak lagi sendiri di panggung. Dia mengundang pemusik tamu, Febriann Mohammad, atau Layur yang memainkan gitar akustik, Suta Soma Pangekshi pada biola, dan Jeremy Kimosabe pada selo. Pada vokal, ada Monita Tahalea dan Ananda Badudu. Ananda atau Nanda adalah vokalis duo Banda Neira. Mereka bersiap menyanyikan ”Sampai Jadi Debu”, yang diaransemen bersama Gigih dan baru pertama kali dibawakan di panggung. Dua lagu penutup adalah ”Nyala” dan ”Tenggelam”. Lagu terakhir itu bernuansa keroncong yang ceria. Adapun ”Nyala” adalah lagu yang jadi judul album perdana Gigih. ”Lagu itu tentang harapan, tentang optimis di hari depan,” ujarnya. Konser adalah konsekuensi pemusik yang berkarya. Setelah Jakarta, ia dijadwalkan tampil di Surabaya, Malang, dan Bandung. Menurut rencana, ia bikin pertunjukan spesial di Yogyakarta pada Maret 2018.

Lelaki kelahiran Sragen, 5 Agustus 1990, itu menghabiskan masa sekolah di SD dan SMP di Sragen .Namun setamat SMP, dia beraktivitas di Yogyakarta. Dia sekolah di SMA De Brito dan kuliah di ISI Yogyakarta mengambil Jurusan Komposisi Musik dan menempuh  S-2 di Anthropologi Budaya UGM Yogyakarta.

Selain menciptakan musik, Gigih panggilan akrabnya, jugamenjadi dosen di ISI Yogyakarta serta dosen tamu di Universitas Universal di Batam, Riau.

Karya musiknya pernah ditampilkan di National University of Singapura. Gigih yang menggeluti pendidikan musik klasik barat dan music kontemporer itu bercita – cita ingin menjadi komponis yang mendunia. Di rumahnya di barat Pintu Perlintasan KA Gambiran atau Gambiran RT 01 RW 05, Sine, Sragen, tersimpan buku tentang Beethoven dan J Sebastian Bach.

Lelaki pendiam yang menyukai warna cokelat itu sangat berkesan saat dinobatkan menjadi salah satu pemenang Telkomsel Award 2016. “Penghargaan itu untuk pemberdayaan dan kemajuan masyarakat, “tuturnya.

Gigih juga pernah membuat Ring Tone Project. Gigih kaget dinyatakan masuk pemenang 16 besar. Karena dia merasa tidak mendaftar untuk mengikuti lomba itu. Ternyata panitia melakukan penilaian terhadap sekitar 70 orang yang pernah ditulis di sebuah harian di ibukota . Salah satu pemenangnya di bidang musik itu adalah Gigih.

Bahkan video pernikahan Raisa Andriana dan Hamish Daud Wyllie memakai Song: Banda Neira – Sampai Jadi Debu ft. Gardika Gigih. Lewat video Raisa itulah nama Gigih mencuat dan semakin dikenal di kalangan para penggemar musiknya.

 

Sumber : Kompas/Herlambang Jaluardi, Suara Merdeka


  • 0
Sidak

WAKIL BUPATI SRAGEN SIDAK PENGECORAN JALAN DI SAMBIREJO

Category : Berita

Sragen – Dedy Endriyatno Wakil Bupati Sragen menghadiri pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen bekerjasama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, di Balai Desa Musuk, Kec. Sambirejo, Sragen, Selasa (12/12/2017)
Kabupaten Sragen menjadi salah satu 12 Kabupaten di Jawa Tengah tempat diselenggarakan pasar murah oleh Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, dengan anggaran APBD Provinsi tahun 2017.
Sembako yang dipasaran seharga 70 ribu rupiah, tetapi dijual dipasar murah seharga 20 ribu rupiah, disediakan sebanyak 500 paket terdiri dari Beras 2,5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 liter dan 4 mie instan.
“Meskipun laju dalam mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah nomor satu di Indonesia tetapi tingkat kemiskinan masih tinggi. Maka dilakukan pasar murah dengan tujuan untuk mengurangi penduduk miskin dalam mengurangi pengelurannya”, ujar Arif Sambodo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jateng
“Dalam mengentaskan kemiskinan ada dua cara yaitu dengan meningkatkan pendapatan dan mengurangi bebannya”, ujarnya.
Kata Kegiatan pasar murah yang dilakukan provinsi sinergi dengan apa yang dilakukan oleh Kabupaten Sragen. Kenapa dilakukan menjelang hari natal dan tahun baru karena meskipun suplaynya tetap, tetapi permintaan lebih banyak dan suplay tidak mengikuti maka mengakibatkan harga naik.
“Angka kemiskinan di Provinsi Jateng tahun ini 1,3 %, kami targetkan 10 % untuk tahun 2018”, kata Arif
Usai menghadiri pasar murah dimusuk, sambirejo Wakil Bupati Sragen melakukan sidak pembangunan jalan di dekat Kantor Camat Sambirejo, dengan tujuan “agar kualitas dan kuantitas sesuai yang telah ditetapkan, serta selesai tepat waktu”, ungkap Wakil Bupati.

Kata wakil bupati, “Karena pengerjaan pengecoran ini semua dikejar waktu, deadline, saya minta pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum harus diperketat. kalau tidak selesai tepat waktu, saya kwatir masyarakat yang dirugikan”.

Menyinggung pasar murah yang dilakukan Disperindag. Wakil Bupati Sragen menyampaikan, “pasar murah  merupakan bagian untuk meringankan beban masyarakat miskin dalam menyambut hari natal dan tahun Baru yang biasanya harganya melonjak”.

Cara efektif  untuk mengurangi angka kemiskinan dengan cara “mengurangi belanja dan menambah penghasilan yaitu yang diberikan kepada para lansia, jompo dan yang tidak produktif, sedangkan bagi yang produksi seharusnya ada program-program pemberdayaan “, jelas Wakil Bupat


  • 0
ketoprakhumor[1]

KETOPRAK HUMOR MERIAHKAN HARI IBU KE 89 KAB. SRAGEN

Category : Berita

Sragen – Kegiatan menyambut Hari Ibu Ke 89 Kab. Sragen  tahun 2017 terasa lebih beragam. Beberapa hari yang lalu telah dilaksanakan beragam kegiatan antara lain Donor Darah, Ngadi Saliro Ngadi Busono dan Seminar yang bertemakan  upaya wujudkan ketahanan keluarga dengan keynote Bupati Sragen.

Masih berkisar tentang keluarga, Minggu (10/12/2017), Panitia Hari Ibu  menggandeng Dinas Kominfo Kab. Sragen menggelar ketoprak humor di Taman Krido Anggo Sragen dengan lakon Wo Begitu To Sri.

Acara yang disuguhkan para seniman yang tergabung dalam Forum Komunikasi Media Tradisional  itu mampu menyedot animo masyarakat yang sedang jalan pagi di Car Free Day.

Alur cerita yang disuguhkan seputar  problem keluarga dalam mendidik anak yang dikemas versi ketoprak humor ini, tak pelak mengundang gelak tawa para penonton yang sudah memadati arena pentas sejak jam 07.00. Ketoprak ini lebih menarik lagi ketika menjelang   dipenghujung cerita hadir bintang tamu yang sekaligus Ketua Panitia Peringatan Hari Ibu yaitu Ibu Retna Susanti. Kehadiran istri dari Wakil Bupati ini banyak memberikan pencerahan kepada para pelakon berkisar cara mendidik anak dijaman serba IT ini, pentingnya akta dan KAI bagi anak serta menyampaikan beberapa program Pemkab Sragen yang tengah digalakkan.

Seusai pementasan Ibu Retna Susanti yang juga selaku Ketua TP – PKK Kab. Sragen menjelaskan  , ” Pada dasarnya sosialisasi program – program apa saja bisa dilaksanakan di dalam maupun luar ruangan, untuk kali ini kita pilih ketoprak humor karena selain nguri-nguri budaya lokal juga lebih menghibur dan komunikatif “.

” Saya mengapreasi sambutan masyarakat  atas kegiatan ini,  semoga selain menghibur juga ada wawasan dan pengetahuan mengenai program Pemkab Sragen dan PKK Kab. Sragen” lanjutnya.

Sebelum meninggalkan Taman Krido Anggo Ibu Guru Kimia SMA Tangen ini  menjelaskan bahwa sampai pada puncak Peringatan Hari Ibu  tanggal 22 Desember 2017 nanti masih ada beberapa kegiatan yaitu Senam Sehat dan Ziarah ke Makam Pahlawan (yn/humas)


  • 0
hut korpi

JALAN SEHAT HUT KORPRI BERSAMA MASYARAKAT KECAMATAN TANGEN

Category : Berita

Dalam rangka Hari Ulang Tahun Korpri yang ke-46 Tahun 2017, Pemerintah Kecamatan Tangen mengadakan acara jalan sehat yang melibatkan segala unsur masyarakat, mulai dari jajaran muspika, sekolah, pegawai pemerintah, hingga masyarakat umum. Untuk menambah kegembiraan, disediakan berbagai hadiah menarik oleh panitia yang merupakan sumbangan dari berbagai donatur yang ada di Kecamatan Tangen.

Sejak pagi, peserta sudah berkumpul di halaman kantor Kecamatan Tangen yang merupakan tempat start dan finish jalan sehat. Peserta yang didominasi para siswa beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Tangen, menambah riuh dan meriah acara. Ketika waktu menunjukkan pukul 07.30 WIB, acara dimulai dengan didahului sambutan dari Camat Tangen, Retno Wahyuningrum. “Adik-adik….ini ada doorprize-nya, jadi setelah jalan-jalan mohon ditunggu, siapa tahu ada yang dapat sepeda, televisi, atau kompor gas”, kata Retno dalam sambutannya. Setelah sambutan, peserta diberangkatkan oleh Camat yang didampingi jajaran muspika.

Rute jalan sehat yang melewati daerah pedesaan yang asri membuat perjalanan tidak terasa jauh dan melelahkan, bahkan udara yang segar membuat badan menjadi lebih bugar dan sehat. Setelah menempuh rute yang disediakan oleh panitia, peserta yang tiba di tempat finish lebih dulu, duduk-duduk sambil mengobrol menunggu peserta lain yang belum tiba. Setelah semua peserta telah dipastikan sampai ke kantor Kecamatan Tangen yang merupakan tempat finish, acara pengundian hadiah dimulai.

Hadiah utama sepeda gunung yang dipersembahkan oleh Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Tangen, dimenangkan oleh seorang guru SD Negeri 3 Jekawal. Sedangkan hadiah sebuah televisi warna dari Kapolsek Tangen dimenangkan oleh seorang siswa SMP Negeri 1 Tangen. Lagi-lagi seorang siswa SMP Negeri 1 Tangen juga meraih sebuah kompor gas 2 tunggu dari Danramil Tangen. Selain berbagai hadiah utama tersebut, dibagikan pula berbagai doorprize dan hadiah hiburan menarik, baik berupa bingkisan maupun uang tunai untuk peserta pelajar. Setelah pembagian hadiah selesai, acara kemudian ditutup dan para peserta beranjak meninggalkan lokasi untuk pulang.